
Liu Yan Pun membuka Pintu kama QianQian dan melihat sosok yang sedang tertidur lelap di atas kasur.Liu Yan pun menghampiri nya setiap langkahnya terdengar di ruangan itu dan membuat QianQian Terbangun.
"Kak Yan...." Zong QianQian terkejut karena datangnya orang yang ia tunggu tunggu dan bangun dari kasur itu kemudian berlari ke pelukannya
"Qin'er apa kamu merindukan kakak?..." Ucap Liu Yan dan kemudian mengelus rambutnya
"Hehe,Qin'er selalu merindukan kakak..."Jawab Qin'er dengan manja dan menggosok kepalanya ke dada Liu yan
"Apa Qin'er mau mendengar Cerita, Aku akan menceritakan sesuatu ..."
"Baiklah Kak!" Qin'er yang masih dalam keadaan berpelukan kemudian mereka berdua berjalan ke arah kasur dan duduk sambil bercerita.
Setelah Keduanya sudah sangat puas berbincang terik matahari pun mulai menyinari mereka. karena Liu Yan merasa ngantuk QianQian pun berkata"Kakak Yan capek?, Jika demikian tidurlah di pangkuan ku kak untuk membuat mu lebih baik..."
Liu Yan pun tidak bisa menahan kantuknya dan langsung mengambil baju QianQian dan digunakan sebagai Bantal nya. QianQian pun tersenyum dan berkata" Kamu Telah berjuang Kak.." tak terasa siang pun menjemput mereka tapi QianQian tidak capek karena menunggu Liu Yan dan menatapinya selagi Liu Yan tidur tanpa kebosanan.
Liu Yan pun terbangun karena ada perasaan yang hangat di dekatnya, ketika membuka kedua matanya Liu Yan melihat QianQian yang sedang menunggunya tapi QianQian kelihatan sangat letih karena menjadikan bahunya sebagai bantal selama itu.
"Kakak Yan sudah bangun? Tunggu di sini sebentar aku akan membuatkan kakak makanan yang lezat..."
QianQian Pun berdiri dan ingin segera pergi ke dapur untuk membuatkan makanan untuk Liu tetapi dirinya di tahan oleh Liu Yan dan berkata " Kamu juga kelihatan sangat pucat, kamu tidurlah biar aku yang membuatkan makanan untuk mu..."
"Tidak Kak Yan, Aku baik baik saja.." QianQian yang berpura pura tersenyum dengan pucat "Qin'er apa kamu lupa janji mu?.."Liu Yan yang masih menahan tangan QianQian dan tersenyum hangat membuat QianQian Mengingat sesuatu.
"Aku masih Ingat kak, Tapi Tolong kali ini saja aku ingin melayani kakak..."dengan wajah memohon kepada Liu Yan dan membuat dirinya Tersentuh"Baiklah, Jangan terlalu memaksakan dirimu yah.." Liu Yan kemudian melepaskan tangan Qian Qian dan berdiri kemudian Memeluknya
Keduanya pun berpelukan cukup lama dan akhirnya Keduanya pun melepaskan pelukannya "Terimakasih kak, Aku tidak akan membuatmu khawatir..."Ucap Zong QianQian kemudian dan pergi ke dapur
Liu Yan pun menunggu QianQian untuk membuatkannya makanan. Sembari menunggu Liu Yan Ingin pergi Ke Dunia Heaven Lotus realm karena sudah lama sekali dirinya tidak mengunjungi tempat itu.
Liu Yan pun duduk di atas kasur dan menutup kedua matanya dan ketik dia membuka kedua matanya dirinya terbangun di antara batu besar dan terteduh dengan Pohon yang sangat besar. Liu Yan melihat langit langit "Haaa, Sudah Lama Sekali aku tidak kesini..." Gumam Liu Yan kemudian berdiri dari tempat itu
Liu Yan Pun berjalan jalan di tempat itu karena memiliki suatu keindahan yang tidak dimiliki oleh Dunianya, Andai saja Liu Yan dapat mengajak Zong QianQian dan Xiao Rong Rong betapa bahagianya mereka berdua.
"Hei Anak muda, Sudah lama sekali aku menunggumu disini..." Ucap seseorang dari belakang Liu Yan
Liu Yan pun tersentak kaget karena ada seseorang di dunia ini dan langsung menoleh ke belakang dan melihat seseorang "Siapa itu, Bagaimana mungkin seseorang bisa memasuki dunia ini..."
