
Rasa bosan Xiang Zhu sedikit menghilang saat melihat bagaimana pertarungan saudara antara Fal Sha melawan anggota rasnya sendiri.
Tidak hanya Xiang Zhu yang menonton pertarungan tersebut tapi juga Xiao Zhou dan yang lainnya.
Pertarungan antara makhluk raksasa itu membuat kehancuran besar. Itu berimbas pada area kediaman mereka dan membunuh para Falak lainnya yang berada di bawah ranah Dewa Sejati.
Tapi karena pertarungan ini mempertaruhkan nyawa mereka jadi mereka tidak peduli dengan nyawa yang lainnya meskipun itu adalah ras mereka sendiri.
Fal Sha yang awalnya masih ragu-ragu memberi serangan fatal pada bawahannya kini mulai lebih brutal karena melihat para bawahannya itu juga tidak menahan diri dalam melancarkan serangan dan benar-benar ingin membunuhnya.
Fal Sha mengambil nyawa pertama rasnya dengan melahap kepala salah satu Falak ranah Dewa Sejati tingkat 4. Tubuh Falak itu menggeliat ingin melepaskan diri tapi gigitan Fal Sha terlalu kuat.
Para Falak lainnya berniat menyelamatkan tapi kibasan ekor Fal Sha membuat mereka terpental jauh.
Dari sela-sela gigi Fal Sha terlihat seperti tungku yang terbakar api. Tubuh Falak yang menggeliat itu tiba-tiba terhenti, tubuhnya mulai menghilang seperti kertas yang terbakar api.
Untuk pertama kalinya, Fal Sha membunuh anggota rasnya sendiri.
Para Falak lainnya menjadi marah, mereka menyerang lebih ganas lagi, begitu juga dengan Fal Sha yang tidak lagi menahan diri dalam membunuh rasnya sendiri.
Pertarungan semakin sengit, satu demi satu Falak terbunuh di tangan Fal Sha. Tentu saja Fal Sha juga mendapatkan luka secara terus-menerus.
Beberapa minggu telah berlalu sejak pertarungan mereka, akhirnya pemenangnya sudah terlihat.
Seluruh Falak sudah habis terbunuh kecuali 2 yaitu Fal Sha dan Fal Wu. Keduanya sudah mendapatkan luka parah satu sama lain tapi luka Fal Sha jauh lebih parah.
Di saat terakhir Fal Wu menggigit leher Fal Sha, menyuntikkan racun, sama sekali tidak membiarkan Fal Sha lepas sebelum semua racun yang ia miliki habis di suntikkan.
Fal Sha menggeliat seperti cacing yang di taburi air garam. Tidak butuh waktu lama, gerakan Fal Sha terhenti dan matanya mulai tertutup.
__ADS_1
Sang pemimpi ras Falak itu pun tewas di tangan bawahannya sendiri.
“Akhirnya.. aku berhasil membunuhnya..” Fal Wu berubah ke wujud manusianya lagi.
“Wah hebat sekali, kau mampu membunuh ranah Dewa Sejati tingkat 7.”
Xiao Zhou dan yang lainnya melayang menghampiri Fal Sha.
“Sesuai janji.. kalian akan melepaskan ku.. jika aku bisa membunuh Fal Sha..” Fal Wu berkata dengan lemah.
“Eh apakah kamu pernah berjanji seperti itu?” Xiao-Xiao berpura-pura tidak ingat.
Fal Wu tertegun sejenak. “Apa kalian akan melanggar janji kalian?!”
“Janji? Apakah janji itu memang begitu penting?” Xiao-Xiao berjalan, menginjak dada Fal Wu. “Aku adalah musuh mu, aku datang untuk memburu kalian, kalian begitu bodoh sampai percaya pada perkataan musuh.”
“Kalau begitu matilah.” Xiao-Xiao menginjak dada Fal Wu sampai membuat lubang besar.
Luka parah serta racun di seluruh tubuhnya membuat Fal Sha tewas saat itu juga.
Dengan begini maka balas dendam ras Jormungandr dan Hydra telah tuntas sepenuhnya. Ras Falak dan Uroboros sudah punah dari Dimensi Beast.
“Jadi sudah berakhir ya.”
Xiang Zhu muncul di antara kelompok Xiao Zhou.
“Tuan Muda Zhu!”
Mereka semua langsung memberi hormat dengan menangkupkan tangan.
__ADS_1
Xiang Zhu mengangguk pelan sebagai jawaban.
“Terima kasih telah membantu kami Tuan Muda. Jika bukan karena mu, pasti masih akan ada Uroboros dan Falak yang tersisa karena mereka akan melarikan diri.” Ucap Zhang Chun.
“Tidak masalah, tidak perlu terlalu di besarkan!” Xiang Zhu tiba-tiba teringat sesuatu. “Senior Zhang, aku punya pertanyaan. Apakah Dewa Peri memiliki keturunan?”
“E.. seingat ku, aku pernah mendengar Dewa Peri memang memiliki seorang keturunan yang di katakan akan menjadi penerusnya.”
Xiang Zhu terlihat antusias. “Apakah dia seorang gadis?”
“Aku bertemu dengan para peri sebelumnya, aku dengar dari mereka jika memang Dewa Peri memiliki seorang putri.” Zhang Ziyi yang menjawab pertanyaan Xiang Zhu.
“Benarkah?” Xiang Zhu semakin antusias.
“Ya tapi.. aku dengar dia sudah menikah.” Zhang Ziyi tau niat Xiang Zhu menanyakan hal itu dari ekspresinya jadi ia langsung memberitahukan hal tersebut.
“Apa?!” Xiang Zhu terkejut, seketika harapannya untuk mendapatkan putri dari sang Dewa Peri telah pupus.
“Lalu apakah putri itu memiliki keturunan?” Xiang Zhu masih belum menyerah untuk mendapatkan Peri dari keturunan penguasa.
“Dia punya.”
“Apakah seorang gadis?”
“Sayangnya dia seorang pria yang katanya akan menggantikan posisi Dewa Peri saat ini.”
“Sialan! Kenapa bisa begitu?!” Xiang Zhu berteriak kesal.
Padahal dia sudah bersemangat tadi tapi sekarang semangatnya sudah hilang. Niatnya yang ingin pergi ke tempat para Peri berada seketika menghilang karena rasa kecewanya.
__ADS_1