
Ling Duan sebenarnya berencana untuk menyerang kelompok Xiang Shin setelah Xiang Shin memberi kelompoknya masing-masing token.
Namun Xiang Shin mengetahui apa yang di pikirkan Ling Duan hingga ia membuat antisipasi dengan menyuruh siapapun yang sudah mendapatkan token untuk keluar dari Dimensi Laut Mati.
Ling Duan yang pertama kali mendapatkan token hanya bisa menurut. Meskipun ia memiliki keyakinan dapat membunuh Xiang Shin namun tidak akan mudah. Jika Xiang Shin menghancurkan semua token maka semua rekannya tidak akan mendapatkan token ke babak berikutnya.
Satu demi satu kelompok Ling Duan mendapatkan token setelah membayar 10 Kristal Energi Dewa kemudian mereka keluar dari Dimensi Laut Mati. Mereka semua memberi ancaman pada Xiang Shin sebelum keluar.
Namun Xiang Shin sama sekali tidak menghiraukannya.
“Kita sekarang sudah mendapatkan 50 Kristal Energi Dewa.” Xiang Shin tersenyum lebar karena mendapat cukup banyak keuntungan.
Kristal Energi Dewa itu sangat langka, mendapatkan 50 bisa di bilang cukup banyak.
“Sekarang giliran kalian yang pergi keluar.” Xiang Shin menatap rekan-rekannya.
“Kenapa kami juga harus keluar? Bagaimana jika terjadi sesuatu pada mu?”
“Oh Lan’er, apa kau mengkhawatirkan ayah mu ini?” Xiang Shin mengusap matanya seolah sedang menahan air mata, “ayah mu ini sungguh terharu.”
“Aku sama sekali tidak mengkhawatirkan mu!” Xiang Lan langsung membantah, menunjuk Xiang Shin dengan marah, “aku hanya.. aku hanya tidak ingin ibu sedih jika kau sampai terluka! Ya, aku bukannya mengkhawatirkan mu!”
Xiang Shin hanya tersenyum lebar membuat Xiang Lan kesal.
__ADS_1
“Saat ini mereka tidak tau wajah asli kita karena kita sudah mengubah penampilan kita. Jika kalian keluar dengan wajah asli maka mereka tidak akan berpikir kalau kalian adalah anggota kelompok ku.” Xiang Shin menjelaskan beberapa hal lainnya hingga mereka paham.
Mereka pun setuju untuk keluar, meninggalkan Xiang Shin sendiri di Dimensi Laut Mati.
***
Saat ini di area lapangan tempat para peserta berkumpul sebelum di teleportasikan menuju Dimensi Laut Mati.
Terlihat 5 kultivator tingkat Demi-God yang berdiri di sana. Mereka adalah kelompok Ling Duan.
Mereka semua terlihat menahan marah karena apa yang Xiang Shin lakukan sebelumnya. Mereka membicarakan tentang rencana bagaimana mereka akan membunuh Xiang Shin hingga akhirnya satu orang yang merupakan Xiang Shui muncul tidak jauh dari mereka.
Xiang Shui terlihat mengepalkan tangannya seolah menahan amarah.
“Saudara, aku tau kau pasti mengalami hal yang sama dengan kami. Apa kau tau nama si sialan itu?” Ling Duan tidak tau jika Xiang Shui adalah salah satu rekan Xiang Shin karena sekarang ia dalam penampilan aslinya.
“Jadi kalian juga sama ya. Si sialan itu, aku tidak tau namanya, tapi aku pasti akan membalas kerugian ku, ini benar-benar perampokan!” Xiang Shui sedikit membocorkan auranya seolah ia tidak bisa mengendalikan diri.
Tidak berselang lama, Yin Litian pun muncul. Reaksinya terlihat sama dengan Xiang Shui. Barulah Xiang Lan, Li Yiren dan Qin Qiaoyu muncul.
***
Dimensi Laut Mati.
__ADS_1
Para peserta terus berdatangan dalam jumlah paling banyak belasan. Mereka semua tidak memiliki pilihan lain selain membayar 10 Kristal Energi Dewa pada Xiang Shin dengan berat hati dan penuh rasa dendam.
Mereka semua memiliki pikiran yang sama yaitu membalaskan dendam pada Xiang Shin nanti di babak berikutnya.
Xiang Shin mendapatkan panen banyak dari para peserta lainnya.
Waktu berlalu, kini token di tangan Xiang Shin hanya tersisa 10 saja. Jika ia keluar nanti di paling akhir maka orang-orang pasti akan mengira dirinya adalah orang yang merampok semua peserta. Jadi ia menaruh kembali 10 token itu di tembok kemudian keluar dari Dimensi Laut Mati setelah mengubah penampilannya seperti semula.
Entah siapa yang mendapatkan kesepuluh token tersebut, Xiang Shin tidak terlalu memikirkannya.
Saat Xiang Shin muncul di area luar, ia melihat sudah banyak peserta lainnya di sana.
“Peserta ke 999.990, karena jumlah kelompok si sialan itu ada 6 beserta dirinya dan satu token sudah di hancurkan, jadi seharusnya setelah 3 peserta lagi muncul, si sialan itu akan keluar bersama rekan-rekannya.” Sosok Ling Duan menghampiri Xiang Shin.
“Jadi apa kalian juga di rampok oleh si sialan itu?” Xiang Shin terlihat seolah menahan amarah.
Tentu saja ia harus bersandiwara sebagai korban agar mereka tidak tidak sadar dirinyalah yang merampok mereka.
“Kita semua sama, karena itulah aku akan mengajak mu bekerja sama. Di babak berikutnya, kita semua harus membuat si sialan itu tereliminasi.”
“Aku sebenarnya juga ingin sekali menghajarnya. Baiklah, aku akan bekerja sama dengan kalian.”
Sama sekali tidak ada yang menyadari kalau mereka telah mengajak kerja sama orang yang ingin mereka hajar.
__ADS_1