Liu Yan melihat sesosok Remaja yang sangat tampan memiliki badan yang sangat bagus dan juga tidak sambil duduk. dan meratapi dirinya. Liu Yan pun menghampiri Sosok itu dan kemudian dia memberi hormat dengan menangkupkan tangannya dan bertanya "Maaf Senior, Apa yang membuat Senior kesini dan bagaimana caranya Senior bisa memasuki dunia ini..."
Kemudian Sosok itu Menatap Liu Yan dan berkata "Anak Muda, Aku sudah menunggumu disini Hampir lebih dari Jutaan Tahun yang lalu dan Aku di utus oleh tuan ku untuk menunggumu ke sini.."
"Nama ku Dong Tian yang merupakan Bawahan dari Sang Tiran Liu Sheng..." Dong Tian yang memberitahu kan Liu Yan tentang leluhur pertamanya "Apa orang yang dimaksud senior adalah Leluhur pertamaku?.." Ucap Liu Yan yang duduk di bawah senior itu untuk memberikan rasa hormat kepada yang lebih tua
"Benar Anak Muda,Tuanku merupakan Leluhur pertama keluarga Liu meskipun tidak tertulis di silsilah keluarga Liu manapun Tetapi dirinya lah yang mendirikan keluarga itu dan Meneruskannya ke Liu Dong yang merupakan Cucunya...."
__ADS_1
"Senior jika boleh tau apa yang membuatmu kesini.." Liu Yan yang kebingungan dan berkeringat "Tuanku Mengutus ku untuk membimbingmu untuk mempelajari Jiwa Pedang Ini..."sahut Dong Tian
Liu Yan pun merasa senang karena dia akan segera mendapatkan guru yang mengajarinya.Liu Yan pun bersujud dan berkata "Murid menghadap Guru.."
"Bangunlah Anak muda, Mulai sekarang kamu telah menjadi muridku. Untuk sekarang kembalilah Dan tingkat kekuatan mu hingga Kamu mencapai Tahap Pembagian dewa dan kembalilah kesini..."
Liu Yan pun mendengarkan perintah Dari gurunya dan kembali ke kamar QianQian. Liu Yan membuka matanya dan tak lama dari itu Liu Yan mendengarkan langkah kaki dari QianQian yang membawakannya sebuah makanan.
"Kakak Yan , Makanan ku sudah jadi biarkan aku yang menyuapi mu..." Ucap Liu Yan dengan tersenyum lebar dan pakaian yang berantakan
"Kamu Ini ngapain saja sampai berantakan begitu..." Ucap Liu Yan yang mengomeli QianQian"Hehe, Tadi aku tidak sengaja menjatuhkan perobatan dan mengenaiku..."
"Apa?!" Liu Yan tersentak kaget dan melanjutkan nya "Apa kamu tidak apa apa.." Liu berwajah panik dan penuh kekhwatiran.
"Tidak perlu sampai seperti itu Kak Yan, Aku baik baik saja...." Ucap QianQian dengan jujur karena dirinya hanya tertempa oleh wajan.
"Fiuhhh kamu itu yah, membuatku kaget saja lain kali jangan berbuat begitu ceroboh..." Liu Yan yang masih mengomel seperti orang tua"Baiklah Baiklah, Buruan kamu makan nanti dingin gak enak loh..."
Karena Liu Yan sudah sangat lapar Liu Yan pun menyantap makanan itu dengan sangat lahap. "Emm enak sekali , Tidak ku kira makanan Mu Se enak ini Qin'er..."
"Hehehe,jika kurang aku akan buatkan lagi makanlah sampai kamu puas...." Perasaan QianQian yang senang karena Melihat makanan yang ia buat di santap dengan sangat lahap oleh Liu Yan.
Tiba tiba QianQian yang tadinya sangat tegar dan tersenyum indah menjadi lemas tak berdaya kemudian dirinya pingsan di hadapan Liu Yan" Bruk....." Liu Yan pun tersentak kaget dan langsung meninggalkan Makanannya kemudian mengangkat tubuh QianQian dan menidurkannya di atas kasurnya.
