
Xiang Lan yang menggunakan seluruh kekuatannya bertarung sengit melawan Yu Ruo Yi dalam wujud Phoenix Petir.
Sementara itu, Yin Litian hanya menjadi pendukung, mencari celah yang tepat untuk melakukan serangan.
“Lan’er, pemahamannya terhadap Dao Pedang ataupun Dao 7 Elemen sangat tinggi, hanya saja pengalamannya masih kurang matang serta sepertinya dia baru-baru ini menerobos ke tingkat Demi-God tahap akhir. Sementara Yu Ruo Yi sudah cukup lama berada di tingkat tersebut jadi perbedaan kekuatan mereka masih terlihat jelas.”
Xiang Shui menganalisis pertarungan di arena.
“Guru, menurut mu, siapa yang akan menang?” Qin Qiaoyu bertanya pada Xiang Shin.
“Entahlah,” Xiang Shin mengangkat bahunya, “seperti yang Shui’er katakan, meskipun dia cerdas tapi pengalaman Lan’er masih kurang, jadi aku tidak yakin Lan’er bisa menang, tapi dia tetap memiliki kesempatan.”
Li Yiren sendiri menonton dalam diam dengan perasaan tegang. Ia tidak peduli menang atau kalah yang penting suaminya bisa selamat dari pertarungan tersebut.
Pertarungan di arena sudah berlangsung selama berjam-jam. Ketahanan tubuh Yu Ruo Yi sangat kuat hingga sulit menembus pertahanannya.
Meskipun serangannya berkali-kali mengenai Yu Ruo Yi dengan bantuan Yin Litian, wujud Phoenix Petir Yu Ruo Yi tidak hancur. Bahkan saat sayap, kaki atau bahkan kepalanya hancur, itu akan dengan cepat kembali seperti semula.
Xiang Lan tidak menguasai energi Yin-Yang seperti kakaknya yang bisa lebih mudah menembus pertahanan lawan saat menggunakan energi kekacauan itu.
Dengan satu kibasan sayap, Yu Ruo Yi berhasil menghempaskan Xiang Lan. Ia pun segera mengambil kesempatan tersebut untuk mengincar Yin Litian.
Dari awal Yin Litian sudah menyusahkannya. Meskipun pria itu tidak pernah mendaratkan serangan padanya, namun teknik Langkah Pedang yang dia gunakan untuk mendukung Xiang Lan sangat merepotkan.
Jika ia bisa mengalahkan Yin Litian lebih dulu maka ia bisa fokus pada Xiang Lan.
Melihat Yu Ruo Yi melesat ke arahnya, Yin Litian langsung bereaksi.
__ADS_1
Langkah Pedang! Gerakan Ketiga!
Yin Litian menciptakan banyak klon kemudian menyebar ke segala arah untuk membingungkan Yu Ruo Yi.
Tapi Yu Ruo Yi tidak ambil pusing, ia mengibaskan sayapnya mengeluarkan gelombang energi petir dengan jangkauan yang sangat luas.
Yin Litian melebarkan matanya melihat serangan itu menjangkau hingga semua tempat klonnya menyebar.
Pada akhirnya Yin Litian dan semua klonnya terkena serangan tersebut. Semua klonnya hancur, energi petir menyebar ke seluruh tubuh Yin Litian membuatnya kejang-kejang kemudian pingsan.
Yin Litian otomatis kalah. Tetua Gong Lang pun membawa Yin Litian keluar dari arena untuk mengamankannya.
*BAAMM!!
Yu Ruo Yi yang baru saja melancarkan serangan tiba-tiba terkena serangan tepat di punggungnya.
Xiang Lan mengangkat pedangnya, memusatkan ketujuh elemen yang dia kuasai hingga tercipta bilah pedang energi berukuran besar seperti api yang membara.
Dengan satu tebasan, serangan Xiang Lan menghantam target dengan sangat kuat.
*BOOOOMMMM!!
Serangan Xiang Lan mengeluarkan ledakan keras hingga bahkan dia terpental ke belakang.
Nafas Xiang Lan tidak beraturan, transformasi malaikatnya mulai memudar karena menggunakan hampir semua energinya.
“Pemenangnya sudah terlihat, ini akan segera berakhir.” Xiang Shin tersenyum tipis menonton pertarungan putrinya.
__ADS_1
“Haha, ya, sayang sekali,” Xiang Shui menggeleng sambil menghela nafas pelan.
Di arena, Xiang Lan masih melayang di udara sambil mengatur nafasnya. Ia tertegun saat merasakan seseorang berada di belakangnya, mengarahkan sebuah belati ke lehernya.
“Sayang sekali Xiang Lan, aku yang menang.”
Sosok Yu Ruo Yi berada di belakang Xiang Lan dengan senyum tipis. Gadis itu terlihat mendapatkan luka parah, lengan kirinya hancur, beberapa bagian kulitnya melepuh.
“Kau.. kau masih selamat!” Xiang Lan sama sekali tidak menduga hal ini.
“Ya, jika aku tidak menghemat energi maka aku mungkin tidak akan bisa bergerak sekarang.”
Saat pertarungan di mulai, Xiang Lan sering kali mengeluarkan serangan yang membutuhkan banyak energi Qi Surgawi.
Sementara Yu Ruo Yi lebih sering bertahan dari pada menyerang hingga ia bisa hemat energi sementara Xiang Lan membuang energinya.
Yu Ruo Yi juga beberapa kali sengaja menerima serangan Xiang Lan hingga sayap atau anggota tubuhnya yang lain hancur untuk memancing gadis itu terus melancarkan serangan yang membuang banyak energinya.
Yu Ruo Yi berencana melakukan pertarungan jangka panjang hingga saat energi Xiang Lan semakin terkuras barulah ia akan mulai aktif menyerang.
Namun tidak di sangka Xiang Lan melancarkan serangan skala besar seperti tadi. Beruntung Yu Ruo Yi masih menyimpan banyak energi hingga ia bisa menggunakan semua energinya itu untuk bertahan dari serangan terakhir Xiang Lan.
“Jadi Xiang Lan, apa kau masih ingin melanjutkannya,” Yu Ruo Yi membuat bilah belati di tangannya menyentuh kulit leher Xiang Lan.
“Aku.. menyerah..” Xiang Lan tidak memiliki pilihan lain selain menyerah.
Dengan begitu, kemenangan di dapatkan oleh Yu Ruo Yi. Ia berhasil mendapatkan peringkat kelima.
__ADS_1