Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.92 - Melawan Tetua Cheng Du


__ADS_3

Xiang Shin bisa merasakan energi memenuhi seluruh tubuhnya saat akan mulai menerobos, tanpa sadar tanda pedang muncul di antara kedua alisnya.


Seperti sebelumnya, saat akan menerobos, aliran informasi muncul di kepala Xiang Shin. Xiang Shin berusaha memahami kedalaman setiap pemahaman dari 7 elemen yang muncul, ia mulai mendapatkan pemahaman baru.


Hingga pada puncaknya, Xiang Shin berhasil menerobos ketingkat Martial Overlord.


Xiang Shin bisa merasakan energi di dalam tubuhnya semakin murni dan kuat. Perasaan berada di tingkat Martial Overlord sangat jauh berbeda dengan saat berada ditingkat Martial Lord.


“Selain itu aku mendapatkan pemahaman tentang penggabungan energi baru,” Xiang Shin membuka telapak tangannya, kobaran api biru langsung muncul, “menggabungkan energi inti api dengan energi spiritual membuat api biru, api yang tidak hanya berpengaruh pada fisik namun juga jiwa.”


Xiang Shin cukup puas dengan perkembangannya.


“Misteri tentang pemahaman yang selalu muncul di kepala ku setiap kali aku menerobos, apakah sebenarnya aku adalah reinkarnasi dewa?” Xiang Shin tersenyum tipis, “yah, jika itu memang benar lalu sekuat apa aku saat memiliki kekuatan dewa?”


Xiang Shin tidak memikirkan itu lebih jauh karena merasakan aura seseorang memasuki gua tempatnya berada.


“Auranya terasa lemah, apakah mungkin dia sedang terluka?” Xiang Shin tidak menurunkan kewaspadaan, ia membuat bola cahaya melayang kedepan, menerangi lorong hingga ia bisa melihat jelas siapa orang yang memasuki gua.


Benar dugaan Xiang Shin, itu adalah seseorang gadis yang sedang terluka dan luka yang di alaminya sangat parah. Selain tubuhnya yang di penuhi darah, beberapa bagian tubuhnya terlihat keunguan, jelas sekali dia terkena racun.


“Tolong.. aku...” gadis itu mengucapkan dua patah kata sebelum jatuh ke tanah dengan nafas yang semakin melemah.


Xiang Shin hanya menaikkan alisnya, tidak ada sedikit pun rasa kasihan atau prihatin yang terlintas di matanya.


Insting Xiang Shin merasakan bahaya, refleks ia melesat kearah gadis itu lalu membuat formasi sihir pertahanan.


*BOOOOMMMM!!


Sebuah energi besar menghantam gua dari bagian atas, membuat ledakan besar hingga menghancurkan gua.


“Pada akhirnya aku menyelamatkan gadis ini,” Xiang Shin melihat gadis itu yang terbaring lemah di samping kakinya.


Xiang Shin menoleh keatas dimana sumber serangan tadi berasal, ia melihat seorang pria paruh baya dengan jubah ungu dan corak hijau. Dia adalah Cheng Du, Tetua Sekte Racun Selatan.


“Siapa kau?”

__ADS_1


“Seharusnya aku yang bertanya, siapa kau?” Xiang Shin menatap tajam Tetua Cheng Du.


Tetua Cheng Du mengerutkan keningnya, dari aura pemuda itu, ia bisa mengetahui kalau pemuda itu sudah berada ditingkat Martial Overlord.


“Anak muda, ini bukan urusan mu jadi jika kau tidak ingin terluka maka sebaiknya kau segera pergi!” Tetua Cheng Du ingin segera membunuh Huo Cai’er.


“Bukan urusan ku? Kau tadi menyerang dan hampir saja membunuh ku. Selain itu...” Xiang Shin menoleh kearah Huo Cai’er, “nona, jika aku membantu mu, apa yang bisa kau berikan pada ku?”


“Akan aku berikan.. segalanya.. bahkan jiwa dan.. raga ku..”


“Jiwa dan raga kah? Heh, entah kenapa pikiran aneh muncul di kepala ku,” Xiang Shin bergumam sambil tersenyum tipis, “yah sebagai seorang pria normal, sangat wajar pikiran seperti itu muncul.”


“Baiklah kesepakatan sudah terjalin, berarti sekarang ini sudah menjadi urusan ku kan, pak tua!”


