Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.151 - Evrilia & Xiang Lan


__ADS_3

Alam Surgawi sangat luas, tidak ada yang mengetahui seberapa luas Alam Surgawi. Yang pasti semua orang percaya, Alam Surgawi luasnya tidak terbatas dan ada banyak misteri di dalamnya.


Di salah satu galaksi di Alam Surgawi, tepatnya di pusat galaksi yang mana tempat berdirinya sekte penguasa galaksi tersebut.


Terlihat sosok wanita cantik dengan rambut pirang panjang sedikit bergelombang, kulit putih mulus tanpa cacat serta mata biru yang seolah menerangi langit malam. Jika di lihat sekilas orang-orang akan berpikir wanita itu adalah seorang manusia namun jika di lihat lebih teliti, tidak akan ada yang berpikir demikian karena wanita itu memiliki telinga panjang dan runcing.


Ya, wanita itu adalah seorang ras Elf bernama Evrilia.


Evrilia berdiri di menara tertinggi Sekte, melihat langit malam penuh bintang. Meskipun mata wanita itu tertuju pada langit, namun hati dan pikirannya melayang entah ke mana.


“Sudah 50 tahun, rasanya begitu lama,” Evrilia bergumam sambil memejamkan matanya, membayangkan wajah seorang pria, “aku sudah mencarinya ke mana-mana tapi masih tidak bisa menemukannya. Kapan kira-kira kita bisa bertemu lagi?”


Evrilia membayangkan saat-saat menyenangkan yang dia lalui dengan seorang pria membuatnya senyum-senyum sendiri.


“Ibu pasti sedang memikirkan ayah kan?”


Tiba-tiba terdengar suara seorang gadis dari belakang Evrilia.


“Kau sudah selesai berlatih Lan’er?” Evrilia menoleh melihat sosok gadis cantik yang wajahnya sangat mirip dengan dirinya, mulai dari wajah, mata sampai rambut bahkan postur tubuh seolah tidak ada bedanya.


Hanya saja gadis itu tidak memiliki telinga yang sama sepertinya. Telinga gadis itu sama seperti manusia pada umumnya.


Gadis itu bernama Xiang Lan, putri Evrilia.

__ADS_1


“Jika aku belum selesai aku tidak mungkin menemui ibu saat ini,” Xiang Lan berdiri di samping Evrilia, “kenapa ibu selalu memikirkan ayah? Padahal belum tentu juga ayah memikirkan kita.”


Xiang Lan sangat mengetahui bagaimana ibunya saat sedang memikirkan ayahnya yang tidak pernah ia lihat seperti apa wajahnya.


Evrilia pasti akan berdiri di menara tertinggi sambil menatap langit malam. Ini terjadi paling tidak sekali setiap bulan atau paling lama sekali setiap tahun.


Sesekali Xiang Lan akan melihat ibunya meneteskan air mata. Hal itu membuat gadis itu tidak menyukai ayahnya karena telah membuat ibunya menanti begitu lama sampai membuatnya menangis.


Siapa sebenarnya ayahnya? Kenapa dia tega meninggalkan ibunya yang sangat mencintainya? Saking bencinya Xiang Lan pada ayahnya, ia bahkan merasa tidak keberatan jika ibunya mencarikan ayah baru asalkan ibunya tidak bersedih lagi.


Namun sayangnya ibunya tidak pernah membuka hati untuk pria lain. Sudah banyak pria dari berbagai penjuru melamarnya namun semuanya di tolak entah seperti apapun latar belakang pria yang melamarnya itu.


Evrilia mengelus kepala Xiang Lan dengan lembut, “meskipun ibu berusaha sekuat mungkin, ibu tidak pernah bisa melupakan ayah mu.”


“Huh, orang itu sangat tidak bertanggung jawab, tidak pantas untuk ibu. Dia sangat tega meninggalkan kita tanpa kabar sampai sekarang. Jika aku bertemu dengannya, setidaknya aku harus memberikan satu pukulan untuk satu air mata ibu yang menetes karenanya,” Xiang Lan menunjukkan tinjunya.


Perkataan Evrilia membuat Xiang Lan langsung menoleh kearahnya.


“Ibu yang meninggalkan ayah? Tapi kenapa? Padahal ibu sangat mencintai ayah?”


“Sulit untuk menjelaskannya,” Evrilia menggeleng pelan, “tapi kau jangan membenci ayah mu, dia adalah orang yang baik, dia selalu menyelamatkan ibu dulu, bahkan sampai rela mempertaruhkan nyawanya dengan ibu.”


“Jika ayah sering menyelamatkan ibu, bukankah artinya dia lebih kuat dari ibu. Kalau begitu kenapa sampai sekarang dia masih belum menemukan kita,” Xiang Lan masih mencari-cari kesalahan ayahnya.

__ADS_1


“Dunia ini sangat luas Lan’er, tidak mudah untuk menemukan seseorang. Ibu juga selama ini mencari keberadaan ayah mu, tapi masih tidak ada hasil.”


“Huh, paling sekarang ayah sedang bersenang-senang dengan wanita lain,” Xiang Lan mendengus.


Evrilia terdiam mendengar perkataan putrinya, membayangkan pria yang dia tunggu selama ini hidup bersama wanita lain membuatnya merasa tidak nyaman. Namun mengingat situasi antara dirinya dengan pria itu, ia tidak akan mengeluh asalkan pria itu bertanggung jawab dan menerima dirinya.


Melihat ekspresi sedih ibunya, Xiang Lan merasa menyesal.


“Ibu, maafkan Lan’er. Lan’er tidak bermaksud membuat ibu sedih,” Xiang Lan memegang tangan ibunya.


Evrilia tersenyum lembut sambil menggeleng pelan, “ibu tidak apa-apa.”


Xiang Lan pun berusaha menghibur ibunya dengan berbagai macam cerita. Keduanya mengobrol santai di tengah malam ini.


“Oh ya Lan’er, ibu belum pernah menceritakan tentang ayah mu selama ini. Jadi mungkin sekarang ibu akan mulai menceritakannya!..


Pertama ayah mu bernama Xiang...”


“Baiklah-baiklah aku tidak ingin mengetahui nama orang itu!” Xiang Lan memotong perkataan ibunya sambil menutup telinganya dengan tengah, “ibu, aku akan mencari kakak Shui untuk lanjut latihan.”


Xiang Lan memiliki saudara kembar bernama Xiang Shui.


Xiang Lan pun terbang pergi, Evrilia hanya melihat kepergiannya dengan senyum lembut sambil menggeleng pelan.

__ADS_1


Putrinya ini masih sangat kekanak-kanakan. Evrilia kembali menatap langit malam.


“Xiang Shin, putra dan putri mu sudah besar, kapan kita bisa tertemu lagi?”


__ADS_2