
Turnamen babak ketiga masih berlangsung sampai sekarang. Mungkin ini akan menjadi babak paling lama karena para peserta harus melakukan pertarungan berkali-kali hingga hanya tersisa 20 peserta di masing-masing Koloseum yang melaju ke babak berikutnya.
Setelah semua peserta bertarung, kini di Koloseum nomor 1 tempat Xiang Shin berada, masih tersisa 100 ribu peserta. Masih sangat banyak, membayangkan dirinya harus bertarung terus menerus membuat Xiang Shin merasa ingin pulang saja.
Jumlah peserta terus menerus berkurang seiring waktu. Xiang Shin dan kelompoknya memenangkan semua pertarungan dengan cukup mudah, hanya Qin Qiaoyu saja yang lumayan kesulitan meskipun hanya dirinya yang tidak pernah mendapatkan luka karena tubuhnya di lindungi tubuh Xuan.
Beruntung sekali meskipun Xiang Shin dan Xiang Shui berada di grub yang sama namun mereka sama sekali tidak pernah bertemu di arena, begitu juga dengan Xiang Lan dan Yin Litian.
Anehnya juga, Xiang Shui sering kali mendapatkan lawan wanita hingga Xiang Shin selalu saja mengerjainya dengan memasang formasi sihir tersembunyi yang membuatnya mengatakan sesuatu yang tidak ingin dikatakan.
Xiang Shui bertanya pada ayahnya tentang susunan formasi sihir apa yang dia gunakan karena sama sekali tidak terdeteksi. Ternyata itu adalah formasi garis keturunan. Karena Xiang Shui adalah anak Xiang Shin jadi otomatis derajatnya lebih rendah yang membuat Xiang Shin dapat melakukan beberapa hal pada Xiang Shui meskipun itu sangat terbatas.
Xiang Shui sudah memperingatkan Xiang Shin untuk tidak membuatnya mengatakan sesuatu yang buruk di depan Xiang Lan dan ibunya. Meskipun Xiang Shin mengangguk namun ia tidak yakin akan benar-benar menepati janjinya.
***
Koloseum nomor 4.
Yang Yin sudah melakukan banyak sekali pertarungan dan dapat memenangkan semuanya dengan mudah, bahkan ia tidak sampai mengeluarkan setengah dari kekuatannya.
__ADS_1
Sama sekali tidak ada yang menarik di Koloseum nomor 4 ini karena tidak ada anggota kelompok Xiang Shin yang satu grub bersamanya. Setidaknya itulah menurut pendapat Yang Yin. Ia pasti akan lebih bersemangat jika ada anggota kelompok Xiang Shin yang satu tim dengannya.
Penampilan Yang Yin yang sangat mencolok dalam pertarungan, di mana ia dapat mengalahkan lawan-lawannya dengan mudah membuatnya semakin populer.
Kini Yang Yin akan melakukan pertarungan terakhirnya di babak ketiga. Jika ia menang maka ia akan menjadi salah satu dari 20 peserta yang lolos ke babak berikutnya di arena nomor 4 ini.
“Yang Yin, aku sudah melihat bagaimana kau bertarung sebelumnya dan sama sekali tidak pernah serius. Aku Teng En akan membuat mu mengeluarkan seluruh kekuatan mu!”
Teng En sang pria kekar bertubuh setinggi 2 meter dengan kepala botak. Ia menggunakan senjata tingkat dengan memegang tasbih di tangan kanannya.
Ia adalah salah satu murid Sekte Kuil Surga yang mengikuti turnamen.
Yang Yin tidak menjawab, ia sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan bertarung melawan Teng En. Ia hanya ingin bertarung melawan Xiang Shin kemudian membalaskan dendamnya.
Saat wasit memulai pertarungan, Teng En melempar tasbihnya ke udara. Tasbih itu berputar kemudian terpecah membentuk lingkaran di atas Teng En dan masih terus berputar.
Sebuah bola-bola tasbih itu membesar, masing-masing mengeluarkan energi merah menyala seperti matahari.
Teng En mengibaskan tongkatnya dan salah satu bola tasbih itu melesat bagaikan meriam yang di tembakkan.
__ADS_1
Yang Yin langsung melapisi tubuhnya dengan energi Yin-Yang kemudian mengarahkan tangan kanannya ke depan.
*BAAMM!!
Yang Yin menahan bola tasbih dengan satu tangan. Ia terdorong mundur beberapa meter namun ekspresinya yang bosan sama sekali tidak berubah.
Tiba-tiba bola tasbih itu mengecil namun intensitas energinya semakin besar hingga Yang Yin terdorong semakin kuat.
Yang Yin menggenggam bola tabis itu kemudian mengalirkan energi Yin-Yang ke dalamnya untuk mengambil kendalinya. Ia pun melemparnya ke arah Teng En.
Teng En masih bersikap tenang, bola tasbih itu terhenti sesaat sebelum mengenainya.
“Dia mampu mengambil alih kendali tasbih ku meskipun hanya sebentar. Energi Yin-Yang memang tidak main-main, ini baru pertama kali aku bertarung melawan pengguna energi Yin-Yang,” Teng En bergumam pelan, memasang kuda-kuda, bersiap mengeluarkan seluruh kekuatannya.
“Aku bukan Senior Yong yang mampu menguasai Teknik 7 Jalur Reinkarnasi secara sempurna. Tapi aku juga sudah berlatih keras selama ini!”
Teng En mengentakkan tingkatnya, semua bola tasbih itu berputar semakin kencang kemudian melesat secara berurutan menyerang Yang Yin.
Yang Yin memusatkan lebih banyak energi di lengannya kemudian menangkis semua bola tasbih dengan begitu mudah. Namun semua bola tasbih itu terus bergerak menyerangnya.
__ADS_1
Teng En tentu tidak diam saja, ia juga bergerak menyerang lawannya.
Kini Yang Yin terlihat mengeluarkan lebih banyak usaha saat melawan Teng En, tidak seperti lawan-lawannya sebelumnya.