Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Eps 9 - Ujian Perekrutan 1


__ADS_3


Esok harinya ketika Acara Perekrutan Murid digelar


Banyak sekali Orang Yang berdatangan mulai dari yang rakyat biasa sampai kelurga besar dari ibukota


Jika Kelurga besar yang menuju sana di jaga oleh kultivator Ranah Penyempurnaan Qi ada juga keluarga ternama yang di jaga oleh Penyucian Qi Tahap 5 dan itu merupakan keluarga Lan dari kekaisaran Lan . sedangkan Rakyat biasa mempertaruhkan nyawanya untuk melewati hutan kabut.


Suasana di sana benar benar meriah Tempat perekrutan pun yang tadinya sepi menjadi sangat ramai


"Semua para jenius yang disini. saya ucapkan selamat karena telah Melawati ujian pertama yaitu melewati hutan berkabut dengan selamat..." ucap Patriak long


Ujian yang kedua jauh lebih sulit dan jauh lebih sakit yaitu Paviliun Tangga Jiwa, Di setiap tangganya terdapat ujian jiwa yang berbeda-beda dan berjumlah 999 sebenarnya ada 1000 namun sayang sekali tangga ke 1000 hanyalah legenda , Yang bisa mencapai Tangga ke 5 bisa menjadi murid luar, yang bisa mencapai Tangga ke 50 menjadi murid dalam yang mencapai Tangga ke 100 menjadi murid inti yang mencapai Tangga ke 300 menjadi murid elit yang bis mencapai Tangga ke 500 bisa menjadi murid suci dan yang mencapai Tangga ke 999 menjadi murid dewa


Bahkan banyak sosok yang jauh lebih kuat dari Patriak di dalam Sekte Naga Api dan Patriak long hanyalah pemimpin para murid luar, murid dalam, murid inti dan murid elit , Keberadaan Murid suci dan Murid dewa berada di atas langit tepat di Atas Sekte Naga Api


"Ujian yang kedua kali ini sangat lah sulit dan siapapun yang bisa melangkah ke tangga 5 paviliun Jiwa bisa di nyatakan lolos.." ucap Patriak long


Banyak sekali yang meremehkan tangga tersebut ada juga yang masih trauma karena kegagalan nya di tahun kemarin


"Sepertinya Tantangan kali ini sangat lah mudah.." seorang remaja yang sudah Berada di Di Ranah Penyucian Qi di umur yang sangat mudah


"Bukankah Itu Dong Za yang merupakan jenius sejati dari kekaisaran Qin..."


" Benar saudara , rumornya Dong Za pernah membunuh kelompok bandit yang semuanya di Ranah Penyucian Qi."


" Bakat yang sangat mengerikan andai aku bisa memiliki bakatnya walaupun hanya setengah aku pasti akan menjadi tetua murid dalam dalam hitungan tahun!!.."


Semua Orang memuji muji bakat Dong Za namun sayang sekali perhatian tersebut di ambil oleh seorang anak remaja yang sangat tampan tidak lain dia Liu Yan


" Siapa dia?. Kenapa Patriak dimatanya hanya seperti Kucing yang selalu menurut..."


"Aku juga tidak tau bukankah dia hanya Pengumpulan Qi ?..."


"Sepertinya ia menggunakan latar belakangnya untuk memasuki Sekte Naga Api!!


Semua pun mulai meributkan dirinya ada beberapa yang menghinanya karena menggunakan latar belakang nya untuk memasuki Sekte dan ada juga yang memujinya karena sangat tampan


"Semuanya Harap tenang!!..." Suara Patriak long yang mengeraskan suaranya menggunakan dan menggema


Seketika suasana menjadi sangat hening dan nafas semua orang terdengar.


"Perkenalkan Ia Liu Yan yang merupakan Tetua murid dalam di Sekte Naga Api. Meskipun Ia berada di ranah kondensasi Qi kekuatannya setara dengan Ranah Tribulasi Tahap 1!.." Patriak long yang memperkenalkan Liu Yan


Semua orang tersentak kaget . bagaimana mungkin orang yang berada di Ranah Pengumpulan Qi Tahap 9 bisa di katakan setara dengan Ranah Tribulasi Tahap 1. bahkan jika Satu ranah di atasnya saja memiliki kesenjangan yang cukup besar

__ADS_1


Semua orang yang tidak percaya dan mengatakan Patriak long hanya melebih lebihkan saja .


Tiba tiba orang yang sangat tampan dan tidak lain merupakan Liu Yan mengeluarkan suaranya


"Jika kalian semua bisa menahan Hanya aura intimidasi ku tanpa tersungkur ke tanah aku sendiri yang akan mengundurkan diri menjadi tetua murid dalam..."


"Sepertinya kita diremehkan. mana mungkin hanya Ranah Pengumpulan Qi Tahap 9 bisa mengintimidasi ranah di atasnya.."


