Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Eps 27 - Kembalinya Dong Tian


__ADS_3


Liu Yan dan Bai Lang masih terus berjalan dengan santai sambil menikmati angin angin yang ada di sana, terkadang mereka mengobrol dan tertawa. tetapi tak lama dari itu ada sesuatu di depan mereka.


Bukan menghadang melainkan sesuatu yang cukup jauh yang sedang mendatangi mereka, meskipun itu hanya hewan Spritual tapi setidaknya berada di Tingkat ke 8.


"Tuan muda..." Bai Lang yang mencoba memberitahu Liu Yan "Aku tahu ..." jawab Liu Yan–hewan spiritual itu terus mendekat dan terus mendekat hingga berada di depan Liu Yan.


Meskipun Hewan Spiritual itu berada di Tingkat 8 tapi tidak bisa berbicara bahasa manusia hanya mengatakan hal yang tidak di mengerti oleh Liu Yan dan Bai Lang "Tuan Muda, sepertinya hewan ini juga memperingati kita untuk tidak melanjutkan perjalanan kita..." ucap Bai Lang dengan kekhwatiran.


"Tidak apa Bai Lang kita harus tetap melanjutkan perjalanan ini karena semua orang bergantung kepadaku..."Liu Yan yang sudah membulatkan tekadnya dengan wajah yang serius. Bai Lang yang melihat wajah Liu Yan di penuhi dengan keyakinan ia hanya bisa menghela nafas dan menyetujui hal itu.


"Tuan biarkan aku yang melawannya, Tuan duluanlah nanti aku akan menyusul..." Bai Lang yang menoleh ke Liu Yan dan meminta untuk meninggalkannya.


"Tidak, Akan sangat lama jika aku menunggumu. lebih baik kita berdua yang melawan hewan ini karena kekuatan mu dengan di tidak jauh berbeda, dirimu pasti akan kewalahan menghadapi nya sendirian..."


"Baiklah tuan muda , mari melawannya bersama..." kemudia Liu Yan mengeluarkan Senjatanya karena lawannya cukup tangguh untuk mereka berdua dan Liu Yan mengambil sikap kuda kuda sedangkan Bai Lang mengubah bentuknya menjadi sedia kalah yaitu Raja Serigala Putih.


'Sepertinya kalian tidak tahu maksud ku, justru aku mengingatkan ini untuk kebaikan kalian' suara yang tiba tiba berada di kepala Liu Yan dan Bai Lang


'Karena jika kalian menjelajahi hutan ini lebih dalam aku takutnya kalian tidak akan mampu menghadapinya' Liu Yan dan Bai Lang kemudian menatap Hewan itu dengan cukup yakin–Hewan spiritual itu mengangguk karena dirinya tidak bisa memakai bahasa dari manusia.


'Maafkan kami Senior, tapi aku sudah bertekad untuk terus maju bukan hanya diriku tapi demi semua orang yang berhadapan kepadaku' balas Liu Yan yang menggunakan telepati. sebenarnya ia sempat ragu tetapi dengan apa yang dikatakan Hewan Spritual itu ia justru bertambah yakin.


'Haaa......, Baiklah aku tidak akan menahan mu lebih jauh. Tapi ketahuilah sosok yang berada di depan sana bukanlah sosok yang mampu kalian hadapi ' hewan itu yang mencoba untuk memperingati Liu Yan menggunakan telepati.


Karena Liu Yan sangat menghormati binatang itu ia kemudian membungkukkan badannya dan menangkupkan tangannya untuk memberikan hormat atas apa yang ia katakan "Terimakasih Senior, aku selalu mengingat kata katamu..."dan segera meninggalkan hewan itu untuk melangkah lebih jauh.


Sudah Sejak berlalu sejak saat itu tetapi Liu Yan hanya bertemu dengan Hewan Spritual Yang mencoba memperingatkannya bahkan di Tingkat 8 puncak. Tapi Liu Yan hanya mendengarkan perkataan mereka dan tetap waspada terhadap sekitar


"Wunggg!...." Tiba tiba ada tekanan yang sangat kuat yang di tujukkan kepada Bai Lang dan Liu Yan. bahkan Bai Lang tidak bisa menahan tekanan itu dan langsung jatuh ke tanah tapi tidak dengan Liu Yan Yang masih berdiri Kokoh dan tidak terpengaruh.

__ADS_1


"Tekad yang sangat kuat..." suara yang berasal dari langit dan terlihat sosok yang sangat kuat kemudian menghampiri Liu Yan dengan perlahan "Anak muda kembalilah aku tidak ingin memaksamu..."


Karena Liu Yan sudah bertekad ia hanya berkata " Maaf Senior aku tidak bisa melakukan itu..." Liu Yan yang menatap sosok itu dengan tajam bahkan ia sempat mengeluarkan aura yang melawan tekanan yang diberikan orang itu.


"Apa kamu layak..." hanya itu yang diucapkan sosok itu yang kemudian membentangkan tangannya kemudian mengepalkan tangannya.


"Bruk!..." Liu Yan yang terjatuh karena serangan yang tidak di ketahui itu tapi Liu Yan masih sadar dan mengeratkan giginya agar tidak pingsan.


"Bahkan jika aku mati aku akan tetap maju..." suara yang terdengar dari Liu Yan yang sangat kecil dan terbata bata.


"Lumayan juga kamu anak muda, kamu masih bertahan dengan serangan ku tapi tidak untuk kedua kalinya..." sosok itu kemudian menembakkan serangan yang sangat kecil ke arah Liu Yan dengan kecepatan yang sangat cepat.


