Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.112 - Xiao Xue


__ADS_3

Xiang Shin dan Xu Lingling terbang kembali ke kediaman Xu Lingling setelah selesai berdiskusi dengan Ketua Sekte Hewan Suci dan para Tetua.


Setibanya di sana, ternyata Huo Cai’er, Xuan dan Singa Bulan masih berada di tempat mereka sebelumnya, seolah mereka menjadi patung semenjak kepergiannya.


“Aku sebelumnya ingin bertanya kakak Xiang, sebenarnya siapa pria ini? Dia sangat mirip dengan mu, apakah dia saudara mu?” Xu Lingling menatap Xuan yang selalu memasang ekspresi datar dan kaku.


“Namanya Xuan, dia bukan saudara ku tapi bawahan ku, hanya kebetulan saja wajahnya mirip dengan ku,” Xiang Shin masih ingin menyembunyikan tentang Xuan dari Xu Lingling, bukan karena ia tidak mempercayai gadis itu tapi jika Xu Lingling mengetahuinya malah akan berbahaya untuknya nanti.


“Oh ya Xiao Ling, selamat kau telah menerobos ketingkat Martial Overlord tahap awal.”


“Hehe, itu juga karena mu, kakak Shin,” Xu Lingling berhasil menerobos karena Eliksir yang diberikan Xu Lingling.


“Singa Bulan! Bangun kau tukang tidur!” Xiang Shin membangunkan Singa Bulan dengan sedikit gelombang energi.


“Ada apa? Kau mengganggu tidur ku saja!” Singa Bulan berdiri lalu menghampiri Xiang Shin.


“Kakak Shin, kau juga punya Spirit Beast kontrak?”


“Dia bukan Spirit Beast kontrak ku. Aku mengalahkannya saat berada di Hutan Monster, dari pada aku bunuh aku pikir untuk memberikannya pada mu.”


“Benarkah kau akan memberikannya pada ku?” mata Xu Lingling langsung berbinar.


“Jadi manusia kecil ini adalah Tuan ku yang kau maksud?” Singa Bulan berdiri di depan Xu Lingling dalam ukuran gajah dewasa. Ia mengeluarkan auranya sambil menggeram, memberikan intimidasi pada Xu Lingling.


Xiang Shin hanya diam saja, ia tau Singa Bulan hanya ingin menguji Xu Lingling, Spirit Beast itu tidak akan berani berbuat macam-macam.

__ADS_1


Xu Lingling tersenyum tipis, tubuhnya mengeluarkan aura khusus yang membuat suara geraman Singa Bulan mengecil.


Singa Bulan bisa merasakan perasaan nyaman dari aura yang Xu Lingling keluarkan, perlahan ia jadi melupakan apa tujuan awalnya.


Xu Lingling mengangkat tangan kanannya lalu mengelus lembut dagu Singa Bulan seolah sedang mengelus kucing.


“Singa baik~”


Pada akhirnya aura Singa Bulan menghilang, dia yang awalnya ingin menunjukkan dominasinya agar Xu Lingling ketakutan hingga tidak mau menjadikannya Spirit Beast kontrak, kini bertingkah seperti kucing yang bertemu majikannya.


Xiang Shin berkedip beberapa kali melihat Singa Bulan dijinakkan dalam waktu kurang dari 1 menit saja. Apakah ini kemampuan anggota Sekte Hewan Suci dalam menjinakkan Spirit Beast? Atau mungkinkah ini kemampuan khusus milik Xu Lingling?


Sebuah pusaran energi tercipta di telapak tangan Xu Lingling, Singa Bulan pun masuk kedalam pusaran itu.


“Oh ya Xiao Ling, bagaimana dengan telur itu?” Xiang Shin mengingat tentang telur yang di beli saat lelang sebelumnya.


“Benarkah?”


“Ya, jika kakak Shin ingin melihatnya, ayo ikuti aku!” Xu Lingling langsung menarik Xiang Shin memasuki kediamannya, meninggalkan Xuan dan Huo Cai’er yang masih duduk di tempatnya.


Xu Lingling membawa Xiang Shin masuk ke dalam kamarnya. Kamar Xu Lingling sangat luas, bahkan lebih luas dari lapangan bola. Terlihat di atas meja pada sudut kamar, seekor makhluk kecil berwarna putih seperti salju sedang tertidur di atas tumpukan dedaunan dan ranting kayu yang merupakan herbal khusus.


“Xiao Xue!”


Mendengar panggilan Xu Lingling, makhluk kecil itu langsung terbangun, dengan ekspresi antusias dan kaki kecilnya, dia melompat memeluk Xu Lingling.

__ADS_1


“Jadi.. inikah rubah ekor sembilan? Tapi kenapa ekornya hanya dua?” Xiang Shin baru pertama kali melihat rubah yang terlihat sangat cantik.


“Itu karena dia masih kecil, ekornya akan terus tumbuh seiring kultivasinya naik.”


“Tapi apakah rubah itu bertelur? Setahu ku rubah itu beranak?” Xiang Shin cukup bingung bagaimana bisa seekor anak rubah muncul dari sebuah telur.


“Memang seperti itu cara Spirit Beast kuat bereproduksi. Mereka bisa saja melahirkan tapi juga bisa bertelur jika mau.”


Makhluk kecil itu adalah ras rubah ekor sembilan, karena itulah sebelumnya Xu Lingling sangat ingin membeli telur itu di lelang akbar.


Bayi rubah ekor sembilan bernama Xiao Xue itu menoleh kearah Xiang Shin, menatap pemuda itu dengan ekspresi penuh tanda tanya, seolah sangat pemasaran.


“Xiao Xue, dia kakak Shin, kau harus bersikap baik padanya!”


Xiao Xue mengangguk, paham dengan apa yang dikatakan Xu Lingling. Xiao Xue terbang lalu mendarat di pundak kanan Xiang Shin.


“Ruaaa...!” Xiao Xue meraung, berusaha mencari perhatian Xiang Shin.


Xiang Shin tersenyum, mengelus lembut kepala Xiao Xue yang sebesar tubuhnya.


“Sebenarnya aku belum memberitahu siapapun kalau Xiao Xue sudah menetas, kau adalah orang kedua yang di temui Xiao Xue,” Xu Lingling merahasiakan hal ini dari para petinggi sekte karena ingin agar Xiang Shin menjadi orang kedua yang ditemui Xiao Xue.


Xiang Shin mengobrol dengan Xu Lingling di dalam kamar tersebut, untung saja di sana ada Xiao Xue, jika tidak maka mungkin saja mereka sudah melanjutkan ‘pelajaran biologi’.


“Baiklah Xiao Ling, aku rasa aku harus pergi sekarang, maaf aku tidak bisa menemani mu lebih lama.”

__ADS_1


“Tidak masalah, aku paham situasi saat ini memang sedang mendesak. Aku juga tidak bisa menemani mu pergi ke Sekte 1000 Pedang karena masih memiliki urusan di Sekte.”


Sebelum berpisah, Xiang Shin dan Xu Lingling melakukan ciuman panas selama beberapa menit sebelum keduanya keluar menemui Xuan dan Huo Cai’er, sementara Xiao Xue langsung tidur di kamar.


__ADS_2