Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Eps 14 - Pertarungan Yang Sengit


__ADS_3


Setelah pertandingan Hu Tao melawan Lan Xue Hua . Sekarang adalah waktu yang di tunggu² Semua orang karena Dong Za melawan Liu Yan.


Namun kali ini Dong Za berhasil menembus Ranah Penyucian Qi tahap 2. Tetapi tidak hanya Dong Za yang menembus Ranah Selanjutnya. Liu Yan juga Menembus Ranah Penempaan Tulang Tahap 3


Meski Dong Za berhasil menembus tahap selanjutnya. Namun di mata Liu Yan Tetap sama saja Bahkan Ranah Penyucian Qi tahap puncak pun belum layak mengeluarkan Pedangnya.


Keduanya Pun Menaiki Arena secara bersamaan. Liu Yan menaiki Arena dengan membawa Ranting pohon yang sangat rapuh dan Dong Za berbeda dari sebelumnya


Dong Za membawa salah satu dari 12 pedang tingkat langit, Pedang Naga Giok yang merupakan Warisan dari Luluhur keluarga dong.


Dahulu kala Keluarga Dong merupakan 12 dari keluarga kuno yang terdapat di dunia fana. Setiap keluarga besar memiliki Hartanya yang berbeda Dan keluarga Dong lah yang memiliki Harta berupa Pedang .


"Lihat semuanya, Bukankah itu Pedang legendaris itu?.."


"Benar Benar , Hanya 12 keluarga besar yang memiliki senjata tahap langit dan bukankah dia memegang Pedang Naga itu?..."


"Konon Katanya 12 Senjata langit Bisa menghancurkan seluruh kota dengan sekali ayunan!..."


Semuanya Ramai membahas tentang pedang yang di pegang Dong Za dan memuji mujinya.


"Kenapa Tuan muda hanya menggunakan Ranting?. Apakah Dia terlalu percaya diri.."


Semua orang mulai meragukan kemenangan Liu Yan yang merupakan jenius dari para jenius, mereka semua mengira meskipun Liu Yan jenius tetap tidak bisa di bandingkan pedang tahap langit.


Tiba tiba ada seorang yang sangat cantik berpakaian putih dan memakai cadar berwarna ungu . kulitnya halus nan lembut sedikit dingin namun sangat hangat, Tidak lain dia merupakan Zong QianQian.


"Bagaimana Jika kita bertaruh?.." Qian Qian yang menaruh sekantong uang platinum untuk bertaruh kepada Liu Yan.


"Hahahaha apakah kamu bodoh, meskipun Liu Yan merupakan jenius dari para jenius tapi tidak bisa di Bandingkan dengan pedang tahap langit!..."


Ucap salah satu murid yang ada di sana.


Murid itu tidak pernah melihat kemampuan Liu Yan bahkan menyampaikan kekuatan Patriak long. Jika tidak mana mungkin dia berani berkata kurang ajar seperti itu.


"Baiklah Kita bertaruh!..."ucap murid itu dan mengeluarkan sekantong koi platinum.


Semua tidak hanya tinggal diam dan ada sebagain yang bertaruh pada dong Za dan sebagian nya bertaruh kepada Liu Yan.


"Apakah kalian bodoh?. Bahkan pedang yang di keluarkan oleh Liu Yan saja jauh lebih pekat Energi nya di banding tahap langit itu..." Gumam Patriak long


Semua yang bertaruh kepada Liu Yan , semua mengetahui betapa mengerikan Pedang kerakusan yang Liu Yan keluarkan waktu itu. Bahkan di dalam sarungnya saja membuat orang tidak bisa bernafas.


Setalah semua perdebatan akhirnya Pertarungan pun di mulai. Liu Yan hanya berdiri santai layaknya seorang guru yang mendidik muridnya. Tapi Dong Za tidak ingin kalah dengan Liu Yan .


Dong Za mengeluarkan Pedangnya dari sarung nya yang merupakan suatu kehormatan bagia seorang Kultivator yang mengeluarkan Pedangnya.


Meskipun Dong Za itu merupakan orang yang arogan dan congkak . Tapi dia tidak pernah meremehkan lawannya bahkan jika melawan Kultivator Tahap kondesasi Qi.


"Mohon bimbingannya..." Ucap Liu Yan dengan


"Mohon bimbingannya Tetua Dalam.." Ucap menyapa balik Dong Za dengan tegas


Semenit kemudian tidak ada yang bergerak di antara keduanya. Tapi beberapa Saat Dong Za memulai langkah terlebih dahulu. Dan langsung melesat ke Arah Liu Yan


"Wushhh.....

