Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.486 - Tidak Ada Ampun


__ADS_3

Sementara Yin Litian mendapatkan lawan yang merepotkan di saat pertama ia bertarung, Li Yiren mendapatkan lawan yang tidak terlalu sulit untuknya.


Ia hanya mengeluarkan satu Spirit Beast kontraknya untuk bertarung hingga ia dapat keluar sebagai pemenang.


Di sisi lain, Xiang Shin masih belum bertarung sampai sekarang, ia sudah bisa menunggu hanya duduk dan menonton pertarungan peserta lainnya.


Ia bahkan sampai tidur dan meminta Xiang Shui membangunkannya jika sudah gilirannya. Namun seharian penuh ia tidur, nomor pesertanya masih belum saja keluar.


“Sial, jangan bilang aku akan menjadi peserta terakhir yang bertarung.” Xiang Shin berdecak kesal, “Shui’er, aku akan tidur lagi, bangunkan aku jika sudah giliran ku untuk bertarung!”


“Ayah, kau terlalu santai. Aku tau kau kuat tapi setidaknya lihatlah peserta lain untuk mengetahui kekuatan lawan. Biasanya kau orang yang sangat teliti dan tidak akan melewatkan suatu informasi.” Xiang Shui melihat sifat pemalas Xiang Lan dalam diri ayahnya.


Memang benar kata ibunya. Wajah Xiang Lan memang mirip ibunya namun sifatnya mirip dengan ayahnya.


“Hah.. beri tau saja aku nanti jika memang ada peserta yang patut di waspadai!” Xiang Shin pun tertidur setelahnya.


***


Setelah menanti sangat lama, Xiang Shin yang memiliki nomor peserta 5 akhirnya mendapatkan giliran.


“Ayah, bangunlah! Sekarang giliran mu!” Xiang Shui membangunkan ayahnya.


Xiang Shin pun langsung bangun dan melompat naik ke atas arena tanpa menanyakan situasi pada Xiang Shui.


Xiang Shin mengusap matanya beberapa kali sambil menguap. Ia terlihat cukup acak-acakan, sama sekali tidak memiliki gairah bertarung.


Lawan Xiang Shin adalah seorang gadis cantik dengan rambut pendek sebahu, ia terlihat sangat manis dengan rambutnya itu.


“Gui Rong.” Gui Rong memperkenalkan dirinya sambil menatap tajam Xiang Shin karena merasa di remehkan melihat bagaimana pria itu sangat santai.


“Xiang Shin,” Xiang Shin kembali menguap, “aku sangat bosan menunggu sampai aku tidak memiliki gairah untuk bertarung lagi. Jadi cepatlah maju, akan aku selesaikan dengan cepat.”

__ADS_1


“Kau sangat sombong, akan ku sumpal mulut mu dengan tanah agar kau tau posisi mu!” Gui Rong mengeluarkan senjatanya yang berupa cambuk.


Xiang Shin terlihat jadi sedikit lebih serius.


“Mulai!” Tetua Gong Lang pun memulai pertarungan.


Gui Rong langsung mengayunkan cambuknya. Cambuk yang awalnya sepanjang 1 meter itu memanjang, ujungnya membentuk kepala ular yang siap menerkam Xiang Shin.


Namun kepala ular itu langsung terpotong-potong saat mencapai jarak 100 meter dari Xiang Shin.


“Domain Pedang Pemotong. Tidak ku sangka dia sudah bisa membuat Domain Pedang Pemotong, pantas saja dia sangat sombong.” Gui Rong menjadi lebih waspada.


“Hah, dia benar-benar langsung menggunakannya,” Xiang Shui yang melihat itu hanya menghela nafas.


Ia sebelumnya tidak menggunakan Domain Pedang Pemotong karena masih ingin menyembunyikan kemampuannya.


Cambuk Gui Rong memancarkan energi panas yang ekstrim. Gadis itu mengayunkan cambuknya yang seketika memenajang, dengan kecepatan tinggi bergerak memutari Domain Pedang Pemotong hingga domain itu sepenuhnya terikat.


“Menarik,” Xiang Shin tersenyum tipis.


Ia hanya berdiri di tempat, membiarkan Gui Rong melakukan apapun yang dia rencanakan.


Tiba-tiba saja Domain Pedang Pemotong dengan cepat menyempit hingga luasnya kurang dari satu meter.


*BOOOOMMMM!!


Cambuk Gui Rong mengeluarkan ledakan keras hingga menciptakan kawah besar.


“Rasakan itu!” Gui Rong berteriak karena bisa menyerang Xiang Shin.


“Lumayan juga.”

__ADS_1


Angin berhembus kencang dari kepulan debu. Terlihat Xiang Shin masih berdiri tegak dengan tubuhnya yang di lapisi Armor Dewa Asura.


“Secara paksa menghancurkan Domain ku, kemampuan mu tidak buruk.”


Gui Rong semakin kesal, ia melesat menyerang pria itu dalam jarak dekat, mengayunkan cambuknya berkali-kali.


Xiang Shin menangkis semua serangan campur dengan tangannya yang di lapisi Armor Dewa Asura.


Dalam satu kesempatan, Xiang Shin menyambar cambuk Gui Rong kemudian menariknya. Gadis itu pun ikut tertarik ke depan.


Xiang Shin memberikan satu tendangan kuat pada bagian perut gadis itu sampai terlempar jauh berguling-guling di tanah.


Saat Gui Rong mendapatkan kembali momentumnya, ia melihat ke depan sudah tidak ada lagi Xiang Shin.


“Yo.”


Gui Rong langsung melompat menjauh saat mendengar suara itu berada tepat di belakangnya.


Baru saja Gui Rong memasang sikap waspada, Xiang Shin berteleportasi tepat di depannya.


Supernova Bintang!


Gui Rong tidak sempat bereaksi dalam jarak sedekat ini, ia hanya bisa melebarkan matanya saat sebuah bola seperti bintang mini sebesar telapak tangan di arahkan ke perutnya.


*BAAMM!!


Gui Rong terlempar jauh hingga menghantam tanah.


*BOOOOMMMM!!


Bintang yang masih bersarang di perutnya pun meledak dengan keras.

__ADS_1


“Hah.. dia benar-benar tidak ada ampun bahkan saat melawan wanita,” Xiang Shui menghela nafas melihat kekejaman ayahnya.


__ADS_2