Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.625 - Rasa Trauma


__ADS_3

Pada akhirnya Xiang Shin harus menuruti perkataan Xiang Zhu dan pergi ke kamar tempat Han Shizu berada.


Xiang Shin duduk di kursi samping ranjang, melihat Han Shizu yang masih tidak sadarkan diri.


“Baiklah, tenang..” Xiang Shin mengatur nafasnya untuk mengatur emosi. “Meskipun wajahnya cantik tapi entah kenapa dia terlihat lebih menyeramkan dari para Iblis Dosa Besar.”


Yah, mungkin itu karena rasa traumanya pada Han Shizu karena kejadian lalu.


“Mungkin aku memang harus berbicara dengannya untuk menghilangkan rasa trauma ku. Semoga saja dia tidak tempramen seperti waktu itu.” Xiang Shin harap tidak ada hukuman lagi dari Han Shizu.


Setelah menunggu selama beberapa jam, Han Shizu terlihat bereaksi. Ia pun membuka mata perlahan. Hal pertama yang Han Shizu lihat adalah wajah datar Xiang Shin yang membuatnya merasa sedang berhalusinasi.


Itu jelas adalah ekspresi Xiang Shin yang ia kenal di kehidupan sebelumnya.


“Xiang Shin..” Han Shizu bergumam pelan tapi itu bisa di dengar jelas oleh Xiang Shin.


“Y-ya..” Xiang Shin bingung bagaimana menyapa Han Shizu.


Han Shizu melihat wajah Xiang Shin yang menjadi canggung. Ekspresi itu tidak akan di tunjukkan oleh Xiang Shin di masa lalu.


“Apa aku tidak sedang berhalusinasi?” Han Shizu mengusap matanya tapi sosok Xiang Shin tidak menghilang.


“E.. apakah aku terlihat seperti ilusi?”


Sesaat kemudian Han Shizu mulai mengambil ancang-ancang memukul dengan tangan kanannya.


“Tunggu! Tunggu! Apa yang ingin kau lakukan?” Xiang Shin merasakan sesuatu yang buruk. Jelas sekali wanita itu berniat memukulnya.


“Aku ingin membuktikan jika ini bukan mimpi atau semacamnya. Jika kau merasakan sakit saat aku memukul mu maka artinya aku tidak bermimpi.” Han Shizu berkat santai.

__ADS_1


“Oh kalau begitu selamat tinggal.” Xiang Shin langsung menghilang dari tempatnya, meninggalkan Han Shizu yang terdiam di sana.


Xiang Shin muncul di sebuah Padang rumput yang luas.


“Sial, dia benar-benar wanita yang aneh.” Xiang Shin menggerutu dalam hati.


“Ayah, apa kau sudah berbicara dengan ibu ku?” Xiang Zhu muncul di depan Xiang Shin.


“Zhu’er, kenapa kau ada di sini?”


“Bukankah tempat ini biasanya kau meninggalkan ku di dalam dimensi kecil ini.” Xiang Zhu mendengus pelan.


Xiang Shin melihat sekitar, ia pun baru menyadarinya. Tadi ia hanya berteleportasi secara acak, tidak menentukan lokasinya.


“Kau belum menjawab pertanyaan ku.” Xiang Zhu terlihat serius tidak seperti biasanya.


“Ya hanya beberapa patah kata.” Xiang Shin menghela nafas pelan.


“Zhu’er, ibu mu itu..”


“Aku kenapa?”


Xiang Shin terdiam mendengar suara Han Shizu yang tidak jauh darinya. Ia melihat wanita itu melayang mendekatinya.


Xiang Shin buru-buru bergerak ke belakang punggung Xiang Zhu.


“Zhu’er, bisakah kau menjauhkan ibu mu dari ku? Dia ingin membunuh ku.” Xiang Shin berbisik.


“Apa maksud mu? Jika kau benar-benar pria maka hadapi ibu ku langsung. Bukankah kau ahlinya menaklukkan wanita?”

__ADS_1


“Uh.. baiklah, tapi kau harus melindungi ku jika dia ingin melakukan sesuatu yang buruk pada ku!”


“Ya ya ya.” Xiang Zhu memutar matanya dengan malas.


Han Shizu mendarat beberapa meter di depan Xiang Zhu sementara Xiang Shin masih bersembunyi di belakang punggung putranya.


“Zhu’er.” Han Shizu tersenyum penuh makna.


“Siap ibu!” Xiang Zhu memberi hormat tentara lalu berteleportasi ke samping ibunya.


Xiang Shin tertegun karena perisainya sudah pergi begitu saja. Ia melihat Xiang Zhu tersenyum mengejek seolah mengatakan “rasakan itu”.


“Xiang Zhu sialan kau pengkhianat!” Xiang Shin hanya bisa berteriak dalam hatinya. “Awas saja kau!”


“Zhu’er, terima kasih telah memberitahukan lokasi ayah mu pada ibu.” Han Shizu tersenyum lembut.


“Sama-sama ibu, sudah seharusnya aku lakukan sebagai anak yang berbakti.”


Jadi dari awal dia tidak pernah setia pada ku!


“Kalau begitu aku pergi dulu. Nikmati waktu mu, ibu.” Xiang Zhu pun langsung menghilang dari tempatnya, meninggalkan ayah dan ibunya berdua.


“Jadi sayang, ke mana kau akan pergi sekarang?” Han Shizu berjalan mendekat sementara Xiang Shin melangkah mundur.


Merasa terpojok, Xiang Shin berpikir dirinya hanya memiliki satu cara. Ekspresinya tiba-tiba menjadi serius dan tegas.


“Uhuk! Han Shizu, sebaiknya kita berbicara dengan serius, berhentilah bercanda.”


“Jadi kau menganggap perasaan ku selama ini hanya sebagai candaan? Kau tidak pernah menganggap ku serius? Semua pria memang sama saja.”

__ADS_1


Sudah ku duga dia memang aneh! Dia tidak bersikap seperti wanita biasanya!


Xiang Shin berasal dari bumi namun dia tidak pernah berhubungan dengan wanita dari bumi. Jadi dia tidak tau jika sifat Han Shizu justru seperti wanita pada umumnya yang selalu bisa mencari celah di setiap tindakan atau perkataan pria untuk mencari masalah yang bahkan seharusnya tidak perlu di permasalahkan.


__ADS_2