
Dimensi Peri tidak mampu menahan invasi para iblis lebih jauh lagi. Lukas sadar jika dirinya terus memaksa untuk melawan maka rasnya akan di musnahkan.
Bahkan dengan Orb Of Aqua yang ia miliki, meskipun bisa unggul jika melawan 1 iblis Dosa Besar, tapi melawan 2 sekaligus ia tidak akan mampu.
Dimensi Peri awalnya memiliki 3 ranah Dewa Sejati tingkat 9 tapi 2 lainnya sudah tewas di tangan para iblis. Jadi hanya Lukas saja pilar Dimensi Peri yang tersisa.
Tapi sekarang satu-satunya yang bisa Lukas lakukan adalah pergi membawa rasnya yang tersisa untuk mencari bantuan dari Dimensi lainnya.
Berharap bisa menjalin kerja sama untuk menghadapi para iblis itu.
Setelah berhasil membawa semua rasnya dengan kapal angkasa khusus pergi dari Dimensi Peri secara diam-diam tanpa terdeteksi para iblis, Lukas bergerak menuju Dimensi Beast.
Sebenarnya Dimensi Malaikat jaraknya lebih dekat tapi Lukas tau para Malaikat yang sombong dan angkuh itu tidak akan mau bekerja sama. Akhirnya Dimensi Beast adalah pilihan satu-satunya.
Tapi tidak di sangka saat tiba di Dimensi Beast, ia melihat perang besar sedang berkecamuk antara Beast melawan Iblis.
Lukas bisa melihat para Beast sudah terdesak dan tidak memiliki kesempatan menang. Jika ia iku terlibat dalam peperangan maka bisa saja seluruh ras Peri yang ia bawa akan mengalami dampak buruk.
Tapi pada akhirnya Lukas memutuskan untuk membantu. Kedatangannya memberi sedikit angin segar pada Qin Ming dan Zhu Que.
“Dewa Peri, apa kau datang seorang diri?” tanya Qin Ming.
“Pasukan ku akan segera tiba untuk membantu.” Lukas tidak mengalihkan pandangan dari Leviathan.
“Lukas! Apa kau pikir hanya dengan diri mu saja bisa mengubah situasi?!”
__ADS_1
Suara teriakan Leviathan masih bisa terdengar meskipun ia berada di dalam bola air.
Energi kegelapan Leviathan menyebar hingga memenuhi bola air. Luapan energi yang terlalu banyak tidak bisa di tampung akhirnya bola air hancur.
“Kalau begitu bagaimana jika aku ikut bergabung?”
Suara halus seorang wanita tiba-tiba terdengar. Mereka berempat menoleh ke sumber suara, melihat seorang wanita cantik yang terlihat seperti gadis berusia 20-an.
“Dewi Waktu!” Leviathan mengerutkan keningnya, ia tidak akan bertindak sembarangan di hadapan wanita itu.
Lucifer saja yang merupakan Iblis Dosa Besar dengan kekuatan paling mengerikan bisa di kalahkan dengan satu serangan olehnya.
Han Shizu melihat ke seluru area medan perang, para Beast sudah terdesak.
Domain Waktu! Hentikan!
Kecuali beberapa individu yang Han Shizu kehendaki bisa bergerak di dalam Domain waktunya, mereka masih memiliki warna.
“Apa kalian masih ingin melanjutkan peperangan ini? Aku tidak keberatan untuk bertarung hidup mati dengan kalian semua.” Han Shizu berkata dengan suara datar.
Leviathan melihat mata Han Shizu yang memiliki pola dan warna yang unik. Melihat mata itu membuatnya merasakan tekanan tersendiri.
Belphegor dan Mammon mendengar suara itu dengan jelas. Mereka berhenti menyerang dan pergi menuju tempat Leviathan.
“Dewi Waktu, bagaimana bisa kau ada di sini? Apa kau ingin ikut campur urusan kami?!” Mammon menatap tajam Han Shizu.
__ADS_1
Han Shizu mengalihkan pandangan ke Mammon yang masih dalam wujud raksasa. Tiba-tiba saja ia sudah berada di hadapan Iblis Dosa Ketamakan itu.
Mammon tidak sempat bereaksi saat tubuhnya menjadi hitam putih, menandakan waktunya telah terhenti.
Han Shizu hanya menyentuh kening Mammon dengan jari telunjuknya. Seketika tubuh Mammon mulai terbelah dari ujung kepala seperti kertas yang di robek menjadi dua bagian.
Belphegor dan Leviathan segera bergerak menjauh. Bagaimana bisa Mammon di belah begitu saja.
Bersamaan dengan itu, Han Shizu menghilangkan Domainnya.
“Aku tanya sekali lagi, apa kalian masih ingin melanjutkan peperangan ini?”
Belphegor dan Leviathan mengepalkan tangan. Mereka melihat Mammon tidak lagi memancarkan aura apa pun. Apakah dia sudah mati? Apakah memang Primordial Demon seperti mereka bisa di bunuh begitu saja? Ini tidak masuk akal.
“Kita mundur!”
Pada akhirnya kedua Iblis Dosa Besar itu memutuskan untuk mundur.
Leviathan mengeluarkan sebuah gelombang energi khusus yang hanya bisa di rasakan oleh para iblis sebagai sinyal perintah untuk mundur.
Leviathan dan Belphegor pergi dengan membawa masing-masing satu potongan tubuh Mammon.
Para iblis kebingungan dengan perintah tiba-tiba ini. Padahal kemenangan sudah terlihat untuk apa mundur? Tapi perintah dari Iblis Dosa Besar adalah mutlak, mereka tidak berani untuk membantah.
Para Beast juga kebingungan kenapa musuh mereka mundur tapi mereka tidak menghentikannya sama sekali karena ini justru hal yang bagus.
__ADS_1
Semua iblis pergi menggunakan kapal angkasa mereka.