__ADS_1


Ketika Pedang Dong Za menganyukan Pedang nya ke Liu Yan. Pedang itu bertabrakan dengan Ranting Liu Yan.


Boom.... Boom..... Boom


Suara Formasi terkena dampak bentrokan keduanya sekarang Lapisan formasi. Menjadi retak di lapisan pertamanya.


"Ha?, Apa aku tidak salah liat..."


"Bagaimana Mungkin? Bukankah Itu hanya Ranting?.."


"Apakah itu ranting Dewa?.."


Penonton yang terkejut dan membuka mulutnya karena tercengang melihat Liu Yan yang tidak berpindah dari posisi awalnya dan bahkan ranting nya baik baik saja.


"Apakah hanya ini kemampuan mu Dong Za?.." Ucap Liu Yan dengan tidak puas


"Bagaimana mungkin kamu baik baik saja ketika menahan serangan penuh ku.." Jawa Dong Za dengan keringat dingin


"Kekuatan bukanlah segalanya. Keterampilan,Ketenangan,Pemahaman Semua itu di butuhkan untuk sebuah Pertarungan..." Liu Yan yang masih menahan Pedang Dong Za dengan sangat santai


"Dong Za jangan terlalu angkuh akan kekuatan yang kamu miliki. Karena di atas langit masih ada langit..."


Karena Dong Za tidak percaya dengan apa yang di katakan Liu Yan . Kekuatan lah yang mendominasi semua itu yang dia percayai.


"Serangan Naga Giok..." Dong Za mengaliri pedang nya dengan Energi Qi. Energi Itu menyatu dengan Pedang dan menjadikan Pedang di lapisi oleh Qi.


Tapi sayang sekali itu tidak membuat Liu Yan bergeming . Justru ia ingin membuat Dong Za dalam keputusasaan dan membimbing nya, Karena menurut Liu Yan Dong Za tidak mempercayai selain apa yang hati nya katakan.


"Liu Yan terimalah Serangan ku..." Pedang yang dengan ganas mengarah ke Liu Yan dengan kecepatan yang sangat cepat


"Duarrrrr..........."


Tetapi Liu Yan masih dapat menangkis serangan tersebut dengan satu tangan tanpa kesusahan. Dong Za tidak terkejut tetapi serangan pertama hanyalah serangan yang lemah di banding serangan yang ke dua. Dong Za menebaskan Pedangnya kembali


Slash.........Slash........ Slash........


Energi kuat menerjang ke arah Liu Yan secara giliran dan memiliki sayatan Tajam. Meskipun Serangan itu hanya Serangan kedua tapi disusul Serangan ke tiga dan seterusnya semakin lama maka semakin cepat dan tajam .


Teknik Naga Giok memiliki 54 tebasan dan semakin lama tebasan itu maka semakin kuat dan cepat.


Hanya saja Dong Za hanya mampu mempelajari Tebasan hingga ke 32. Tebas demi tebasan dilakukan oleh Dong Za.Namun tidak ada satu serangan pun yang tidak dia tangkap hingga tebasan ke 32


"Liu Yan ini merupakan tebasan yang paling kuat!. jadi jangan meremehkannya.."Dong Za Yang memperingatkan Liu Yan


Tentu saja Liu Yan dari awal tidak pernah meremehkan Dong Za , dia hanya sedikit memprovokasinya untuk membuat Dong Za marah.


Karena pada umumnya Kemarahan memang menambah sedikit kekuatan karena dapat membangkitkan semua sarafnya. Tetapi pengguna yang marah tidak fokus dan hanya menyerang secara membabi buta.


Energi yang sangat besar langsung menuju ke arah Liu Yan. Berbeda dengan sebelumnya yang hanya memiliki energi Qi . Tebasan ke 32 memiliki Aura pedang atau hasrat nya.


Duar......... Duar.......... Duar..........


Suara gelombang ledakan yang sangat dahsyat hingga menghancurkan semua Formasi. Tetapi Liu Yan tetap tidak berpindah pada posisi awalnya


"Sayang sekali Dong Za meskipun kamu bisa melatih hasrat Pedang. Tetapi kamu belum menyempurnakannya .." Ucap Liu Yan dengan tegak dan sangat mendominasi


"Tidak mungkin! Ini adalah teknik yang kupelajari bertahun tahun.."

__ADS_1


"Dong Za bukankah sudah ku bilang kekuatan bukanlah segalanya .."


"Tidakkkkk!!!...."


Teriak Dong Za yang tidak mempercayai hal tersebut karena selama ini ia percaya jika kekuatan lah yang berbicara.


