Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Eps 31 - Kisah Panjang Leluhur Liu


__ADS_3


Di Ruang Tamu


Liu Yan duduk manis dan terlihat mukanya penuh ekspresi gembira. Chang Li tersenyum karena saudaranya bisa menikmati tempat yang ia sediakan.


"Saudara Yan,Aku sebenarnya ingin sekali bertanya kepadamu..." Tanya Chang Li yang menyangga kepalanya dengan kedua tangan menangkup di atas meja "Tanyakan saja,kenapa kamu begitu serius..." Liu Yan Yang menepuk punggung Chang Li berkali berkali dan tertawa.


"Kenapa kamu sudah melewati Proses kembali ke keadaan sebenarnya dalam Kultivator di ranah mu yang sekarang?, bahkan kekuatan yang kulihat di dalam dirimu itu bukanlah kekuatan Ranah penyempurnaan Qi pada umumnya..."Chang Li yang sangat penasaran fenomena yang pertama kali ia lihat, meskipun banyak sekali jenius di muka bumi ini yang sudah melewati proses kembali ke keadaan sebenarnya di usia yang sangat muda bahkan lebih muda dari Liu Yan.


Tapi baru pertama kali ia melihat kasus seperti Liu Yan, bahkan dirinya dapat merasakan kekuatan Liu Yan jauh lebih kuat dari Ranah Semi Abadi Tahap puncak."Emm, bagaimana yah saudara.entahlah aku juga tidak tahu..." Liu Yan yang merasa acuh tak acuh pada hal itu.


"Baiklah aku tidak akan melanjutkan perdebatan yang sia sia ini dengan mu..." Chang Li menyesal karena bertanya kepada Liu Yan dan menghela nafas panjang.


"Ngomong-ngomong saudara li tempat ini sangat enak sekali, jika saudara tidak keberatan apa yang saudara lakukan untuk memiliki tempat yang sangat nyaman ini..."


"Siall, ini nyaman sekali..." Liu Yan yang merasa keenakan dengan suasana di tempat itu.


"Aku tidak keberatan memberi tahukan mu hal itu, tapi sebagai gantinya kamu harus memberitahu ku terlebih dahulu bagaimana ibu ku bisa bertemu dan menjadi bawahan mu..."permintaan yang sederhana tapi sangat berarti baginya bahkan rela memberitahukan rahasia kenyamanan di ruangan ini.


"Baiklah Saudara Li, tapi kamu harus berjanji pada ku dulu, baru aku akan menceritakan semuanya..."ucap nya sambil duduk manis dengan senyum yang licik. "Baiklah aku berjanji..."


Setelah Chang Li menyetujui permintaan Liu Yan , Liu Yan pun mulai menceritakan tentang awal mula bagaimana ia bertemu dengan Xiao Ning bahkan tentang leluhur pertamanya.


Sebenarnya Chang Li cukup terkejut dengan apa yang dikatakan Liu yan karena ibunya mau mengikuti perintah seseorang tidak di kenal. Bukan hanya terkejut Chang Li sudah menebak jika sosok itu pasti sosok yang kuat hingga dengan kata katanya saja membuat ibunya tidak bisa menolaknya.


Setelah di pertengah cerita Liu Yan , ia menceritakan tentang Liu Li, dan siapa sangka jika Liu Li adalah murid dari Chang Li ketika di dunia Peri. Chang Li mengangkat ia menjadi murid bukan karena bakatnya. tetapi karena takdir Liu Li terikat olehnya.


Liu Yan yang mengatakan tentang Liu Li membuat Chang Li bernostalgia. karena sudah lama sekali mereka tidak bertemu.


Sekitar Ribuan tahun yang lalu Chang Li masih berada di Alam Dharma dan belum bertemu ibunya. Chang Li selalu mengawasi Alam Dharma dan selalu saja bertemu dengan manusia manusia yang sangat tidak manusiawi bahkan rela mengkhianati temanya hanya karena sebuah harta yang tidak berguna.


Tapi suatu hari ada sekelompok murid sekte yang sedang memasuki Alam Dharma terdapat dua puluh murid dan Liu Li diantara nya. Mereka menyelusuri hutan itu untuk mencari herbal tingkat tinggi dan sebuah buah yang sangat melegenda di telinga masyarakat.


