
Satu demi satu Xiang Shin membaca setiap buku. Ada beberapa buku teknik yang dia dapatkan namun itu semua tingkatannya masih berada di bawah Teknik Pedang Asura dan Teknik Pedang Indra jadi Xiang Shin tidak tertarik mempelajarinya.
Entah sudah berapa buku Xiang Shin baca, ia tidak mengingatnya. Kali ini buku yang ia ambil tidak memiliki judul, ia membukanya namun tidak ada tulisan pada di lembar pertama, begitu juga dengan lembar ke dua.
Xiang Shin membuka setiap lembar dan akhirnya di lembar terakhir ada beberapa kalimat yang tertulis.
“Tidak ku sangka akan berakhir seperti ini, padahal aku sudah merencanakannya dengan matang tapi semuanya malah menjadi kacau. Tapi akhir hidup ku yang sekarang bukanlah akhir yang sesungguhnya. Aku pasti akan memusnahkan si sialan itu sampai tidak bisa bangkit lagi!” Xiang Shin membaca kalimat yang tertulis di buku tersebut.
“Apa maksudnya? Apakah mungkin ini pesan terakhir dari pemilik makam ini? Si sialan yang dia maksud pasti musuh bebuyutannya. Tapi sama sekali tidak ada penjelasan lain di sini. Mungkinkah catatan ini telah di hapus oleh seseorang?” Xiang Shin menutup buku tersebut kemudian menaruhnya kembali.
Buku berikutnya Xiang Shin terdiam saat melihat isi buku tersebut. Bukan karena isinya yang sangat luar biasa namun karena isinya adalah gambar-gambar dari gadis seksi yang cantik.
Xiang Shin langsung menutup buku tersebut, “tidak ku sangka pemilik makam ini suka mengoleksi buku seperti ini.”
“Ayah buku apa itu? Apa itu buku cerita? Bisakah Fei’er melihatnya?”
Xiang Shin cukup terkejut karena tidak menyadari keberadaan Xiang Fei di sampingnya.
“Ini bukan buku cerita, Fei’er. Ini adalah buku sampah yang tidak berguna, ayah pun hampir mual membacanya,” Xiang Shin langsung membakar buku tersebut menjadi abu agar tidak di temukan oleh siapa pun lagi.
__ADS_1
Xiang Shin lanjut berkeliling membaca buku sementara Xiang Fei pergi mencari buku cerita yang bisa ia baca.
Beberapa jam kemudian, terdengar suara Xiang Fei yang memanggil-manggil Xiang Shin.
“Ayah! Ayah! Fei’er menemukan ini,” Xiang Fei berlari kecil, menunjukkan sebuah gulungan sepanjang setengah meter.
“Apa itu, Fei’er?”
“Kelihatannya ini sebuah peta, tapi Fei’er tidak tau ini peta apa,” Xiang Fei menyerahkan peta tersebut pada Xiang Shin.
“Ini..” Xiang Shin langsung menjadi serius setelah melihat peta tersebut, “ini adalah peta Istana Xiang. Meskipun ada beberapa area yang tidak jelas tapi ini bisa di bilang peta yang cukup lengkap.”
Xiang Lan yang mendengar suara Xiang Shin, berjalan mendekatinya lalu melihat peta yang melayang di depan Xiang Shin.
“Itu tidak menjadi masalah,” Xiang Shin tersenyum tipis lalu melakukan segel tangan.
Sesaat kemudian ia menyentuh titik tertentu di bagian pohon peta. Peta itu mengeluarkan cahaya kemudian proyeksi Istana Xiang Shin muncul.
“Ini sekilas memang terlihat seperti peta biasa, tapi ada susunan formasi tersembunyi yang dapat mengaktifkannya,” Xiang Shin menunjuk titik merah yang berada di dalam proyeksi Istana Xiang Shin, “seharusnya titik merah ini adalah tempat kita berada. Peta ini sendiri yang menjadi tanda lokasi keberadaan kita.”
__ADS_1
Ekspresi Xiang Lan juga menjadi cerah. Dengan adanya peta ini, mereka bisa lebih leluasa menjelajahi istana.
“Aku sebelumnya memimpin pasukan ku untuk masuk ke melalui bangunan ini kemudian menemukan jalan rahasia. Seharusnya pasukan ku berada di tempat ini,” Xiang Shin menandai Ara tertentu di proteksi Istana Xiang Shin.
Untuk sekarang ia tidak mengkhawatirkan pasukannya karena ia sudah mendapat kabar dari Xiao Zhou semuanya baik-baik saja dan terus fokus berkultivasi.
Inti Dunia di ruangan tempat Xiao Zhou dan yang lainnya berada tidak henti-hentinya muncul melalui susunan formasi jadi mereka tidak masalah jika terus tinggal di sana untuk berkultivasi.
“Kakak Lan, di area mana kau berpisah dengan Saudara Shui?”
“Seharusnya di sini,” Xiang Lan menunjuk salah satu tempat di dalam proyeksi Istana, “tapi sekarang tidak jelas di mana Kakak dan yang lainnya berada. Apakah peta ini memiliki fungsi mencari keberadaan orang yang memasuki istana?”
“Tidak ada,” Xiang Shin menggeleng pelan, “saudara Shui pasti baik-baik saja, sekarang sebaiknya kita pergi menuju pusat Makam Xiang Shin. Seharusnya di sana merupakan tempat warisan utama berada.”
Xiang Lan mengangguk setuju.
“Tapi sebelum itu, aku ingin menyimpan semua buku di perpustakaan ini.”
“Ya tidak masalah, ambil saja semuanya, aku sudah mengambil buku yang aku inginkan.”
__ADS_1
Xiang Shin pun tidak ragu menyimpan semua buku itu ke dalam dimensi penyimpanannya.
Xiang Fei melompat naik ke punggung Xiang Shin kemudian mereka bertiga bergerak menuju pusat Makam.