Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.255 - Koloseum


__ADS_3

“Para petarung yang memenangkan pertarungan bisa memutuskan untuk lanjut bertarung atau pun keluar dan di ganti oleh petarung lainnya,” pelayan yang bersama Xiang Shin menjelaskan lebih lanjut, “sepertinya Guo Seng ini bertarung lagi. Apa anda ingin mencoba bertarung melawannya, Tuan? Tapi jika ada sesuatu yang terjadi pada mu, Keluarga Luo tidak akan bertanggung jawab.”


“Menarik juga,” Xiang Shin tersenyum tipis, “Cai’er, pasang semua uang mu untuk ku, kita akan memanen Kristal Saint!”


“Ya,” Huo Cai’er mengangguk pelan.


Xiang Shin pun melompat masuk ke dalam arena.


Sementara itu, petarung yang tadi menang berteriak keras seperti hewan buas yang baru saja memenangkan pertarungan.


“Aku ingin bertarung lagi! Apa ada di antara kalian yang ingin melawan ku?! Aku Guo Seng siap melayani!” Guo Seng menyeringai lebar, melihat ke arah tribun penonton.


Seringai Gou Seng semakin lebar saat melihat seseorang memasuki arena untuk melawannya.


“Oh, seorang bocah ternyata. Melihat penampilan mu, kau sepertinya adalah tuan muda Keluarga ternama,” Guo Seng mengacungkan pedang besarnya, “Bunga yang hanya tumbuh di dalam rumah kaca, kau tidak akan kuat menahan angin yang ada di dunia luar. Kau sudah menggali kuburan mu sendiri.”


“Begitukah? Aku pikir setelah pertarungan tadi kau mungkin cukup kelelahan,” Xiang Shin menciptakan pedang dari energi pedang.


“Oh jadi karena itu kau berani melawan ku ya,” Guo Seng memasang kuda-kudanya, “Guo Seng. Bocah, perkenalkan nama mu dulu agar aku bisa mengingat nama mu sebelum aku membunuh mu.”


Xiang Shin tersenyum tipis, “Xin Xian.”


Xiang Shin menggunakan nama samaran karena ia tidak mungkin menggunakan nama aslinya di sarang musuh.


“Kalau begitu Xin Xian, bersiaplah!” Guo Seng langsung melesat maju.


Tsunami Api!


Satu tebasan pedang Guo Seng mengeluarkan gelombang api seperti ombak tsunami besar.

__ADS_1


Gelombang Amukan Air!


Xiang Shin mengeluarkan serangan yang sama persis dengan Guo Seng hanya saya menggunakan elemen air. Gelombang api dan air berbenturan, air menguap membuat seluruh arena tertutupi kabut.


Para penonton menanamkan penglihatan mereka, berusaha melihat apa yang terjadi di balik uap kabut.


Xiang Shin dan Guo Seng bertarung di dalam kabut, saling beradu serangan pedang dari jarak dekat. Setiap pedang mereka berbenturan menyebabkan gelombang angin tipis yang menyebar hingga membelah daratan.


“Ho, kau ternyata memiliki keterampilan pedang yang lumayan!” Guo Seng memusatkan lebih banyak energi pada pedangnya kemudian melakukan tebasan kuat.


Xiang Shin menahan tebasan tersebut namun ia tetap terlempar ratusan meter jauhnya. Guo Seng langsung melesat mengejar.


Seketika Guo Seng sudah berada tepat di atas Xiang Shin.


“Hahaha! Mati kau bocah!”


Xiang Shin tersenyum tipis.


Teknik Pedang Asura! 4 Pedang Ilusi!


Xiang Shin menahan tebasan Guo Seng dengan dua pedang yang di silangkan, kemudian menggunakan dua lengannya yang lain untuk menebas tubuh Guo Seng menjadi beberapa bagian.


Guo Seng tewas di tangan Xiang Shin.


Uap asap menghilang, para penonton terkejut melihat Xiang Shin yang berdiri tegak tanpa terluka dan mayat Guo Seng berada di depannya.


“Apa yang terjadi? Bagaimana Guo Seng bisa tewas?”


“Mana ku tau, kabutnya terlalu tebal, aku tidak bisa melihat dengan jelas.”

__ADS_1


Sementara itu, Huo Cai’er tersenyum tipis, dia memenangkan judi. Ia tadi memasang 100.000 Kristal Saint.


Di setiap sudut Koloseum terdapat area khusus untuk berjudi.


“Aku memasang lagi 200 ribu Kristal Saint untuk Xin Xian,” Huo Cai’er langsung memasang taruhan.


“E.. nona, bagaimana jika Xin Xian tidak ingin bertarung lagi?”


“Dia akan bertarung,” Huo Cai’er menjawab singkat.


***


Di arena.


“Apakah ada lagi yang ingin melawan ku?” Xiang Shin bahkan masih belum merasakan pemanasan dari pertarungan melawan Guo Seng tadi.


“Pemuda ini cukup menarik,” salah satu Tetua Keluarga Luo yang duduk di podium khusus mengelus jenggotnya, “keluarkan petarung di puncak tingkat Immortal Spirit!”


Sari salah satu sudut dinding pembatas arena, gerbang besi terbuka dan seorang wanita cantik keluar dengan tangan yang di rantai.


Beberapa orang membuka rantai tersebut kemudian aura milik wanita itu langsung menyebar.


“Ah.. sudah lama sekali aku tidak merasakan energi Qi di dalam tubuh ku. Rantai terkutuk itu benar-benar menyegel energi ku,” wanita itu berdecak kesal.


Sesaat kemudian wanita itu tersenyum menawan menatap Xiang Shin. Ia melangkah dengan pose yang menggoda, wajah cantik serta tubuh yang luar biasa membuat para penonton menelan ludah.


Wanita itu bernama Sheng Wei, di tahan oleh Keluarga Luo karena membunuh salah satu anggota Keluarga Luo.


“Adik kecil jadi kau yang akan menjadi lawan ku ya,” Sheng Wei terus berjalan mendekat dengan langkah pelan, “bagaimana jika kau menyerah saja, dengan begitu aku akan bebas dan kita berdua bisa menghabiskan malam bersama.”

__ADS_1


__ADS_2