Yaitu buah dao dan itulah tujuan utama mereka untuk menyelusuri tempat ini karena menurut legenda satu buah dao bisa di bandingkan dengan harga satu kota yang sangat besar bahkan setara dengan kerajaan kecil. Karena buah dao memiliki khasiat yang sangat luar biasa yakni memperkuat Nadi Vena Spritual.


Nadi Vena Spritual akan tumbuh pada seorang pembela diri sebelum mereka beranjak menjadi Kultivator sejati yakni Ranah Death Or Life. Nadi Vena Spiritual sangat berarti bagi seorang pembela diri untuk membangun fondasi yang kuat ketika menjadi Kultivator sejati.


Dan Alasan buah dao sangat bernilai dan langka karena buah dao tidak bisa di produksi dan hanya tumbuh di tempat yang jarang di temukan layak nya jamur tapi pertumbuhan buah dao sangatlah lama bahkan sampai ribuan tahun.


Kelompok itu terus menyelusuri tempat itu dan mereka pun sering bertemu dengan Hewan Spritual Tingkat 8 sampai 9 tapi tidak masalah bagi mereka yang berada di Ranah Death Or Life untuk membunuh Hewan Tingkat 9.

__ADS_1


Hari demi hari mereka lalui untuk mencari buah dao, tapi niat mereka untuk mencari buah dao tidak bisa tersampaikan bukan hanya bua dao yang tidak mereka temukan herbal tingkat tinggi pun tidak ada sama sekali hanya tingkat menengah dan rendah saja yang mereka jumpai.


Tapi mereka tidak berhenti mencari dan sampai suatu hari Liu Li sedang berjalan sendiri dan tidak sengaja menemukan sebuah pohon yang sangat besar namun tidak tinggi di setiap rantingnya terdapat buah dao yang sangat banyak.


Liu Li langsung berteriak ke arah temannya "Teman Teman Disini banyak sekali pohon Dao..." teriakan Liu Li langsung terdengar oleh temannya dan langsung bergegas menghampiri dirinya.


Tapi siapa sangka jika setelah melihat langsung pohon yang di penuhi buah Dao membuat Mereke menjadi ingin memiliki semuanya sendiri. dan ingin merebut nya dari Liu Li "Saudari Liu berikan saja semua buah Dao itu padaku dan aku akan membiarkan mu pergi juga memberikan satu untukmu...."


"Tidak tidak, berikan saja padaku aku akan melindungi mu di setiap perjalanan pulang nanti..."


Karena Liu Li menemukan pohon dao itu temannya menjadi berdebat dan mencoba untuk merebut dan dia sungguh menyesal atas perbuatan yang ia lakukan.


Tiba tiba ada salah satu dari temannya yang berkata "Bunuh saja Liu Li, kita bisa mendapatkan buah dao ini tanpa memberikan imbalan untuknya..."


Semua menatap Liu Li disertai senyuman yang mengerikan bahkan mereka tidak peduli lagi siapa yang menemukan pohon dao itu, semuanya menyerang Liu Li secara bergiliran.


Tetapi Liu Li tetap bisa bertahan dari serangan itu, meskipun Liu Li di serang oleh teman seperguruannya ia tidak menaruh dendam kepada mereka tapi justru menyesal karena memberitahu tentang keberadaan buah dao yang ia temukan.


Serangan demi serangan dilancarkan ke arah Liu Li dan membuat kondisinya sangat terpuruk tapi dirinya tidak tumbang dan terus menahan serangan mereka semua.


Liu Li menggunakan seluruh kekuatan nya untuk bertahan bukan untuk menyerang jika ia memutuskan untuk menyerang mungkin dia bisa membunuh setidaknya lima belas orang yang berada di depan nya.


"Hahaha, akhirnya anak ini mati juga...." Ucap salah satu temanya yang mengkhianati Liu Li.


"Merepotkan sekali , kenapa dia bisa sekuat itu menahan serangan kita semua ..."


"Hahaha ,kenapa kalian mengeluh seperti itu. bukankah ia sudah mati..." kata orang yang menyuruh teman temannya untuk membunuh Liu Li dan tertawa kegirangan.


Mendadak ada aura yang kuat menghampiri mereka semua dengan kecepatan yang sangat mengerikan bahkan tidak sampai sedetik sudah berada di depan mereka semua "Kalian Manusia yang tidak tahu untung!..." gertak pria itu yang tidak lain adalah Chang Li.


