Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.497 - Pembalasan


__ADS_3

“Apa kau benar-benar manusia?” Su Chi mengerutkan keningnya.


“Apa aku terlihat seperti makhluk lain di mata mu?”


Dengan situasi saat ini, Qin Qiaoyu tidak akan bisa mengeluarkan kekuatan penuhnya. Paling dia hanya bisa setara dengan kebanyakan Demi-God tahap akhir. Jika bukan karena ketahanan tubuh Xuan yang ia miliki, Qin Qiaoyu sudah tereliminasi di babak ketiga sebelumnya.


Qin Qiaoyu sama sekali tidak takut dengan serangan apa pun itu kecuali serangan dari Cosmic Orb.


Qin Qiaoyu mengeluarkan pedangnya, ia berjalan santai menuju Su Chi dengan ujung mata pedang yang membuat garis di arena.


Melihat tatapan Qin Qiaoyu entah kenapa membuat Su Chi merasakan tekanan tersendiri.


“Cih! Aku tidak percaya jika dia benar-benar kebal terhadap semua serangan!” Su Chi kembali melesat dengan kecepatan tinggi.


Saat sudah memangkas setengah jarak, ia menebaskan pedangnya, mengeluarkan gelombang energi dingin yang membekukan apapun yang di lewati, bahkan udara sekali pun.


Serangan itu mengenai Qin Qiaoyu yang tidak terlihat berusaha menghindar, membuat gadis itu kini membeku di dalam kristal es.


Kristal es itu seketika memancarkan energi yang kuat kemudian mengeluarkan ledakan keras.


Su Chi diam di tempatnya, menatap ke arah kepulan asap ledakan. Tiba-tiba gelombang energi dingin keluar dari kepulan asap tersebut. Su Chi dengan sigap menangkis serangan itu.


“Dia masih hidup. Padahal dia menerima serangan ku dengan telak, bagaimana bisa?”


Su Chi semakin di kejutkan saat kepulan asap menghilang memperlihatkan Qin Qiaoyu yang sama sekali tidak mendapatkan luka.

__ADS_1


Qin Qiaoyu memasang kuda-kuda kemudian melakukan gerakan menusuk. Pancaran energi pedang berbentuk pedang raksasa meluncur keluar.


Su Chi menangkis serangan tersebut menggunakan pedangnya.


“Serangannya tidak terlalu kuat, yang merepotkan adalah ketahanan tubuhnya.”


Su Chi melesat maju, begitu juga dengan Qin Qiaoyu. Keduanya pun beradu serangan pedang dalam jarak dekat.


Qin Qiaoyu menggunakan gaya bertarung Xiang Shin yang fokus dalam kekuatan serangan dan refleks yang tinggi. Ia tidak mungkin menggunakan gaya bertarung dari Istana Dewi Salju karena Su Chi bisa mencurigainya nanti.


Berkali-kali Qin Qiaoyu terkena serangan Su Chi namun ia tidak mendapatkan luka sedikit pun.


Setiap serangan Qin Qiaoyu ia maksimalkan dalam kekuatan tapi tetap saja itu tidak cukup untuk mendesak lawan. Kecepatannya juga masih di bawah Su Chi.


Semua penonton kecuali kelompok Xiang Shin, mengerutkan keningnya melihat pertarungan tersebut. Mereka kebingungan kenapa Qin Qiaoyu tidak terluka meskipun sudah terkena serangan berkali-kali.


Untuk yang kesekian kalinya, Su Chi mendaratkan tendangan yang membuat Qin Qiaoyu jatuh menghantam tanah.


Su Chi melancarkan serangan lanjutan. Ia menciptakan ribuan kristal es yang melesat menyerang lawan.


Semua kristal es mengenai Qin Qiaoyu dengan telak.


Su Chi sama sekali tidak terkejut melihat Qin Qiaoyu masih tidak terluka. Ia mendarat tidak jauh dari lawannya yang baru bangkit.


“Tunjukkan wajah asli mu!” Su Chi mengacungkan pedangnya.

__ADS_1


“Apa maksud mu?” Qin Qiaoyu masih terlihat tenang meskipun sebenarnya ia terkejut.


Apakah Su Chi sudah mengetahui penyamarannya? Itu tidak mungkin karena ia sama sekali tidak mengeluarkan teknik dari Istana Dewi Salju.


“Aku yakin kau bukan manusia. Kau juga pasti seorang kultivator ranah Dewa Sejati yang menggunakan teknik tertentu untuk menyamarkan kultivasi. Jika bukan maka tidak mungkin kau tidak terluka oleh serangan ku.”


Qin Qiaoyu sedikit lega karena Su Chi sama sekali tidak menyadarinya.


“Aku sudah melewati pemeriksaan sebelum mengikuti turnamen. Selain itu di sini ada 3 senior yang merupakan kultivator terkuat Dimensi Manusia, apa kau ingin mengatakan mereka bodoh hingga akan tertipu oleh trik menyamarkan kultivasi?”


Qin Qiaoyu menebaskan pedangnya, mengeluarkan energi dingin berbentuk bulan sabit yang membelah tanah yang di lewati.


Su Chi berdecak kesal lalu menangkis serangan tersebut seperti biasa.


“Jika dia benar-benar tidak bisa terluka maka cepat atau lambat aku akan kalah karena kehabisan energi.” Su Chi bergumam dalam hatinya.


Pertarungan pun kembali berlanjut. Berjam-jam berlalu masih belum terlihat ada yang akan menang. Qin Qiaoyu mulai bisa memberikan beberapa serangan pada Su Chi.


Mungkin pertarungan ini menjadi yang terlama di turnamen ini karena sudah 2 hari, masih belum ada pemenangnya. Para penonton sudah mulai bosan dan berteriak agar salah satu dari mereka menyerah saja.


Tapi jelas tidak mungkin ada yang menyerah selama mereka belum merasa kalah.


Su Chi mulai semakin melemah, ia terus mendapatkan luka dari Qin Qiaoyu. Energinya terus terkuras.


Kini sudah mulai terlihat siapa yang akan menenangkan pertarungan ini.

__ADS_1


__ADS_2