
Xiang Fei belajar dengan sangat giat di bawah bimbingan Xiang Shin. Apa lagi jika ayahnya menjanjikan akan membawanya terbang, ia akan berlatih lebih giat lagi.
Terbang di punggung ayahnya merupakan kesukaan Xiang Fei jadi ia akan berusaha agar bisa di bawah terbang oleh ayahnya.
Meskipun setelah berbulan-bulan ini Xiang Fei sudah bisa terbang tapi ia sangat jarang sekali melakukannya. Kemampuan Xiang Fei mengendalikan kekuatannya juga sudah meningkat namun masih belum bisa sepenuhnya menguasai kekuatannya.
Terkadang bahkan akan ada beberapa masalah yang terjadi karena latihan pengendalian kekuatan waktu Xiang Fei.
Salah satu yang paling buruk adalah apa yang terjadi saat ini. Xiang Shin berubah menjadi seorang anak seusia Xiang Fei dengan kultivasi yang sepenuhnya menghilang, sepenuhnya menjadi seorang anak usia 7 tahun.
“Wah.. ayah menjadi kecil seperti Fei’er!” Xiang Fei langsung memeluk Xiang Shin dengan erat.
“Fei’er, apa yang kau lakukan pada ayah? Bagaimana bisa kau membuat ku menjadi anak kecil lagi?! Kembalikan ayah seperti semula!”
Perkataan Xiang Shin sama sekali tidak di pedulikan, Xiang Fei terus memeluknya dengan erat bahkan berkali-kali menciumnya, memperlakukan dirinya seperti boneka.
Xiang Shin benar-benar tidak berdaya. Dia yang tidak memiliki kultivasi saat ini hanya bisa pasrah di perlakukan seperti boneka oleh putrinya sendiri.
Setelah waktu yang cukup lama, Xiang Fei akhirnya melepaskan Xiang Shin.
“Ayah, bagaimana bisa kau berubah menjadi anak kecil?” Xiang Fei bertanya dengan polos.
“Ini semua karena mu, anak nakal! Cepat kembalikan ayah seperti semula!”
“Tapi Fei’er suka ayah yang sekarang, Fei’er jadi bisa memeluk ayah dengan bebas. Ulululu...” Xiang Fei menggelitik dagu Xiang Shin seolah seperti kucing.
“Fei’er, berhenti bermain-main. Kalau kau tidak mengembalikan ayah seperti semula, kalau tidak maka ayah tidak akan membawa mu terbang lagi!” Xiang Shin mendengus kemudian berbalik membelakangi Xiang Fei dengan lengan menyilang di depan dada.
__ADS_1
“Ayah cemberut jadi sangat imut.”
Bukannya menurut, Xiang Fei justru semakin menjadi. Ia kembali memeluk lalu mencubit pipi Xiang Shin.
“Kya.. ayah sangat imut!”
“Fei’er, hentikan!” Xiang Shin berteriak untuk menghentikan Xiang Fei namun percuma saja, apa pun yang dia katakan sama sekali tidak di dengar oleh putrinya.
Pada akhirnya Xiang Shin kembali di perlakukan sebagai boneka. Saat Xiang Shin merasa hampir pingsan, barulah Xiang Fei berhenti.
“Ayah cepat sekali tumbuh ya?”
Xiang Shin tersadar, ia menunduk melihat Xiang Fei yang memeluknya. Ia berkedip beberapa kali sebelum menyadari kalau dirinya sudah kembali seperti semula.
Xiang Shin buru-buru memeriksa kultivasinya. Ia pun menghela nafas saat merasakan kultivasinya juga kembali seperti semula.
“Fei’er kau anak nakal! Ayah akan menghukum mu!” Xiang Shin menjewer telinga Xiang Fei hingga memerah.
Xiang Shin menghela nafas lalu melepaskan telinga Xiang Fei.
“Maaf Fei’er, apakah itu sakit?” Xiang Shin berjongkok lalu mengusap air mata putrinya.
Xiang Fei menggeleng. Meskipun memang itu sakit sampai telinganya memerah namun ia berusaha tetap terlihat kuat.
“Kalau begitu kau bisa lanjut berkultivasi, ayah akan tidur sebentar.”
Meskipun kultivator setingkat Xiang Shin tidak membutuhkan tidur, namun ia merasa kelelahan karena tadi menjadi mainan Xiang Fei dalam wujud anak kecil. Ia merasa kelelahan dan entah kenapa ingin tidur.
__ADS_1
Setibanya di kamar, Xiang Shin langsung merebahkan tubuhnya di ranjang, tidak butuh waktu lama sebelum Xiang Shin benar-benar tertidur pulas.
***
“Ini.. apakah ini mimpi?”
Xiang Shin tiba-tiba menembakkan dirinya berada di tempat yang gelap. Ia tertegun saat menyadari seseorang berada dalam dekapan tangannya.
Dia jelas seorang gadis namun karena cahaya yang menyelimuti tubuhnya membuatnya terlihat samar.
Rasanya aku pernah berada dalam situasi ini. Mimpi yang sama.
“Tidak.. jangan pergi..”
Xiang Shin tanpa sadar menggumamkan kata-kata tersebut. Entah kenapa ia merasa gelisah, hatinya tidak tenang dan air matanya menetes.
“Kau adalah satu-satunya yang aku miliki sekarang.. semuanya pergi.. semuanya hancur.. aku tidak ingin kehilangan lagi..” Xiang Shin memeluk gadis itu dengan erat dengan air mata yang mengalir dan isak tangis yang terdengar jelas.
“Hehe.. mungkin ini alasan kenapa aku ada, aku senang ... masih menyayangi ku meskipun sudah lama sekali kita tidak bertemu. Aku harap ... bisa terus hidup dan menciptakan akhir yang baik.”
Tubuh gadis itu pun berubah menjadi butiran cahaya secara perlahan dari pelukan Xiang Shin.
“Tidak.. tidak.. tidak.. jangan pergi...”
Xiang Shin berusaha mengambil setiap butiran cahaya, wajahnya terlihat depresi hingga akhirnya semua butiran cahaya itu menghilang, pandangan Xiang Shin seketika berubah.
Xiang Shin melihat Xiang Fei yang menangis sambil memegang tangannya dengan erat.
__ADS_1
“Ayah tenang saja, Fei’er tidak akan meninggalkan ayah,” Xiang Fei mengusap air matanya.
Xiang Shin pun langsung memeluk Xiang Fei. Entah kenapa ia merasa seperti baru saja kehilangan putrinya itu. Ia tidak paham kenapa tapi yang jelas ia tidak ingin hal seperti itu benar-benar terjadi.