
Rudra sebelumnya mendapatkan perintah jika dirinya sudah membawa kembali Kristal Roh Orochi maka ia harus membawanya ke ruangan rahasia.
Jadi Rudra langsung membawa Orochi menuju ruangan rahasia sesuai perintah sementara kelompok Sekte Demon Beast mendapatkan jamuan dari para Demonic Beast.
Setibanya di ruangan rahasia, Rudra melihat ada 4 pemuda kembar, Cho, Nio, Sano dan Yon. Guo sama sekali tidak terlihat di ruangan tersebut.
“Salam yang mulia,” Rudra langsung berlutut di hadapan mereka berempat.
“Rudra, apa kau sudah mendapatkannya?” tanya Cho.
“Ya yang mulia,” Rudra pun mengeluarkan Kristal Roh Orochi dari cincin dimensinya.
Ekspresi datar keempat bersaudara itu langsung berubah, menjadi senyum cerah saat melihat Kristal Roh Orochi.
“Ayah!” mereka menghampiri Kristal Roh Orochi.
“Yang mulia, kalau begitu saya pamit undur diri,” Rudra pun keluar dari ruangan, tidak ingin mengganggu apapun yang ingin dilakukan keempat Tuannya.
“Oh.. kalian benar-benar masih mengingat ayah kalian. Bagus, kalian anak yang berbakti,” Orochi berkata dengan suara bangga.
“Haha, ayah memang hebat, masih bisa bertahan sampai sekarang hanya dalam bentuk jiwa di dalam Kristal Roh.”
“Sudah jelas, ayah kita sangat luar biasa, kekuatannya dulu sangat tidak terbayangkan.”
“Jika saja ayah tidak dalam kondisi seperti ini, dia pasti sudah menjadi penguasa dunia!”
Keempat bersaudara terus memberikan kata-kata pujian pada Orochi yang membuatnya merasa terbang semakin tinggi.
__ADS_1
“Cho, Nio, Sano, Yon, kenapa hanya ada kalian berempat? Di mana Guo?”
“Adik kelima sedang memeriksa sesuatu di luar, jadi untuk beberapa waktu kedepan mungkin tidak bisa bertemu dengan ayah.”
“Oh, bagus jika Guo masih hidup. Kalian memang anak yang berbakti, aku bangga dengan itu, tapi satu hal yang membuat ayah kecewa,” Orochi sedikit menekan suaranya.
“Kecewa? Apa yang membuat ayah kecewa?”
“Sudah ribuan tahun berlalu tapi kultivasi kalian masih tertahan ditingkat Half Immortal tahap awal. Ini mengecewakan, saat sesuai kalian, ayah sudah berada di puncak tingkat Half Immortal!”
Mereka berempat tersenyum kecut mendengar itu.
“Ayah, kami sudah berusaha sangat keras selama ini namun kultivasi kami sudah tertahan ditingkat Half Immortal tahap awal sejak 1000 tahun lalu. Garis darah kami tidak memungkinkan untuk naik tingkat lebih tinggi.”
“Selain itu untuk melakukan evolusi memerlukan sumber daya yang sangat besar. Kami masih belum bisa berevolusi.”
“Benar, kami sudah susah payah mencari benda itu selama ini tapi sama sekali tidak menemukannya.”
Orochi tidak langsung menjawab, ia diam sejenak seolah sedang berpikir mempertimbangkan permintaan putra-putranya.
“Baiklah, ayah akan menunjukkan tempat keberadaan benda itu. Lagi pula ayah juga membutuhkannya untuk memulihkan kekuatan!”
“Terima kasih ayah!” keempat bersaudara langsung berlutut dengan ekspresi cerah.
“Kalau begitu bawa ayah menuju kamar ayah dulu!”
“Baik ayah!”
__ADS_1
Cho menggunakan energi Qi nya untuk membuat Kristal Roh Orochi melayang kemudian membawanya menuju kamar bersama ketiga saudaranya.
Orochi sekalian melihat-lihat kondisi Demonic Land. Setibanya di kamar, Orochi melihat tidak ada yang berubah dari kamarnya sejak ia mengalami kekalahan telak dulu.
Kamar Orochi sangat luas, terdapat puluhan pilar besar dan setinggi menara Monas disana. Serta di setiap pojok kamar terlihat patung ular yang melilit pilar dengan tampilan sangar dan ganas. Di dam kamar itu sama sekali tidak ada ranjang sebagaimana kamar manusia, apa lagi meja.
“Letakkan ayah di tengah-tengah kamar!”
Cho meletakkan Kristal Roh Orochi tepat di tengah-tengah ruangan. Orochi mengalirkan energinya ke tengah-tengah kamar, seketika susunan formasi terlihat bercahaya cukup terang.
Keempat bersaudara itu terkejut, mereka tidak pernah mengira di dalam kamar ini terdapat susunan formasi.
Selang beberapa menit, kamar pun bergetar, tidak lama kemudian keempat patung yang berada di patung ruangan bergeser, memperlihatkan lorong di baliknya.
“Kita masuk ke lorong pojok kanan di depan kita!”
“Baik ayah!” Cho kembali membuat Kristal Roh Orochi melayang, membawanya masuk ke lorong bersama ketiga saudaranya.
Lorong mengarahkan mereka untuk terus turun ke bawah tanah. Berjam-jam mereka menelusuri lorong namun masih belum menemukan ujungnya.
“Ayah, apakah ini benar jalannya? Kami sudah jalan berjam-jam tapi belum mencapai tempatnya.”
“Ini bahkan masih belum 1/10 perjalanan. Lebih baik kalian berubah agar kita jadi lebih cepat!”
“Baik ayah!” Cho berubah menjadi ular raksasa merah, begitu juga ketiga saudaranya yang berubah sesuai warna rambut mereka.
Cho menaruh Kristal Roh Orochi di dalam mulutnya, membawanya melesat di dalam lorong.
__ADS_1