Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.471 - Akhir Pertarungan


__ADS_3

Berjam-jam Xiang Shui dan Yang Yin bertarung, arena Koloseum sudah hancur lebur tidak berbentuk.


Kepulan debu ada di seluru area, namun dengan ketajaman mata para penonton yang merupakan kultivator yang menjadi penonton, mereka masih bisa melihat pertarungan berjalan semakin intens meskipun kebanyakan dari mereka tidak dapat melihat apa yang terjadi.


*BAAMM!!


Xiang Shui berhasil menendang pinggang Yang Yin, tapi ia juga terkena pukulan pada bagian wajah. Keduanya sama-sama terpental.


Xiang Shui menciptakan lingkaran portal di belakangnya hingga ia keluar melalui lingkaran portal di samping Yang Yin.


Xiang Shui berputar menebaskan pedangnya, mengincar perut Yang Yin. Meskipun tebasannya mampu menembus pertahanan armor Yin-Yang, namun kulit Yang Yin lebih keras karena melakukan penyatuan dengan Jiwa Bela Diri, hingga tubuh Yang Yin terlempar ke bawah menghantam tanah.


Xiang Shui berniat mengakhiri ini dengan mengeluarkan energi Yin-Yang yang sangat kuat ke pedangnya. Ia membuat sebuah ruang khusus di dalam tubuhnya, terus menerus menghimpun energi Yin-Yang hingga ia bisa menggunakannya di saat yang tepat.


Dan sekaranglah waktu yang tepat untuk menggunakannya. Xiang Shui sudah memasang kuda-kuda, namun saat ia akan melancarkan serangannya, tubuhnya tiba-tiba mati rasa, aura Yin-Yang di tubuhnya menghilang, Transformasi Malaikat Yin-Yang terhenti dan tubuhnya pun terjatuh ke tanah.


“Pada akhirnya Serigala Merah kalah juga.”


“Ya, tapi setidaknya dia sudah bisa membuat Yang Yin mengeluarkan kekuatan penuhnya, bahkan sampai bisa membuatnya terluka. Jika saja Serigala Merah tidak terlalu ceroboh, pasti dia tidak akan kalah seperti ini.”


Dua Tetua merasa terhibur dengan aksi Xiang Shui yang dapat bertarung lama dengan Yang Yin.


“Hahaha, akhirnya itu bereaksi di tubuh mu!”

__ADS_1


Xiang Shui mendengar suara tawa Yang Yin. Karena posisi tubuhnya yang sekarang menyamping, ia bisa melihat Yang Yin berjalan ke arahnya.


“Ya wajar saja kau tidak menyadarinya karena memang sulit di deteksi,” Yang Yin menyeringai lebar, “kau pikir kenapa wujud fisik ku terlihat mirip ular? Apa kau pikir ini hanya hiasan belaka?”


Xiang Shui pun menyadarinya. Tubuhnya sudah terkena racun dari Yang Yin, namun ia tidak bisa merasakan ada racun di tubuhnya, ia juga tidak mengalami gejala keracunan sebelumnya. Lalu sejak kapan?


“Awalnya jiwa bela diri ku hanya memiliki kekuatan Yin-Yang yang memiliki perwujudan ular. Tapi karena keberuntungan yang aku dapatkan, Jiwa Bela Diri ku berevolusi hingga bisa menghasilkan racun. Sebenarnya racun ini adalah energi Yin-Yang ku itu sendiri!..


Kau sudah terkena serangan ku berkali-kali jadi racun ku sudah menyebar ke tubuh mu. Namun kau tidak menyadarinya karena itu tidak mengeluarkan gejala apapun. Sekarang setelah racunnya sepenuhnya menyebar ke seluruh tubuh mu, barulah itu aktif.”


Yang Yin berhenti tepat di depan Xiang Shui.


“Kau tau? Luka yang kau berikan sangat sakit!”


*BAAMM!


“Apa kau sudah mengaku kalah sekarang? Lebih baik segera jelaskan tentang Xiang Shui sebelum aku membunuh mu!” Yang Yin menginjak perut Xiang Shui sampai memuntahkan darah.


“Apa sebenarnya.. hubungan mu dengannya..?” Xiang Shui bertanya dengan suara lemah.


“Aku yang bertanya pada mu tapi kau malah balik bertanya!” Yang Yin menendang Xiang Shui hingga terlempar ke atas.


Ia bergerak cepat kemudian kembali memukul perut Xiang Shui sampai menghantam tanah.

__ADS_1


Qin Qiaoyu yang melibatkan itu berdiri, ia ingin menolong Xiang Shui namun ia tidak bisa karena Xiang Shui masih belum menyerah.


Yang Yin memegang topeng Xiang Shui kemudian langsung melepasnya. Ia tertegun melihat wajah Xiang Shui.


“Kau Xiang Shin!” Yang Yin mencekik leher Xiang Shui lalu mengangkatnya hingga kakinya tidak menyentuh tanah, “Xiang Shin, ternyata ini benar-benar kau! Apa kau kehilangan ingatan hingga lupa dengan wajah ku?”


Mata Yang Yin melotot, ia ingin langsung mematahkan leher Xiang Shui namun ia ingin membuatnya menderita terlebih dahulu.


Dengan lemah Xiang Shui menggerakkan kedua tangannya memegang lengan Yang Yin yang mencekiknya.


“Apa kau tidak ingin mengatakan sesuatu! Xiang Shin!” Yang Yin mengeratkan cengkeramannya.


Xiang Shui tiba-tiba tersenyum tipis membuat Yang Yin bereaksi.


Tangan Xiang Shui tiba-tiba diselimuti energi Yin-Yang kemudian memotong lengan Yang Yin. Ia segera berteleportasi menjauh.


“Aku menyerah!”


Xiang Shui langsung menyerah karena ia tidak lagi memiliki harapan untuk menang.


“SIALAN!”


Yang Yin berteriak marah, ia melesat dengan pukulan yang siap menghantam Xiang Shui. Namun sebuah tembok es muncul menahan pukulannya.

__ADS_1


“Dia sudah menyerah, kau tidak lagi memiliki hak menyerang lawan yang sudah menyerah!” Qin Qiaoyu muncul di samping Xiang Shui.


__ADS_2