Melihat kondisi Liu Li , Chang Li menjadi begitu kesal dan langsung memusnahkan pengkhianatan itu hanya dengan satu jetikan jarinya, Setelah membereskan parah sampah itu Chang Li memasukkan satu butir pil penyembuh dan kemudian menggendong tubuhnya dan meninggalkan tempat itu dengan sangat cepat.


Chang Li membaringkan Tubuh Liu Li di atas kasur dan menyuruh salah satu bawahannya untuk merawatnya sampai Liu Li siuman dari pingsannya.


Dirinya menolong Liu Li bukan tanpa alasan karena di dekat Liu Li terdapat secuil aura ibunya yang melekat pada tubuhnya.


Satu hari berlalu dan Liu Li sudah siuman dari pingsannya kemudian membuka kedua matanya dengan perlahan dan lemas. "Dimana aku?..." Liu Li yang kebingungan karena setahu dia, dirinya sudah mati di tangan teman temannya.


Salah satu bawahan nya menjawab " Tenang saja anak muda, kamu di bawa kemari oleh tuanku, tunggulah disini aku akan melaporkan tentang siuman mu kepada tuan ku..." Pria itu kemudian pergi dari kamar yang di tempati Liu Li.


Setelah beberapa saat terdengar dari lorong langkah kaki yang sedang menuju ke kamar nya dan terlihat sesosok orang yang sangat tampan dari pintu itu yang tidak lain adalah Chang Li.

__ADS_1


Dirinya segera menghampiri Liu Li untuk bertanya hal yang penting kepada nya. " Anak muda, kamu sudah siuman?..." tanya Chang Li


Liu Li segera mencoba untuk membangun tubuhnya untuk duduk tapi segera di tahan oleh Chang Li. "Tidak perlu memaksakan tubuhmu beristirahat lah terlebih dahulu, nanti temui aku di ruang tamu. aku ingin berbicara penting kepadamu..."Chang Li yang segera keluar dari ruangan itu dan diikut oleh bawahan nya.


Setelah beberapa jam Tubuh Liu Li menjadi sehat kembali karena sudah menyerap semua khasiat dari pil yang di berikan Chang Li. ia pun langsung bergegas untuk menuju ruang tamu.


Di ruang tamu


Setelah menunggu lama akhirnya Chang Li mendengarkan langkah kaki yang sedang menuju ke ruang tamu dan ia sudah menduga jika itu adalah Liu Li.


Dan terlihat sosok anak muda yang memasuki pintu itu untuk menuju ruang tamu


"Maaf Senior, Menggangu waktunya..." Liu Li yang membungkuk dan menangkupkan tangannya.


"Tidak apa apa masuklah, aku ingin berbicara dengan mu..." Liu Li menghampiri nya dan langsung duduk disampingnya.


"Anak muda siapa namamu?..." Tanya Cheng Li dengan ramah


"Namaku Liu Li senior dari Keluarga Liu dari Dinasti Lan..." jawab Liu Li dengan sopan


"Baiklah Nak Li, aku ingin bertanya sesuatu..."


"Silahkan paman..." Setelah Liu Li menyetujui itu Chang Li pun langsung bertanya


"Sebenarnya aku merasakan aura samar samar milik ibu ku di tubuhmu, apa kamu tahu dimana kamu pernah bertemu ibu ku?..."


"Maaf paman saya tidak mengerti apa yang paman maksud.."


"Baiklah jika kamu tidak mengerti, karena kamu memiliki aura ibuku. Apakah kamu mau menjadi muridku untuk menebus dosaku yang lalu?..."Tanya Chang Li sambil menangkupkan tangannya dan menunduk.


"Paman apa yang kamu lakukan?..."Dirinya yang meminta agar Chang Li tidak melakukan hal itu


"Tapi paman, aku tidak bisa menjadi muridmu karena aku tidak bisa menetap di satu tempat karena aku suka berpetualang untuk mencari pengalaman.


Chang Li yang mendengarkan pernyataan dari Liu Li menjadi sangat kecewa karena menolak permintaannya. Tapi segera dibantah pikiran itu oleh Liu Li "Paman aku memang tidak bisa menjadi muridmu tapi karena paman sudah menyelamatkan nyawaku, aku pasti akan membalas Budi ini pada mu..."


"Benarkah Nak Li ?..." Tampak wajah murung Chang Li yang kembali menjadi ceria dan bahagia. Karena ia yakin bahwa suatu hari nanti Liu Li dapat mempertemukan kembali ia dengan ibunya.


"Ummm!..." Liu Li yang mengangguk senang


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2