"Kalian bersiaplah ..." ucap Liu Yan yang mulai mengeluarkan Aura Intimidasi nya


Udara yang Sejuk karena hembusan angin di Sekte Naga Api berganti manjadi rasa mencekam yang sangat kuat hingga membuat semua orang susah bernafas


Ada beberapa yang sudah tersungkur ke tanah dan ada juga yang pingsan karena meremehkan Liu Yan


" Ternyata Aura....Aura ini sangat mencekam dan begitu pekat .." ucap salah satu seorang murid yang masih berdiri namun hanya Dong Za yang berdiri kokoh seperti tidak terjadi apa apa


"Sepertinya kalian bisa menahannya. Sepertinya aku akan menaikannya hingga dua kali lipat.Kuat kan diri kalian." ucap Liu Yan dengan tegas


Aura yang tadi hanya mencekam sekarang Memunculkan ilusi kepada setiap Murid dan terdapat energi pekat yang membuat orang yang tidak bisa menahan nya seperti akan terseret oleh angin.


Banyak sekali murid yang berjatuhan dan ada beberapa yang memuntahkan seteguk darah.Namun Ada beberapa yang masih berdiri kokoh Selain Dong Za ada juga Lan Xue Hua, Qin WuQing , Wu Tao , Lin Zhi dan shui Rui


Semua berdiri kokoh layaknya Seorang raja yang mendominasi. Aura pun semakin lama semakin kuat dan sangat menindas hanya orang yang memiliki tekad kuat yang dapat bertahan


Semakin lama Jenius jenius tersebut berjatuhan dan tertinggal 1 orang yaitu Lan Xue Hua


"Brukk...."


" Nona muda ..." ucap penjaga tersebut


dengan khawatir


"Nona muda kalian sangat kuat aku akan mengangkat nya menjadi murid secara pribadi. Biar aku sendiri yang membawanya.."


semuanya bersorak kepada Liu Yan karena hanya Ranah Pengumpulan Qi bisa membuat Ranah di atasnya menjadi tersungkur ke tanah hanya dengan auranya saja.Dong za mengepalkan tangannya dan marah karena di permalukan Liu Yan


"Hidup tuan muda!..."


"Aku harap dapat menikahinya..."


"Tuan muda jadikan aku selirmu(>_<)..."


"Kamu kan laki bodoh( –_–)


Semuanya Harap tenang karena ujian tahap ke 2 akan dimulai esok hari dan semuanya menginap di tempat yang telah kami siapkan. Semuanya pun kembali ke tempat penginapan tamu Sekte Naga Api

__ADS_1


Liu Yan sedang mengendong Lan Xue Hua. menghirup harum yang sangat wangi bahkan dirinya pun kadang tergoda akan lan Xue namun sayang sekali Liu Yan merupakan orang yang berpendirian. dia tidak akan melakukan orang yang tidak ia cintai


"Dimana aku? Bukankah aku tadi pingsan di tempat Ujian Sekte Naga api.." ucap Liu Yan dengan membuka matanya dan melihat kanan kiri


Kyaaaaa!!!!.


Liu Yan mendengar lan Xue Hua berteriak pun langsung membuka matanya


" Ada apa ? kenapa kamu berteriak....." ucap Liu Yan yang sedang panik


Plak.....


" Dasar mesumm!!!..." Lan Xue Hua yang menampar Liu yan


"Maafkan aku gadis kecil. karena mengejutkan mu. Aku lah tetua murid dalam yang menjadi penguji mu tadi..."


"Kenapa kamu ada disini?..." Jawab Xue Hua yang menjaga jarak karena ketakutan . sebenarnya ia baru pertama kali seorang laki laki yang menyentuhnya selain ayahnya. bahkan penjaga dia juga seorang wanita


"Kamu Tidak perlu khawatir. Aku tidak akan menyentuhmu..." Liu Yan yang tersenyum Masam


"Hmmph. Mengapa Kamu beradu disini?.."


"Aku kesini karena ingin mengangkat mu menjadi murid ku, Apa kamu mau ?..." Tanyak Liu Yan


"Kenapa kau mau mengangkat ku menjadi murid mu?. Bukankah Umurmu bahkan lebih mudah dariku" Lan Xue Hua yang bertanya dan menaikan alisnya.


"Hehehe Tidak masalah kan Nona manis.."


"Tidak masalah, Tapi apa kamu ada niat buruk untuk ku..."Lan Xue Hua yang bertanya tanya


"Tidak Nona, Aku mengangkat mu menjadi murid ku karena aku melihat tekad mu yang begitu kuat. Karena Aku menyukai seorang yang memiliki tekad.." Ucap Liu Yan dengan bijak


"Pergilah ke Perpustakaan Sekte Naga Api aku akan menunggumu di sana.." Liu Yan yang menyuruh Lan Xue Hua dan pergi begitu saja dari hadapannya


"Hmmph.." Lan Xue Hua yang tersipu malu karena di puji dirinya.


" lelaki yang aneh, tapi tidak begitu buruk.." gumam Lan Xue Hua dengan tersenyum memandangi bulan dan tertidur . hingga lupa apa yang dia katakan Liu Yan padanya Padahal Liu Yan ingin terlihat sedikit bijaksana.


5 jam kemudian


"Diman dia? kenapa tidak mendatangi ku. Bukankah aku terlihat seperti guru yang bijaksana..." ucap Liu Yan dengan terheran heran


"Ah ya sudah lah mungkin dia sudah tertidur.."


Lan Xue Hua yang mengintip dari tempat celah celah Perpustakaan pun tertawa karena dia tidak bisa tidur

__ADS_1


"Terimakasih kasih guru..." gumam Lan Xue Hua yang masih tertawa ringan


Bersambung.


__ADS_2