
Kini hanya 3 orang yang belum melakukan pertarungan yaitu Yang Yin, Xiang Shui dan Yu Ruo Yi.
Xiang Shui sudah pernah bertarung dengan Yu Ruo Yi maupun Yang Yin. Sebelumnya ia telah kalah melawan Yang Yin jadi Xiang Shui berharap bisa bertarung lagi dengannya. Ia ingin mengalahkan pria itu.
Saat nomor peserta yang akan bertarung di umumkan, Xiang Shui harus kecewa karena yang akan bertarung melawan Yang Yin adalah Yu Ruo Yi.
Kini keduanya sudah berada di atas arena, berdiri saling berhadapan.
“Hoho, wanita tua, akhirnya murid ku akan melawan cucu mu. Kita bisa melihat siapa yang akan menang.” Bing Huang melirik Yu Luan.
Yu Luan hanya menatap sekilas Bing Huang kemudian kembali fokus ke atas arena.
“Nona Yu Ruo Yi, agar tidak membuang waktu dan tenaga, sebaiknya kau menyerah saja.” Yang Yin berkata dengan nada sopan.
“Bagaimana jika kau saja yang menyerah?” Yu Ruo Yi tidak termakan provokasi Yang Yin.
“Haha, kau sebelumnya di kalahkan oleh Xiang Shui tentu tidak mungkin bisa mengalahkan ku.”
Yu Ruo Yi diam, ia mengingat tentang pembahasan banyak orang-orang yang membicarakan pertarungan dahsyat di sebuah arena pertarungan Kota. Di katakan dua orang yang bertarung menguasai energi Yin-Yang.
Apakah yang di maksud itu adalah Yang Yin dan Xiang Shui? Jika benar Yang Yin berhasil mengalahkan Xiang Shui, sekuat apa Yang Yin ini?
“Mulai!”
Yang Yin mengaktifkan garis darah Dinasty Jin. Keningnya memancarkan sebuah tanda dengan energi cahaya yang kuat.
Yu Ruo Yi juga mengeluarkan kilatan petir dari tubuhnya.
__ADS_1
Secara bersamaan mereka berdua seolah menghilang di tempat kemudian muncul di tengah-tengah dengan pukulan yang beradu.
*BOOOMMM!
Pukulan keduanya seketika membuat kawah di lantai arena.
Yu Ruo Yi bereaksi saat melihat seringai lebar Yang Yin, terlebih saat merasakan tubuh Yang Yin memancarkan energi cahaya yang kuat seolah akan meledak.
“Apa dia berniat meledakkan diri?!” Yu Ruo Yi langsung bergerak menjauh.
*BOOOMMM!!
Tubuh Yang Yin mengeluarkan ledakan dahsyat. Yu Ruo Yi terkena dampak gelombang ledakan hingga ia terlempar jauh. Namun itu tidak sampai membuat luka di tubuhnya.
Yu Ruo Yi mendapatkan kembali momentumnya. Seketika ribuan bulu petir keluar dari energi petir yang menyelimuti tubuhnya, melesat ke arah kepulan debu akibat ledakan.
Terdengar ledakan-ledakan dari dalam kepulan debu hingga kepulan debu itu membumbung semakin tinggi dan luas.
Yu Ruo Yi bersiaga karena sama sekali tidak ada reaksi dari dalam kepulan debu.
Hingga tiba-tiba angin bertiup kencang dari dalam, menerbangkan semua debu. Sosok Yang Yin terlihat di sana berdiri dengan dua ular hitam dan putih yang melingkari tubuhnya.
“Lumayan.” Yang Yin mengarahkan tangan kanannya ke depan.
Kedua ular itu membuka mulut kemudian menembakkan pancaran energi Yin dan Yang secara bersamaan. Yu Ruo Yi menendang kedua pancaran energi tersebut, membelokkan arah lesatannya.
Energi Yang menghantam langit-langit formasi sementara energi Yin menghantam lantai.
__ADS_1
Pertarungan keduanya pun terus berlanjut, serangan demi serangan mereka lancarkan.
Yu Ruo Yi terus meningkatkan intensitas elemen petirnya hingga ia bisa mulai mendesak Yang Yin.
“Memang tidak akan mudah mengalahkan mu, Nona Ruo Yi!” Yang Yin pada akhirnya melakukan penyatuan dengan Jiwa Bela Dirinya.
Ledakan energi Yin-Yang di tubuhnya mengingatkan Yu Ruo Yi pada Transformator Malaikat Xiang Shui.
Yu Ruo Yi menciptakan ribuan tombak petir untuk menyerang Yang Yin. Ia sama sekali tidak terkejut saat semua serangan itu seketika hancur dengan kibasan tangan Yang Yin.
“Energi Yin-Yang memang merepotkan!” Yu Ruo Yi juga mengeluarkan kekuatan penuhnya.
Tubuhnya kini terlihat seperti petir itu sendiri.
Keduanya melanjutkan pertarungan setelah terhenti sejenak. Petir berkilat di segala arah di sertai ledakan akibat benturan kekuatan mereka berdua.
Luka demi luka mulai mereka dapatkan dari lawan masing-masing.
Hingga akhirnya Yu Ruo Yi merasakan ada yang aneh, tubuhnya terasa melemah dan ia tidak bisa meningkatkan kekuatannya.
Yu Ruo Yi menyadari jika dirinya telah terkena racun. Ia pun terus menerima serangan demi serangan dari Yang Yin. Ia tidak bisa berbuat banyak dengan kondisinya saat ini hingga akhirnya Yu Ruo Yi memilih untuk menyerah.
“Padahal sudah aku katakan dari awal untuk menyerah saja agar tidak membuang waktu dan tenaga.” Yang Yin menyeringai kemudian menoleh ke arah Xiang Shin.
Tatapannya seolah mengatakan jika berikutnya adalah giliran Xiang Shin.
Xiang Shin membalas tatapan Yang Yin dengan dingin.
__ADS_1
Keduanya pun saling menatap dalam diam namun tatapan mereka seolah mengatakan hal yang sama.