
Pertarungan antara Yin Litian melawan Tang Yong berakhir dengan kekalahan Yin Litian.
Tang Yong hanya menggunakan 3 Jalur Reinkarnasi untuk mengalahkannya. Namun untuk pertama kalinya dalam pertarungan Tang Yong di turnamen ini, ia mendapatkan sebuah luka. Meskipun luka itu tidak seberapa tapi itu menunjukkan jika Yin Litian lebih kuat di bandingkan lawan-lawan Tang Yong sebelumnya.
Yin Litian kembali ke tempat kelompoknya berada. Ia terlihat kecewa karena kekayaannya ini.
“Tidak apa-apa sayang, yang penting kau sudah berusaha. Selain itu, kau masih memiliki kesempatan.” Li Yiren berusaha menenangkan suaminya.
Memang di antara 7 peserta yang tersisa, 5 yang akan memenangkan hadiah utama. 4 dari 7 peserta akan memperebutkan posisi pertama sampai keempat, sementara posisi kelima akan di perebutkan oleh 3 peserta lainnya.
Yin Litian masih memiliki kesempatan meskipun kesempatannya sangat kecil.
“Ya, terima kasih Ren’er.” Yin Litian tersenyum lembut, ia senang memiliki istri yang pengertian seperti Li Yiren.
“Sebaiknya kau segera pulihkan kondisi mu dulu,” Li Yiren memberi Yin Litian sebagai ah pil.
Yin Litian menerimanya kemudian duduk bersila setelah mengonsumsi pil pemberian istrinya.
Saat Tetua Gong Lang mengumumkan peserta yang akan bertarung di putaran berikutnya, Xiang Shin dan Xiang Lan saling memandang karena mereka berdualah yang akan bertarung.
Xiang Lan tersenyum manis namun jelas sekali senyumannya bukanlah senyum baik-baik. Gadis itu melompat ke atas arena tanpa mengatakan apa-apa.
“Ayah, hati-hati.” Xiang Shui menepuk pundak ayahnya sambil tersenyum.
Xiang Shin menghela nafas kemudian menyusul putrinya tersebut ke atas arena. Ia mendarat tidak jauh di depan Xiang Lan.
__ADS_1
“Aku tidak akan menahan diri!” Xiang Lan memasang kuda-kuda.
“Ya, aku tau.” Xiang Shin menjawab singkat.
Saat Tetua Gong Lang memulai pertarungan, Xiang Lan langsung melesat dalam sekali tolakan kaki.
Kepalan tangannya sudah di lapisi 7 elemen yang bercampur menjadi satu yang terpusat dengan konsentrasi tinggi. Xiang Lan tanpa menahan diri, menghantamkan pukulannya tepat pada bagian wajah ayahnya.
Xiang Shin tidak terlihat berniat menghindar, ia hanya diam hingga pukulan Xiang Lan secara telak mengenai wajahnya.
Xiang Shin terpental hingga menabrak dinding formasi pembatas arena. Ia pun jatuh ke tanah, sempat kehilangan keseimbangan sejenak karena pusing.
Darah terlihat keluar dari hidung Xiang Shin, ia mengusapkan kemudian tersenyum tipis.
“Oh, pukulan yang kuat Lan’er. Itu hampir membuat ku pingsan.”
“Kenapa kau tidak menghindar tadi?” Xiang Lan menatap tajam Xiang Shin.
Ia menahan agar tangannya tidak gemetar. Bukan karena sakit akibat memukul Xiang Shin namun karena ia takut, takut jika saja pukulannya tadi membunuh ayahnya.
Xiang Lan tadi benar-benar mengerahkan seluruh kekuatannya untuk memukul wajah Xiang Shin sebagai pelampiasan kekesalannya. Saat melihat ayahnya tidak bergerak, ia berpikir mungkin ayahnya merencanakan sesuatu untuk menghindar.
Tidak di sangka dia benar-benar menerimanya. Xiang Lan tentu terkejut, tangannya sempat gemetar sejenak namun ia merasa lega saat melihat ayahnya baik-baik saja.
“Bukankah kau selalu ingin memukul wajah ku? Jadi aku memberi mu kesempatan itu. Bagaimana sekarang? Apa kau sudah merasa puas.”
__ADS_1
Xiang Lan tidak bereaksi, meskipun sebenarnya dia ingin menangis sekarang ini. Sepertinya ia memang telah salah membenci ayahnya. Dia memang benar-benar menyayanginya bahkan sampai membiarkan dirinya melampiaskan kekesalan dengan memukul wajahnya.
“Kau.. dasar ayah bodoh!” Xiang Lan kembali melesat ke arah Xiang Shin.
Karena perasaan Xiang Lan yang tidak karuan, ia sampai tidak waspada terhadap sekitarnya, melupakan jika sekarang dirinya sedang dalam pertarungan.
Sebuah lingkaran portal tercipta di depannya. Xiang Lan melebarkan matanya namun sudah terlambat bereaksi. Tubuhnya masuk ke dalam lingkaran portal.
Setelah setengah tubuhnya masuk, lingkaran portal mengecil hingga membuatnya tersangkut di sana.
Xiang Lan berusaha melepaskan diri namun ia tidak bisa. Jika ia menguasai hukum ruang, tentu akan mudah melepaskan diri.
“Lepaskan aku!!” Xiang Lan menatap tajam Xiang Shin setelah usahanya melepaskan diri tidak membuahkan hasil.
“Aku bisa saja melepaskan mu, Lan’er. Tapi tentu saja setelah kau menyerah.”
“Sialan! Aku tidak akan pernah menyerah!”
“Kalau begitu aku bisa menunggu sampai kau merasa bosan.” Xiang Shin duduk bersila di depan Xiang Lan.
Setelah beberapa menit kembali mengeluarkan usaha namun tidak bisa lepas, Xiang Lan pun menghela nafas.
“Aku.. menyerah.” Xiang Lan akhirnya memilih untuk menyerah.
“Nah, kalau kau tidak keras kepala, kau tidak akan terlalu lama tersangkut di sana, Lan’er.” Xiang Shin melebarkan lingkaran portal hingga putrinya itu bisa keluar.
__ADS_1
Xiang Lan mendengus kemudian kembali ke tempat duduknya setelah kemenangan Xiang Shin di umumkan.