"Boom!..." ledakan yang sangat dahsyat untuk serangan sekecil itu, tapi yang mengejutkan Liu Yan masih dapat bertahan dari serangan itu.


"Ternyata kamu ahli formasi, sungguh hebat di usia yang sangat muda bisa membuat formasi dengan sangat cepat dalam keadaan seperti itu. tapi sayang sekali kamu bertemu denganku..." kemudian ia mengaliri tangannya dengan Energi Qi yang sangat kuat dan berkata


"Tapak penghancur surgawi ..." Serangan dengan pola tangan berwana emas yang mengarah ke Liu Yan bahkan tekanan dari serangan itu membuat tanah di sekitarnya manjadi retak.


"Boom!..."


"Hehe,murid bodoh kamu kira aku hanya akan duduk manis, melihatmu yang begitu menyedihkan..." sosok itu yang tidak lain adalah Dong Tian yang sedang menahan serangan itu hanya dengan tekanannya tanpa menggerakkan badannya


"Guru..." ucap nya dan mengangkat tangannya tapi ia sudah tidak kuat untuk bertahan dan langsung terpingsan. "Murid bodoh, kamu bisa bertahan sampai saat ini melawannya sudah sangat pantas menjadi muridku jadi tidurlah biarkan gurumu ini yang meneruskan nya..." sosok itu yang kemudian mengangkat tubuh Liu Yan dan tersenyum bangga "Baiklah sudah saatnya membereskan serangga yang tidak tahu diri ini..." Dong Tian melirik sosok itu dan mengeluarkan tekanan yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.


"Beraninya serangga seperti mu menyerang muridku, apa kamu tidak malu melawan seorang anak muda yang hanya berada di Ranah Penyempurnaan Qi..." Dong Tian yang berkata dengan nada dingin.


"Ampuni Aku tuan , Aku hanya di utus oleh Great Sage untuk menyingkirkan anak itu ..." Ucap sosok itu yang sedang tertekan di atas tanah dan memohon.


"Ternyata bocah itu, ..." Dong Tian yang mengingat siapa Great Sage yang orang itu maksud."Karena kau utusan bocah itu maka ku lepaskan kau Kali ini saja ..." Dong Tian yang mengampuni orang itu.


"Terimakasih Tuan..." orang itu yang segera pergi dari hadapan mereka berdua.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan urusan itu Dong Tian membawa Liu Yan dan Bai Lang untuk mengobati keduanya dan setelah selesai mengobati keduanya Dong Tian kembali ke dunia Heaven Immortal realm.


Tak lama dari itu Liu Yan membuka matanya dan melihat sekitarnya "Dimana ini?, bukankah aku sedang bertarung melawan orang itu..." kemudian Liu Yan menoleh ke arah Bai Lang dan membangunkannya.


setelah Bai Lang terbangun. mereka pun tidak memperdulikan hal tersebut dan melanjutkan kembali perjalanan mereka untuk


*


*


*


Di tempat kediaman Great Sage


Terlihat seseorang yang duduk di singgasana nya dengan angkuh dan gagah sambil memakan buah yang berada di sampingnya. disekitar tubuhnya di penuhi dengan aura yang memberebes keluar dan sangat kuat juga padat tidak lain adalah sosok Great Sage atau Chang Li.


Dan kemudian seseorang datang menemuinya untuk melaporkan kegagalan misinya, "Menghadap Tuan Besar..." ucap sosok itu yang tidak lain merupakan salah satu dari Raja Abadi dan termasuk bawahan Great Sage.


"Maaf tuan, aku gagal melaksanakan misi ini ..." Wajah dari Raja abadi terlihat sangat gugup dan di penuhi keringat bercucuran karena kegagalan misinya "Tapi Tuan, aku memiliki informasi yang menarik untuk tuan..." Raja Abadi yang memotong pembicaraan karena ingin menenangkan suasana agar tuannya tidak marah karena Mendengar misinya gagal.


Sebenarnya Chang Li ingin sekali marah dan menghajar bawahan itu sampai babak belur tapi setahu mendengar apa yang dikatakan bawahannya ia menjadi cukup tertarik. "Beritahu aku informasi apa yang kamu maksud..." Chang Li yang menatap tajam bawahannya sehingga membuatnya tercekik hanya karena tatapnya.


"T..Tolong tenang tuan..." Kata kata Nya yang terbatah batah karena tatapan nya dan membuatnya sulit bernafas. " jika informasi itu tidak membuat ku puas kamu tahu kan akibatnya ?..." Chang Li tersenyum menyeramkan sambil menutup matanya.


"aku mengerti Tuan, Aku mengerti. tapi informasi kali ini pasti membuat tuan tertarik karena orang itu sudah datang..."


"Hahaha, seperti nya dia sudah datang yah. sudah berapa lama aku menunggu Nya disini..." Chang Li yang tertawa terbahak bahak karena informasi yang diberikan sangatlah puas.


"Baiklah kali ini aku akan maafkan karena informasi mu sangat menarik, tapi lain kali tidak akan semudah ini!..." Niat membunuh yang terpancar dari tubuh Chang Li yang di arahkan ke dirinya.


"Aku mengerti tuan, mohon undur diri..." raja abadi yang segera meninggalkan ruang itu karena tidak betah di dalam sana.bagaimana tidak bahkan serangga yang menginjakkan kakinya pun langsung mati.

__ADS_1


" sudah berapa lama aku menunggumu, Guru..." Chang Li yang melihat langit sambil menghela nafas dan segera ingin bertemu Dong Tian.


__ADS_2