Xiang Shin sebenarnya hanya ingin mencoba kekuatannya saat ini dengan bertarung melawan pria tua itu. Ia ingin mencari keuntungan lain di tengah keinginannya dan yah.. keuntungan yang cukup menarik dengan mendapatkan jiwa dan raga seorang gadis.


Xiang Shin membuat lingkaran formasi sihir, membentuk sebuah kubah energi untuk melindungi Huo Cai’er dari bahaya.


“Kau sangat tidak tau diri bocah. Kultivasi ku lebih tinggi dari mu, hanya untuk seorang gadis lusuh sepertinya kau berani melawan ku!” Tetua Cheng Du mengeluarkan senjatanya yang berupa sabit sepanjang dua meter.


“Kau salah, aku hanya ingin memberi mu kesempatan, aku bisa saja membunuh mu dengan mudah!”


Sabit di tangan Tetua Cheng Du membesar hingga sepanjang puluhan meter. Sabit itu dengan kuat ia ayunkan mengincar Xiang Shin.


Xiang Shin menggunakan dua Pedang Dao untuk menahan tebasan sabit, 6 pedang melesat menyerang sementara dua sisanya berada di tangan Xiang Shin.


Tetua Cheng Du juga melancarkan serangan lanjutan, membentuk belasan kelabang sepanjang 10 meter.


Pedang Dao dan kelabang racun bertabrakan, membuat ledakan hingga gas beracun menyebar. Kelabang racun yang tersisa terus melesat kearah Xiang Shin.


Xiang Shin tidak menghindari kelabang racun, ia justru menebas semuanya hingga hancur.


Xiang Shin dan Tetua Cheng Du kemudian secara bersamaan terbang saling menyerang dalam jarak dekat.


Dalam beberapa kali pertukaran serangan, Tetua Cheng Du sudah tidak bisa bertahan terlalu lama dalam pertarungan jarak dekat.

__ADS_1


Ia memang terlalu percaya diri melawan Xiang Shin dalam jarak dekat karena berpikir bisa menang dengan kultivasinya yang satu tahap berada di atas pemuda itu. Ia tidak memperkirakan keahlian pedang Xiang Shin sangat tinggi, terlebih 10 Pedang Dao yang membuatnya semakin kerepotan.


Tetua Cheng Du meledakkan gas beracun dari tubuhnya, membuat Xiang Shin langsung bergerak mundur. Gas beracun terus menyebar menjangkau lebih luas.


Xiang Shin melakukan tebasan beberapa kali, membuat gelombang angin, menyapu semua gas beracun.


Keduanya melayang di tempat dalam jarak puluhan meter, pandangan mereka berdua tidak teralihkan satu sama lain.


Tiba-tiba tubuh Xiang Shin gemetar, pedang di tangan kanannya jatuh, lengan kanannya mulai terlihat keunguan.


“Hahaha! Bocah, inilah akibatnya melawan seorang ahli racun. Aku akui kemampuan ku dalam bertarung memang di bawah mu tapi kau sepertinya belum pernah melawan ahli racun hingga bertarung dengan ceroboh seperti itu.


“Kau...”


Semua Pedang Dao Xiang Shin menghilang, ia pun jatuh terjun bebas hingga menghantam tanah dengan cukup keras.


Urat-urat Xiang Shin mulai terlihat seperti cacing di balik kulit, semua uratnya terlihat berwarna ungu.


“Guhk!” Xiang Shin batuk darah bercampur cairan ungu.


Dengan seringai lebar, Tetua Cheng Du melayang mendekati Xiang Shin.


“Inilah akibatnya terlalu percaya diri. Kau sudah aku berikan kesempatan tapi kau melah membuangnya hanya demi hal yang pasti!” Tetua Cheng Du mendarat beberapa meter dari Xiang Shin, “sekarang saatnya untuk kau...”


Tetua Cheng Du mengerutkan keningnya saat melihat Xiang Shin tersenyum tipis.


Sebuah lingkaran aneh berwarna biru muncul di bawah kakinya. Api biru tiba-tiba keluar dari lingkaran formasi sihir.


“Aaarrrggghhh!!” Tetua Cheng Du berteriak kesakitan di dalam kobaran api biru.


Belasan detik kemudian api biru menghilang bersama formasi sihir, Tetua Cheng Du pun terjatuh.


10 pedang melayang kemudian menancap di tubuh Tetua Cheng Du, masing-masing dua di lengan serta kakinya, satu menembus perut dan satu menembus dada.


Tetua Cheng Du menjadi seperti kayu yang di paku, sama sekali tidak bisa bergerak.

__ADS_1


__ADS_2