'Hah anak ini mengangetkan aku saja' Liu Yan membuang nafas panjang dan mencium keningnya kemudian menutupinya dengan selimut yang hangat
Karena Liu Yan tidak ingin tidak sopan Liu Yan pun menunggu di depan pintu Patriak long dan berdiri. tak lama dari itu Patriak long dan sosok itu pun keluar dari kamar dan ketika membuka pintu " Krakk...." Keduanya melihat Liu Yan yang berdiri di depan pintunya
"Salam tuan muda..." Patriak long yang tiba tiba menjatuhkan dirinya dan berlutut dan sosok itu langsung terkejut sosok itu tidak lain dan tidak bukan merupakan Patriak Sekte Es Putih.
"Salam mu aku terima. Berdirilah!..." Ucap Liu Yan dan kemudian Patriak long pun berdiri. dan di sahut oleh Patriak Long " Tuan muda, Pass sekali kamu ada disini aku dan Nyonya Bai ingin mendiskusikan tentang Alam Dharma..." Patriak long yang memberitahukan kepada dirinya
"Aku juga kesini karena hal itu Patriak. Jadi apa yang Patriak ingin diskusikan..." Jawab Liu Yan "Maafkan kelancangan saya Tuan muda, Nama saya Bai Qi yi saya adalah Patriak dari Sekte Es Putih..." Sahut Bai Qi yi dan memberikan hormat kepada Liu Yan dengan menangkupkan tangannya
"Patriak long, kenapa kaisar tidak disini seperti yang di katakan perjanjian..."
"Maafkan saya Tuan muda, Sebenarnya Kaisar long mengutus saya untuk menggantikan nya karena istrinya mengalami penyakit yang cukup serius sehingga dirinya tidak bisa menghadiri pertemuan ini..." Bai Qi yi yang memberitahu dengan Gugup dan agak takut jika sampai membuatnya marah.
"Apa yang membuatmu takut Nyonya Bai, Aku tidak akan marah hanya karena hal ini justru aku senang karena dirinya masih mengutus seseorang untuk kesini..." Liu Yan yang tersenyum."Patriak Long, Ikutlah aku ke istana Lan aku akan melihat kondisi Istri Kaisar..."
"Dimengerti Tuan muda..." sahut keduanya dengan memberikan hormat. Liu Yan memegang kedua tangan mereka berdua dan melakukan Perpindahan Instan di depan gerbang istana.
Liu Yan dan yang lainnya melihat sebuah istana yang sangat besar di belang gerbang ini dan terlihat dari jauh terdapat sejumlah penjaga yang membukakan pintu untuk mereka berdua.
"Hormat Utusan Kaisar..." Semua penjaga berlutut dan memberi hormat untuk Bai Qi yi.
Dan seseorang menghampiri mereka bertiga yaitu pemimpin dari penjaga istana dan berkata kepada Bai Qi Yi "Maafkan kelancangan saya nyonya Bai, jika boleh tau siapakah mereka berdua..."
__ADS_1
"Perkenalkan Dia adalah Patriak Long Dan Tuan muda keluarga Liu..." Bai Qi yi yang memperkenalkan seseorang di belakang nya
"Salam Patriak long Salam tuan muda..."Ucap penjaga itu yang menangkupkan tangannya.
"Beraninya kamu berdiri di hadapan Tuan muda!.." Patriak Long yang marah karena tidak menghormati Raja yang sebenarnya bahkan jika kaisar sendiri yang menyambut dirinya pasti akan berlutut di bawah Liu Yan d
"Wung!Wung........"
Pemimpin penjaga itu pun langsung tertekan dengan aura intimidasi patriak tiba tiba Liu Yan berkata"Hentikan Patriak, Jangan membuat nya kesusahan Kita disini bukan mencari masalah..." Lirik Liu Yan denga memerintah
Patriak long pun menarik kembali aura yang ia pancarkan bahkan Bai Qi Yi sampai tertekan karena aura itu ' Apa Patriak long sudah mencapai Tahap Ke 3?. kenapa kuat sekali'Bai Qi yi membatin dan sedikit terkejut
"Maafkan saya tuan muda, saya memiliki mata tapi tidak melihat gunung yang tinggi..."Pemimpin penjaga itu yang berlutut kemudian dia memberikan hormat.
"Tidak perlu seperti itu paman, Patriak long hanya terlalu sensitif jangan terlalu di masukan ke dalam hati.." Liu Yan yang merasa kurang enak terhadap apa yang Patriak long lakukan dengan penjaga itu.
