
Xiang Shin ingin membunuh Su Chi tapi ia tau Qin Qiaoyu lebih pantas untuk melakukan hal tersebut. Jadi ia menyegel kultivasi wanita itu lalu mengurungnya di dalam cincin dimensi kecil.
Setelah mengurus Su Chi, Xiang Shin pun kembali ke medan perang untuk mengurus para musuh lainnya.
Kemunculan Xiang Shin di sambut oleh ribuan serangan yang langsung di arahkan padanya.
*BOOOOMMMM!!
Xiang Shin terkena serangan tersebut, atau bisa di katakan ia menerima serangan itu tanpa menghindar atau membuat pertahanan.
“Apakah kita berhasil mengenainya?”
“Aku melihat jelas dia terkena serangan kita tadi! Seharusnya dia mendapat luka serius dari ribuan serangan ranah Dewa Sejati sekaligus.”
Para pasukan Istana Dewa Es dan aliansinya tidak mengalihkan pandangan dari kepulan asap ledakan.
Angin bertiup dari dalam asap, menampakkan sosok Xiang Shin yang sama sekali tidak mendapatkan luka, bahkan pakaiannya tidak sedikit pun mendapat goresan.
Xiang Shin menepuk-nepuk jubahnya, menghilangkan kotoran, seolah memperlihatkan jika serangan mereka tidak ada apa-apanya.
“Baiklah, seharusnya aku sudah cukup memberi kalian keringanan!”
Perwujudan Dewa Asura!
Energi pedang menyelimuti tubuh Xiang Shin, membentuk sosok raksasa bagaikan Dewa yang memiliki enam lengan.
__ADS_1
“Bersiaplah kalian semua!”
Ratusan kapal perang menembakkan sinar energi. Semua tembakan meriam itu mengenai Dewa Asura, sayangnya itu bahkan tidak terasa menggelitik.
Perwujudan Dewa Asura yang Xiang Shin ciptakan hanya setinggi 10 meter. Namun kepadatan energinya jauh melebihi Perwujudan Dewa Asura yang pernah ia gunakan sebelumnya.
Selain itu, Perwujudan Dewa Asura kali ini tidak hanya terbentuk dari Dao Pedang saja melainkan semua Dao yang Xiang Shin miliki. Dari 7 elemen, Yin-Yang, Ruang-Waktu, Formasi, Spiritual Alkemis dan Pedang.
Dengan wujud yang lebih kecil, Xiang Shin bisa bergerak lebih leluasa.
Saat Xiang Shin mengangkat pedangnya, banyak dari musuh yang secara tidak sadar melangkah mundur karena seolah merasakan tekanan tidak terlihat.
Xiang Shin menebaskan pedang dengan ringan. Semua musuhnya mengerutkan kening karena tidak ada apa-apa yang terjadi, padahal mereka sudah bersiap sebelumnya.
Tiba-tiba saja gelombang tebasan vertikal muncul dari sisi tertentu, memotong ratusan kapal angkasa serta ribuan kultivator yang berada di jalur gelombang tebasan.
“A-apa-apaan sebenarnya dia.. apakah dia benar-benar manusia?” Bing Huang yang dari awal memiliki semangat untuk memperjuangkan harga dirinya sampai mati, kini mulai tumbuh rasa putus asa di hatinya.
Dari tebasan tadi, Xiang Shin memanfaatkan Dao Pedang sebagai serangan, Dao Ruang untuk membuat serangan itu muncul di sisi ruang yang lain dan Dao Waktu untuk membuat gelombang tebasan menjadi sangat cepat.
“Serangan berikutnya akan lebih meriah!” Xiang Shin menciptakan masing-masing pedang untuk setiap tangan Dewa Asura dengan elemen yang berbeda-beda.
Xiang Shin melakukan tebasan acak. Hal yang sama pun terjadi lagi, gelombang tebasan itu muncul dari arah yang tidak terduga dengan sangat cepat, tidak bisa di hindari.
Dalam sekejap, jumlah musuh berkurang drastis. Banyak dari mereka yang mulai berhamburan melarikan diri.
__ADS_1
“Kemana kalian akan pergi? Dia sudah mengeluarkan banyak kekuatan jadi energinya pasti terkuras banyak! Jangan pergi!” Bing Huang berusaha mengendalikan situasi tapi percuma saja, suaranya seolah tidak terdengar di telinga pasukannya.
Yang mereka pikirkan saat ini hanyalah bagaimana mereka akan menyelamatkan diri dari sosok monster seperti Xiang Shin yang membunuh begitu banyak orang dalam sekejap.
Xiang Shin hanya diam di tempat, dengan 6 lengan Dewa Asura ia terus melakukan tebasan acak, membunuh semua pasukan musuh tanpa pandang bulu.
Pada akhirnya, semua yang ada di dalam formasi pertahanan Istana Dewa Es habis terbunuh, kini hanya tersisa Xiang Shin dan Bing Huang saja.
Sang Penguasa Istana Dewa Es itu terdiam dengan tubuh gemetar hebat.
Xiang Shin muncul di depan Bing Huang, memukul perutnya dengan keras lalu menendangnya ke bawah sampai menghantam tanah.
Xiang Shin melesat turun bagaikan meteor jatuh, menggunakan kaki Dewa Asura yang besar untuk menginjak Bing Huang.
Xiang Shin ingin menyiksa Bing Huang dulu sejenak sebelum membunuhnya. Ia berniat melancarkan serangan lagi tapi ia tiba-tiba mengurungkan niatnya karena merasakan seseorang memasuki formasi pertahanan.
“Akhirnya bajingan itu datang juga.” Xiang Shin melihat ke arah tertentu. “Yang Yin.”
Xiang Shin merasakan Yang Yin memasuki formasi pertahanan Istana. Memang benar, musuh bebuyutannya itu baru saja masuk dan langsung terbang menuju tempat Xiang Shin berada.
“Xiang Shin, kau akhirnya menyelesaikan tugas mu.” Yang Yin menyeringai.
“Hah?” Xiang Shin mengerutkan keningnya.
Bukankah seharusnya sekarang Yang Yin terkejut melihat Istana Dewa Es yang hancur atau setidaknya dia menunjukkan dendam kemarahan saat melihat dirinya? Tapi kenapa dia bersikap seolah sudah memperkirakan semua yang dia lakukan sekarang?
__ADS_1
Apakah dirinya sudah masuk ke dalam jebakan?