Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.417 - Sudah Saatnya


__ADS_3

Xiang Shin panik saat tidak menemukan keberadaan Xiang Fei di dalam rumah.


“Padahal aku sudah menyuruhnya untuk tetap tinggal di rumah, apa yang dia lakukan?” Xiang Shin buru-buru keluar, melihat ke berbagai arah dari dimensi kekacauan waktu ini yang begitu luas.


Xiang Shin langsung mengeluarkan semua Pedang Daonya untuk mencari keberadaan putrinya. Ia tentu juga tidak diam saja di sana, ia melesat ke arah tertentu untuk mencari Xiang Fei.


Meskipun Xiang Fei memiliki kekuatan yang sangat mengerikan, namun dia masih belum mampu mengontrol kekuatan tersebut. Xiang Shin juga belum pernah mengajarinya cara bertarung ataupun membunuh, jadi berkeliaran di luar masih sangat berbahaya untuk Xiang Fei.


“Kyaaaa! Menjauh kalian!!”


Tiba-tiba Xiang Shin mendengar suara teriakan Xiang Fei. Ia buru-buru melesat ke sumber suara, ia khawatir terjadi sesuatu pada putrinya karena teriakan tadi.


Xiang Shin akhirnya melihat keberadaan Xiang Fei yang di kelilingi puluhan Spirit Beast. Putrinya itu berjongkok menutup mata dan telinganya sambil menangis di tengah-tengah Spirit Beast.


“Ayah..! Di mana kau? Tong Fei’er!” Xiang Fei terus berteriak.


Xiang Shin bergerak semakin cepat. Ia melihat para Spirit Beast itu hanya diam di tempat tidak bergerak. Mungkin putrinya telah secara tidak sadar mengeluarkan kekuatannya untuk menghentikan pergerakan mereka.


Karena Xiang Fei terlalu takut, dia sama sekali tidak sadar akan hal itu dan terus menangis. Wajar saja untuk gadis kecil sepertinya.


“Fei’er! Ayah datang menyelamatkan mu!”

__ADS_1


Xiang Shin berniat melancarkan serangan, namun ketika ia mencapai jarak tertentu, tubuhnya tiba-tiba berhenti bergerak di udara.


Ia masih bisa melihat, berpikir ataupun mendengar, namun tidak dapat menggerakkan tubuhnya, bahkan matanya sekali pun.


Mungkin saja Fei’er telah membuat domain tertentu yang luas untuk menghentikan gerakan siapa saya dalam jarak jangkauan domain.


Mendengar suara ayahnya, Xiang Fei menoleh. Ia menangis lebih keras lalu melesat terbang menuju ayahnya, melewati para Spirit Beast itu begitu saja seolah tidak melihat keberadaannya.


“Ayah..!”


Xiang Fei memeluk Xiang Shin dengan erat sambil menangis lebih keras. Gadis kecil itu merasa lega akhirnya bisa bertemu lagi dengan ayahnya.


Efek dari kekuatan Xiang Fei tiba-tiba menghilang, Xiang Shin bisa bergerak kembali, begitu juga dengan para Spirit Beast itu.


“Kalian sudah membuat putri ku menangis jadi jangan harap bisa pergi begitu saja!” Xiang Shin mengibaskan tangannya, mengeluarkan gelombang angin yang memotong tubuh semua Spirit Beast itu.


“Ayah.. Fei’er pikir tidak bisa lagi bertemu dengan ayah.. Fei’er takut.” Xiang Fei terus menangis.


“Fei’er, apa yang kau lakukan di luar? Bukankah ayah sudah bilang untuk tidak keluar rumah sampai ayah kembali?” Xiang Shin mengusap air mata putrinya.


“I-itu karena.. ayah lama sekali tidak pulang.. padahal ayah sudah janji akan pulang cepat.. tapi setelah satu tahun ayah masih belum pulang.. Fei’er jadi khawatir terjadi sesuatu pada ayah jadi Fei’er keluar untuk mencari ayah.”

__ADS_1


“Satu tahun?” Xiang Shin bergumam pelan dengan kerutan kening, “ini pasti karena dimensi kekacauan waktu ini yang membuat alur waktu menjadi kacau.”


“Tenanglah, ayah sudah di sini bersama Fei’er. Sekarang ayo kita pulang,” Xiang Shin menggendong Xiang Fei kemudian membawanya terbang kembali menuju rumah mereka.


Setibanya di rumah, Xiang Shin menghabiskan waktu untuk menangkan putrinya. Ia menemaninya tidur dan menjaganya sepanjang waktu.


Karena kejadian itu, Xiang Shin berjanji tidak akan pernah meninggalkan Xiang Fei sendirian lagi. Ia akan membawa putrinya ke mana pun ia pergi sampai putrinya sudah cukup dewasa dan bisa menjaga dirinya sendiri.


Xiang Shin terus melatih Xiang Fei, hingga 1 tahun berlalu ia sudah mengajari putrinya cara bertarung dan menjaga diri.


Xiang Shin sering membawa Xiang Fei keluar untuk berburu Spirit Beast.


5 tahun akhirnya berlalu semenjak Xiang Shin mengadopsi Xiang Fei sebagai putrinya. Yah setidaknya ia merasa waktu sudah berlalu selama 5 tahun, entah apakah itu benar karena alur waktu di tempat ini sangat kacau.


Setidaknya Xiang Shin cukup yakin dengan hal itu karena sekarang putrinya memiliki penampilan gadis berusia 12 tahun.


Meskipun begitu sifat dan sikap Xiang Fei tidak berubah, dia masih saja menempel seperti lem dan memiliki hobi di gendong olehnya.


Mungkin ia terlalu memanjakannya. Tapi Xiang Shin cukup yakin ia juga cukup tegas dalam mengajari putrinya itu.


Waktu yang Xiang Shin habiskan bersama Xiang Fei sangat tidak terasa. Xiang Shin bahkan sesekali lupa kalau dirinya sekarang sedang berada di dalam Istana Xiang Shin.

__ADS_1


Sekarang sudah saatnya untuk keluar dari tempat ini.


__ADS_2