Karena mereka semua tidak ingin memperpanjang masalah itu pemimpin penjaga pun mengantarkan mereka untuk menemui kaisar. Ketika mereka masuk ke dalam Istana banyak sekali Penjaga yang memberikan mereka hormat.
Tak lama dari itu Mereka pun sampai di depan pintu kamar Kaisar Lan "Hamba menghadap Kaisar.." Penjaga itu yang berlutut dari luar pintu dan di jawab dari dalam pintu itu "Ada perlu apa kamu menemui ku..."
"Jawab Kaisar, Hamba ingin memberitahu seseorang ingin bertemu dengan kaisar.."
"Masuklah..."Jawab Kaisar Lan dengan nada acuh tak acuh "Laksanakan Kaisar..."Penjaga pun membuka kan pintu untuk mereka bertiga dan mempersilahkan masuk dan kemudian dirinya pun kembali untuk melaksanakan tugasnya.
Liu Yan dan yang lainnya melihat seseorang yang terbaring sakit dan di temani oleh kaisar dan 2 anak perempuan kaisar."Maafkan saya tuan muda, saya tidak bisa menghadiri pertemuan yang sangat penting karena istri ku sedang sakit parah.."Kaisar Long yang berdiri dan berlutut di hadapan Liu Yan.
"Tidak apa apa Kaisar dan kaisar tidak perlu terlalu sopan. karena kita semua disini adalah Teman..."Liu Yan yang tersenyum dengan tulus "Terimakasih Tuan muda, Jika boleh tau ada perlu apa tuan muda kesini bukankah aku sudah mengirim Bai Qi Yi untuk menggantikan aku..."
"Aku sudah mendengar nya itu langsung dari Nyonya Bai, Tapi Aku kesini Bukan untuk itu aku ke sini untuk menyembuhkan Istri Kaisar..."Liu Yan Memberikan sedikit harapan pada kaisar dan membuatnya senang dan berkata"Benarkah Tuan muda , Aku percaya jiak tuan muda yang mengatakan nya.."
"Jika tuan muda bisa menyembuhkan penyakit istri saya, saya berjanji akan mengikuti tuan muda sampai mati..."Ucap Kaisar lan dengan sangat senang.
Liu Yan mengangguk dan tersenyum kemudian dirinya menghampiri Istri Kaisar, Liu Yan melihat Sosok yang sangat cantik meskipun sudah berumur 40 tahun tapi masih memiliki tubuh dan wajah yang sangat menggoda 'Haaa dasar rubah tua, pantas saja dirinya sangat mencintainya ternyata Istrinya sangat cantik 'Gumam Liu Yan dengan menghela nafas panjang
"Apa yang kamu lakukan kepada ibu ku!..." bentak seorang anak remaja yang berumur 15 tahun yang tidak lain adalah anak kedua dari Kaisar.
"Ling'er apa yang kamu katakan, Tuan muda kesini untuk menyembuhkan ibu..." Jawab Kaisar untuk menenangkan hatinya
"Tenang saja Nona, Aku pasti akan menyembuhkan ibu mu..." Ucap Liu Yan dengan tersenyum "Hmph, Awas saja kamu jika tidak bisa menyembuhkan ibu ku..." Lan Xue Ling Yang sebal karena tidak biasa ayahnya membela orang lain
"Kakak Apa kamu bisa menyembuhkan ibu ku..." Suara yang pelan dari anak kecil yang tiba tiba berbicara dan sangat menggemaskan yang tidak lain merupakan Anak bungsu dari kaisar lan yang berumur tujuh tahun
"Tenang Saja Adik kecil, aku akan menyembuhkan ibu mu..."ucap Liu dengan menyakinkan anak kecil itu "Benarkah?..." Gumam Anak kecil itu dan menutup matanya dengan sangat menggemaskan.
Liu Yan memeriksa tubuh Permaisuri Lan dengan seksama dan tak lama dari itu Liu Yan mengetahui apa yang sedang di derita Permaisuri Lan . Kemudian Liu Yan pun meracik ramuan dan meminumkannya ke dalam mulut Permaisuri.
"Kaisar Lan, Tunggu beberapa hari permaisuri pasti siuman dari sakitnya..."
__ADS_1
Bersambung.