
“Huo Cai’er! Apa maksud mu ingin membantu mereka hah?!” Behemoth berteriak. “Para Dewa tidak akan menerima pengkhianat!”
Huo Cai’er tidak berbicara, ia melesat ke depan. Behemoth tentu tidak diam saja, Primordial Demon di punggungnya menyerang dengan kepalan tangannya yang besar.
*BAAMM!!
Tapak hitam Huo Cai’er beradu dengan pukulan raksasa Primordial Demon Behemoth.
Racun hitam menjalar ke tangan Primordial Demon, dengan cepat mengikis lalu menghancurkannya.
Behemoth buru-buru bergerak mundur, tangan Primordial Demonnya pulih dengan cepat.
“Armor Xuan memang sangat kuat, jika bukan karena ini, aku pasti sudah terlempar tadi. Selain itu, armor Xuan bisa menahan efek racun ku.” Huo Cai’er bergumam, kagum pada kekuatan Xuan.
“Guru, yang lainnya juga sedang terdesak, kita harus membantu mereka!” Qin Qiaoyu berkata dengan cepat.
“Aku tau, tapi bahkan aku tidak bisa menghadapi mereka saat ini. Kita hanya bisa mengandalkan Huo Cai’er.” Xiang Shin menghubungi Luo Xian Lin, Qin Zhiyun dan Xiao Zhou melalui telepati. “Bawa para iblis itu kemari!”
Xiang Shin memberi pesan singkat tapi ia yakin mereka akan langsung paham.
Luo Xian Lin dan yang lainnya sudah mendapatkan sinyal lokasi Xiang Shin. Mereka dengan cepat memancing para musuh ke tempat Xiang Shin berada. Mereka tidak tau kenapa Xiang Shin menyuruh untuk membawa para iblis itu ke tempatnya tapi mereka yakin Xiang Shin pasti memiliki rencana sendiri.
Tidak membutuhkan waktu lama, Luo Xian Lin, Qin Zhiyun dan Xiao Zhou berhasil memancing para musuh.
Garagan, Barbaros dan Numb terkejut melihat keberadaan Huo Cai’er dalam wujud manusia.
“Huo Cai’er, bagaimana kau bisa menjadi manusia?” Garagan mengerutkan keningnya.
__ADS_1
“Dia sudah berkhianat. Dia sepertinya bukan iblis dan hanya menyamar dari awal.” Behemoth menghampiri ketiga rekannya itu.
“Apa?!”
Ketiganya sama-sama terkejut.
“Dia sebelumnya sudah bertemu dengan para Dewa, bagaimana mungkin dia bisa melakukan penyamaran yang mengelabui para Dewa?” Barbaros mengerutkan keningnya.
“Saudari Cai’er!” Luo Xian Lin menghampiri Huo Cai’er lalu berubah ke wujud manusia.
Ia ingin memeluk saudarinya itu tapi tidak mungkin dalam situasi ini.
“Saudari Xian Lin, lama tidak bertemu.”
“Ahaha, kau masih saja datar seperti biasa.”
“Hanya Cai’er yang bisa menghadapi mereka, aku akan membawa para iblis itu ke dalam Dimensi Tanpa Batas kemudian Cai’er bisa mengurus mereka.”
“Kau yakin guru? Mereka sangat kuat terlebih kultivasinya masih berada satu tingkat di bawah mereka.”
“Tentu saja, guru tidak akan membuat rencana seperti ini jika aku tidak yakin.” Xiang Shin mengangguk. “Cai’er, alihkan perhatian mereka sebentar.”
Huo Cai’er mengangguk kemudian bergerak menyerang. Para petinggi iblis membalas serangan. Dalam beberapa saat saja, pertarungan mereka terlihat berlangsung sengit.
Berkali-kali Huo Cai’er harus terkena serangan tapi ia tidak terluka sedikit pun karena Xuan yang melapisi tubuhnya.
Saat Xiang Shin melihat kesempatan di mana keempat iblis itu berada dekat satu sama lain, ia berteleportasi tepat di tengah-tengah mereka.
__ADS_1
Dimensi Tanpa Batas!
Xiang Shin menyeret mereka ke dalam Dimensi Tanpa Batas bersama dengan Huo Cai’er, sementara dirinya tidak ikut masuk.
Bukan tanpa alasan Xiang Shin tidak ikut masuk. Yang akan bertarung di dalam semesta kecil buatannya adalah 4 iblis ranah Dewa Sejati tingkat 8 yang memiliki kekuatan Primordial Demon serta ada Huo Cai’er.
Jika satu Spirit Beast ranah Dewa Sejati tingkat 7 saja bisa menghancurkan Dimensi Tanpa Batasnya maka yang berada di atasnya pasti akan bisa dengan mudah.
“Kalian pergilah untuk membantu yang lainnya!”
Tanpa menunggu jawaban mereka, Xiang Shin membuka celah dimensi lalu masuk ke dalamnya.
Ia bermeditasi di dalam ruang hampa, membuka semua Daonya, fokus memperkuat Dimensi Tanpa Batas agar tidak hancur karena pertarungan.
Luo Xian Lin, Qin Zhiyun, Qin Qiaoyu dan Xiao Zhou masih diam di tempat mereka.
“Sebaiknya kita percaya pada Tuan, dia tidak akan melakukan sesuatu tanpa keyakinan penuh.” Xiao Zhou percaya sepenuhnya pada Xiang Shin.
“Ya, kau benar Xiao Zhou.” Luo Xian Lin menoleh ke arah medan perang. “Perang ini tidak mungkin kita bisa memenangkannya. Mungkin kita harus segera mundur.”
Luo Xian Lin melihat pasukan Dimensi Beast lebih banyak yang gugur di bandingkan para iblis.
“Benar tapi melihat peperangan yang berat sebelah dengan dominasi para iblis, sulit mencari kesempatan untuk mundur. Mereka tidak akan membiarkan kita pergi begitu saja.” Qin Zhiyun menghela nafas.
“Sebaiknya kita jangan membuang waktu, setiap detik sangat berharga dalam situasi ini.”
Mereka berempat pun bergegas menuju medan perang untuk membantu para pasukan.
__ADS_1