
“Di mana kau Xiang Shin,” Yun Yihua terus terbang mencari keberadaan Xiang Shin dengan ekspresi khawatir.
Sudah 1 hari penuh dia mencari namun sama sekali tidak ada hasil, ia bahkan tidak menemukan seseorang untuk di tanyai.
Tidak berselang lama, Yun Yihua melihat 3 orang yang menaiki punggung seekor Spirit Beast elang.
“Tuan! Bisa tunggu sebentar!” Yun Yihua menghampiri mereka.
Ketiga orang yang merupakan Jun Pyo, Mu Deng dan Du Loi itu pun berhenti, melihat ke arah Yun Yihua.
“Tuan, boleh aku bertanya sesuatu?” Yun Yihua menangkupkan tangannya.
Mereka bertiga saling memandang sebelum tersenyum penuh arti.
“Oh, apa yang ingin kau tanyakan Nona?” Jun Pyo tersenyum ramah.
“Aku sedang mencari seseorang bernama Xiang Shin..” Yun Yihua menyebutkan ciri-ciri Xiang Shin, “apa kalian pernah melihatnya?”
“Hahaha, apa kau rekan dari bocah itu?”
“Sungguh sangat di sayangkan Nona, kenapa kau harus mencarinya.’
“Dari pada sibuk mencari bocah itu, bagaimana jika kita bersenang-senang?”
Yun Yihua sedikit mengerutkan keningnya, “sepertinya kalian mengetahui sesuatu tentang Xiang Shin.”
“Tentu saja, dia adalah bocah pengecut yang hanya tau cara melarikan diri. Dia benar-benar seperti serangga lemah namun sulit di basmi, tapi pada akhirnya dia sudah mati.”
“Hahaha, apa kalian ingat bagaimana wajah babak belurnya saat kita menghajarnya?”
“Tentu saja. Sekarang dia pasti sudah menjadi isi perut dari Ular Naga Merah.”
__ADS_1
Yun Yihua diam mematung, ekspresinya terlihat kosong, ia sudah bisa menebak apa yang terjadi.
Kemungkinan mereka bertiga adalah orang yang menyerang Xiang Shin kemudian Xiang Shin memancing mereka pergi menjauh. Pada akhirnya Xiang Shin tidak bisa bertarung melawan banyak kultivator tingkat Immortal Grand Master dan berakhir terbunuh.
“Aku akan bertanya sekali lagi, di mana Xiang Shin,” Yun Yihua kali ini bertanya dengan ekspresi dingin.
“Apakah kami kurang jelas mengatakannya? Kami sudah membunuhnya,” Jun Pyo menyeringai.
Yun Yihua langsung mengeluarkan tombaknya, tubuhnya di selimuti aura biru. Dengan gerakan cepat, ia melesat menyerang mereka.
Ketiganya terkejut melihat kecepatan Yun Yihua. Mu Deng langsung memerintahkan Spirit Beast elang untuk bergerak menjauh ke belakang.
Tebasan tombak Yun Yihua akhirnya mengenai udara kosong, namun serangannya mengeluarkan gelombang api biru.
Spirit Beast elang mengepakkan sayapnya, mengeluarkan gelombang petir.
Dua serangan kuat bertabrakan menciptakan ledakan keras.
“Cih!” Du Loi berdecak kesal lalu mengeluarkan Kera Merah.
Kera Merah melapisi lengannya dengan Qi api, membuat lengannya terlihat seperti besi panas. Dengan sekali pukulan, tombak-tombak itu langsung hancur.
Namun tidak semua tombak hancur, puluhan tombak bermanuver ke arah lain kemudian menyerang Jun Pyo dan yang lainnya dari arah samping dan belakang.
Jun Pyo dengan sigap membuat pelindung angin berbentuk bola, menahan semua tombak.
Tombak api biru menghantam pelindung angin. Tombak api biru terus mendorong pelindung angin hingga beberapa saat, tombak api biru tiba-tiba menjadi semburan api, menyelimuti pelindung angin hingga terlihat seperti api yang membakar bola.
Jun Pyo mengerutkan keningnya saat merasakan tekanan dan suhu api semakin kuat dan panas. Ia pun memperkuat pertahanannya.
“Saudara Du Loi, perintahkan Kera Merah untuk melawan wanita itu! Aku tidak bisa menghilangkan api biru ini!”
__ADS_1
Dalam situasi ini mereka bertiga tidak mungkin bisa keluar. Jika Jun Pyo membuka sedikit saja celah pada pelindung angin maka api biru akan masuk, menghancurkan pelindung angin dan mereka akan terbakar.
Kera Merah yang berada di luar pelindung api, langsung menyerang Yun Yihua dengan kepalan tinju raksasanya.
*BAAMM!!
Kera merah melebarkan matanya saat melihat Yun Yihua menahan pukulannya dengan satu tangan saja, begitu santai seolah pukulannya seperti pukulan anak-anak.
Tubuh Kera Merah bergetar melihat mata Yun Yihua yang berubah abu-abu menatapnya dengan dingin.
“Makhluk rendahan! Ketahuilah tempat mu!”
Kera Merah semakin ketakutan mendengar suara Yun Yihua yang seolah ada dua orang yang mengucapkan kata yang sama secara bersamaan.
Dengan sekali sentakan energi, Kera Merah terdorong mundur kehilangan keseimbangan. Yun Yihua bergerak cepat, ia melesat menusukkan tombaknya sampai menembus tubuh Kera Merah.
Kera Merah memuntahkan banyak darah, jantungnya telah hancur, nafasnya melemah, dia pun terjatuh.
Du Loi yang terkurung di dalam pelindung angin memuntahkan banyak darah karena Spirit Beast kontraknya telah tewas.
“Sial! Spirit Beast ku..” Du Loi marah, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa saat ini.
Yun Yihua mengarahkan tangan kanannya pada Jun Pyo dan lainnya yang masih terkurung di dalam bola api.
Yun Yihua meningkatkan suhu api birunya dan terus meningkat seiring waktu.
*BOOOOMMMM!!
Tidak sampai 1 menit, Abi biru itu pun meledak keras membuat kehancuran besar.
Aura yang menyelimuti tubuh Yun Yihua menghilang, nafasnya perlahan terengah-engah kemudian gadis itu pun terjatuh tidak sadarkan diri.
__ADS_1