Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.446 - Siasat


__ADS_3

Setelah berpelukan cukup lama, mereka akhirnya melepaskan pelukan.


“Hubungan mu dengan anak-anak sepertinya sangat baik, aku bisa melihat sebelumnya bagaimana mereka begitu khawatir pada mu. Aku senang mereka sudah mengenal ayahnya,” Evrilia tersenyum lembut.


“Uh.. itu, aku rasa mereka masih belum mengenal ayah mereka.”


“Apa maksud mu? Bukankah kalian sudah saling kenal?”


Xiang Shin menghela nafas, “apa kau tau mereka berdua menganggap ku apa sekarang? Mereka berpikir aku adalah anak haram ayah mereka.”


“Eh?” Kening Evrilia mengerut, jelas ia mulai bingung.


Xiang Shin pun menceritakan bagaimana dia pertama kali bertemu Xiang Shui dan Xiang Lan hingga dirinya berakhir dianggap sebagai saudara oleh anaknya sendiri.


Reaksi Evrilia di luar dugaan Xiang Shin. Wanita itu benar-benar menertawakannya sampai memegang perutnya yang kesakitan. Itu mengingatkan Xiang Shin pada reaksi gurunya yang tidak jauh berbeda saat menceritakan masalah ini.


“Lagi pula kenapa kau malah bersandiwara sebagai anak haram dari ayah anak mu sendiri?” Evrilia mengatur nafasnya setelah tertawa begitu lama, “dan kau sekarang memanggil Lan’er dengan sebutan kakak, hahaha..”


Evrilia kembali tertawa renyah. Xiang Shin hanya bisa tersenyum kecut.


“Kau tau situasi ku saat itu juga kebingungan dan tidak yakin jika mereka adalah anak ku. Lagi pula kau bayangkan saja bagaimana bisa aku langsung percaya memiliki anak yang lebih tua yang bahkan aku tidak ingat kapan membuat. Jadi berhenti tertawa!” Xiang Shin menyentil pelan kening Evrilia.


“Baiklah, tapi sekarang masalahnya mereka sudah benar-benar menganggap mu sebagai saudara. Bagaimana reaksi mereka jika mengetahui saudara mereka ternyata adalah ayah mereka?”


“Aku tidak ingin membayangkannya. Tapi aku membutuhkan bantuan mu untuk menyampaikan kebenaran ini.”


“Kau tidak ingin menjelaskannya sendiri pada mereka? Sekalian kau bisa meminta maaf karena telah menipu mereka selama ini.”


“Jika aku berani maka aku sudah menjelaskannya dari dulu. Aku memiliki rencana agar mereka tidak marah pada ku, jadi kau harus mengikuti rencana ku!”

__ADS_1


Xiang Shin pun menjelaskan bagaimana rencananya dan Evrilia mendengarkan dengan saksama.


“Seperti biasa kau memang selalu dapat memikirkan banyak cara yang efektif. Baiklah, aku akan membantu.”


“Aku mengandalkan mu, Evrilia!”


***


Xiang Shui dan Xiang Lan masih menunggu di luar ruangan selama satu bulan penuh. Mereka sangat mengkhawatirkan Xiang Shin jadi mereka tidak bisa tenang jika belum mendapatkan kabar baik dari ibu mereka.


Saat pintu terbuka, keduanya langsung berdiri menghampiri ibu mereka yang baru saja keluar ruangan.


“Bagaimana kondisi Saudara Shin, Ibu?”


“Ibu, Adik Shin bisa di selamatkan kan?”


Xiang Shui dan Xiang Lan langsung bertanya.


Ekspresi wanita itu terlihat murung, menunduk dengan ekspresi sulit. Hal itu membuat kedua anaknya semakin tegang.


“Ini benar-benar sulit, meskipun kondisinya sedikit membaik tapi ibu tidak yakin pasti apakah bisa menyelamatkan nyawanya,” Evrilia memejamkan matanya, setetes air mata mengalir dari mata kanannya.


“Ibu, kenapa kau menangis?” tanya Xiang Shui.


Seharusnya ibunya tidak mengenal Xiang Shin jadi untuk apa dia menangisinya?


“Bagaimana mungkin ibu tidak sedih, ayah kalian sedang sekarat. Ceritakan pada ibu, bagaimana ayah kalian sampai terluka parah seperti itu?” Evrilia menepuk bahu kedua anaknya.


“Apa.. maksud ibu?”

__ADS_1


“Ayah kami? Siapa yang ibu maksud?”


Xiang Shui dan Xiang Lan di buat semakin kebingungan.


“Tentu saja Xiang Shin, dia adalah ayah kalian, kalian seharusnya sudah saling mengenal kan?”


“Hah?!”


Xiang Shui dan Xiang Lan benar-benar syok sampai tidak bisa berkata-kata mendengar pernyataan ibu mereka.


“Dia.. bagaimana.. apa..”


Mereka berdua tidak tau harus mengatakan apa.


“Tapi.. ibu, Xiang Shin.. bukankah dia anak ayah kami? Dia seharusnya saudara kami kan?” ucap Xiang Shui.


“Kenapa kalian berpikir seperti itu? Ibu tidak mungkin salah mengenali ayah kalian, dia memang benar-benar ayah kalian.”


Xiang Shui dan Xiang Lan terdiam.


“Kalian mungkin berpikir Xiang Shin bukan ayah kalian karena usianya lebih muda dan kultivasinya di bawah ibu,” Evrilia menghela nafas, “seharusnya ibu sudah menceritakan hal ini dari dulu.”


Evrilia menceritakan bagaimana dirinya di Dunia Mortal dan pertemuannya dengan Xiang Shin hingga ia berakhir di Alam Surgawi ini.


Xiang Shui dan Xiang Lan sekarang mulai paham. Ayah mereka memang tidak pernah meninggalkan ibu mereka, itu hanya sesuatu yang bisa di bilang kecelakaan.


Namun sekarang masalahnya mereka sudah benar-benar menganggap Xiang Shin sebagai saudara, tiba-tiba mendengar kenyataan bawah Xiang Shin adalah ayah mereka tentu saja sulit di terima.


“Ibu tidak tau bagaimana kalian bisa bertemu hingga berakhir mengira dia adalah saudara kalian. Sekarang kalian juga sudah mengetahui kebenarannya, jadi maafkan dia. Ayah kalian sama sekali tidak jahat, kalian seharusnya mengetahui itu.

__ADS_1


Selain itu, bukankah dia terluka sampai separah itu karena menyelamatkan kalian? Ayah kalian rela mengorbankan nyawanya demi kalian, itu artinya dia sangat menyayangi kalian, sama seperti rasa sayang ibu pada kalian,” Evrilia memeluk kedua anaknya dengan lembut.


__ADS_2