Dong Za mempercayai hal tersebut bukan karena tanpa alasan. Dulu ketika Dong Za masih berumur 8 tahun dia adalah anak yang penurut dan juga sangat baik terhadap siapapun.


Tetapi tidak lama kebahagiaannya di hancurkan oleh seorang . Pada pagi hari ketika Dong Za keluar karena dia ingin membantu orang orang untuk mendapatkan uang dan membantu orang tuanya.


Ketika Fajar menjemput Dong Za memiliki perasaan yang sangat buruk. Tak lama dari itu dia segera berlari karena dia sangat yakin ada sesuatu buruk sedang terjadi.


Deg.....


Seketika jantung Dong Za ingin berhenti karena melihat keluarganya terbunuh tidak terkecuali adiknya yang masih bayi.


Dong Za tidak percaya itu adalah mimpi dan menampar wajahnya


"Ini mimpi kan?.... Ini mimpi kan !!! ....... Tidak mungkin ini terjadi jika bukan mimpi.." Wajah Dong Za yang tersenyum bingung karena tidak percayaan


Tidakkkkk!!!! Aku tidak ingin ini terjadi . Teriak Dong Za sambil menangis hingga membuat suara nya menjadi sangat serak.


"Anak muda Kamu harus menjadi kuat untuk melindungi orang yang kamu sayangi.." Suara yang tiba tiba terdengar dari lorong atap dan menghilang dengan hembusan angin


"Hahahahahaha Dewa kamu benar benar bercanda pada ku. Lihat saja aku akan menjadi kuat dan mencari tahu siapa yang membunuh keluarga ku . Akan ku hancur kan seluruh keluarganya dan semua yang berhubungan dengannya. Teriak Dong Za dengan nada yang sedih dan sangat serak


"Dong Za aku tahu kamu memiliki kesedihan yang mendalam .Tetapi kamu harus tetap maju karena dengan begitulah kamu menjadi kuat.."


"Ahh begitu yah , ternyata yang di maksud orang itu kuat seperti ini. Bukan seperti yang aku pikirkan..." Ucap Dong Za yang merasa lega dan tersenyum kemudian dia terjatuh pingsan..."


'Haaaa anak ini benar benar saja merepotkan ' Gumam Liu Yan dengan tersenyum bahagia karena dia berhasil membuat Dong Za kembali ke jalan yang benar.


"Hidup tuan muda.."


"Hidup tuan muda.."


"Hidup tuan muda.."


Sorakan penonton yang takjub akan kemampuannya. Dah bahkan Orang yang memasang taruhan pada Dong Za sangat menyesaliya.


"Bagaimana Dong Za kalah, Hanya dengan ranting?.."


Ucap Seorang murid yang tidak pernah mengetahui kekuatan Liu Yan dan juga seorang murid elit dari ranah Flowing Qi tahap 4 bahkan lebih kuat dari tetua murid luar. Dialah Qiu Xiao yang merupakan jenius nomer 1 di Sekte Naga Api dan salah satu kandidat murid suci


"Kalah tetaplah Kalah jangan menyangkal hal itu.." Ucap Qiu Xian yang merupakan saudara kembar Qiu Xiao,


Dirinya lebih berbakat dari pada adiknya yang berada di ranah Flowing Qi tahap 5 dan sekaligus tetua murid dalam selain itu dirinya juga memiliki fisik yang sangat langka yaitu fisik Dewa Ashura.


Dirinya memasang taruhan kepada Liu Yan bukan tanpa alasan. Dia juga menyaksikan kekuatan Liu Yan ketika hari pernikahan Zong QianQian waktu itu.


Meskipun Dirinya tidak tersungkur ke tanah tapi dia sudah kesulitan bernafas hanya karena aura intimidasi dari Liu Yan. Itu pun Liu Yan yang hanya di tahap kondensasi Qi bagaimana jika tahap body tempering


"Cih...." Qiu Xiao yang langsung pergi karena malas berdebat dengan kakaknya


Setelah Itu Qiu Xian menghampiri Liu Yan dan memberi hormat


"Hormat tuan muda. Maaf menganggu apakah aku boleh mengangkat Dong Za menjadi murid ku?.." Qiu Xian yang memberi hormat dalam keadaan membungkuk dan memohon dengan tulus.

__ADS_1


"Saudara tidak perlu terlalu sopan Bagaimana pun kamu juga termasuk tetua. Jika kamu mau menjadi guru Dong Za itu bukan keputusan ku mari kita tanyakan nanti pada dirinya sendiri..." Liu Yan yang menangkupkan tangan nya untuk memberi hormat


"Baiklah tuan muda..." Jawab Qiu Xian


__ADS_2