Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Eps 13 - Ujian Perekrutan 5


__ADS_3


Pertarungan kali ini berbeda dengan sebelumnya. Meskipun Dong Za juga merupakan Kultivator Ranah Penyucian Qi Tahap 1 Namun Lawannya sangatlah lemah ,


Pertarungan Kali ini jelas berbeda karena lawan Hu Tao hanyalah Tahap Penyempurnaan Qi tahap 1.


Tapi Basis Kultivasi tidak menentukan Kemang seseorang . Karena juga Liu Yan bisa menyeimbangi Patriak long yang berada di Ranah Tribulasi dengan Ranah Pengumpulan Qi.


Karena sebelumnya Lan Xue Hua dapat menahan Aura Intimidasi dari Liu Yan . Liu Yan sangat yakin tekadnya di atas siapapun.


Keduanya Pun menaiki Arena pertarungan.3 Tetua memasang 3 lapis formasi agar keselamatan dapat terjamin meskipun menghabiskan banyak sekali batu roh tapi itu layak dengan Pertarungan ini.


Pertarungan Hu Tao melawan Lan Xue Hua


Sebelum pertarungan di mulai , Tetua mengeluarkan peraturan karena kesenjangan yang terlalu jauh , Tetua menyarankan Agar Hu Tao menekan kekuatan nya hingga Puncak Penyempurnaan Qi.


Hu Tao pun mengangguk kemudian berkata "Mohon bimbingannya Kakak senior.." Lalu Hu Tao mengeluarkan sebuah tongkat yang juga merupakan tahap bumi


" Mohon bimbingannya Adik junior..." Jawab Lan Xue Hua dengan mengeluarkan Pedang yang merupakan tingkat bumi


Pertarungan pun dimulai. Lan Xue Hua menganyukan Pedangnya ke arah Hu Tao dengan cepat dan ganas di sertai teknik yang kuat


"Tarian Bunga Pedang...."


Lan Xue Hua menyerang Hu Tao seperti menari di atas atas panggung sangat elegan dan juga indah . Meskipun itu indah tapi setiap serangannya mengandung niat membunuh yang kuat.


"Di umur semudah ini bisa menguasai Teknik ini sungguh layak menjadi Putri Kekaisaran Lan. Tapi sayang sekali aku lebih berpengalaman." Gumam Hu Tao


Lan Xue Hua masih menyerang Hu Tao tapi tidak ada satupun serangannya yang mengenai dirinya.


"Aneh sekali kenapa Pedang Lan'er tidak mengenainya?..." Liu Yan yang memperhatikan dengan seksama


"Hoho rupanya begitu . Sepertinya Hu Tao berniat membimbing Seniornya.."


Liu Yan yang tersenyum karena melihat muridnya yang saling membantu


"Adik junior sepertinya kamu tidak serius Melawan ku?.." Ucap kesal lan Xue Hua karena di perlakuan seperti anak kecil


Wushh....... Wushh........ Wushh......


Lan Xue Hua mengehentikan langkah nya dan mengubah teknik. " Pemisah badai.." ucap Lan Xue Hua yang memusatkan anginnya di Pedangnya. tak hanya pedang nya tubuhnya juga ikut menjadi ringan.


Seperti biasa serangan yang Lan Xue Hua tidak satupun mengenai Hu Tao. Namun setiap serangannya tidak ada yang sia sia . justru itu memiliki makna di setiap serangannya

__ADS_1


"Sepertinya kamu sudah memahaminya Kakak Senior..." Ucap Hu Tao dengan tersenyum


"Hmmph... " Hanya itu yang keluar dari mulutnya karena masih kesal di perlakuan seperti anak kecil oleh juniornya sendiri


Setelah beberapa lama akhirnya serangan yang di berikan oleh Lan Xue Hua mengenainya. Serangan demi serangan pun dilakukan hingga Hu Tao mulai terpojok karena dirinya sudah terbiasa dengan gerakan yang dilakukan Hu Tao


"Sepertinya aku harus serius menghadapi mu saudari senior.." ucap Hu Tao yang masih tertawa mengejek dirinya seperti anak kecil


"Tongkat pemecah langit "


Suara yang menggelegar langit yang tadinya sangat cerah tiba tiba mulai berubah menjadi hitam pekat dan mengaliri tongkat Hu Tao dengan listrik


Jederrrr!!!.........


Jederrrr!!!.…....


Jederrrr!!!.........


Angin bertiup dengan sangat kencang bagai badai yang menerjang .


"Wush......." Semua dapat melihat bahwa Hu Tao sedang tidak bermain main dan mengaliri tongkatnya dengan Energi listrik yang sangat kuat dan


Hu Tao tau bahwa seniornya sangat jenius. Bahkan dirinya di Ranah Penyempurnaan Qi tahap puncak tidak dapat menyaingi kecepatan dan kekuatan nya.


Hu Tao bergerak sangat cepat langsung berada di belakang Lan Xue Hua. Dan Hu Tao tanpa belas kasih menyerang dirinya . " Duarrrrr........ ". Suara Lan Xue Hua yang tertabrak dengan formasi pelindung karena serangan Hu Tao


Uhuk..... Uhuk..... Uhuk .....


"Saudara junior ternyata kamu menyembunyikan kekuatanmu .." Lan Xue Hua yang tidak berdaya


"Tapi sayang sekali Saudara Junior. Aku memiliki tekad yang kuat.."


Dirinya pun bangkit tapi setiap ia bangkit ia terpukuli tongkatnya . Terus menerus hingga lebih dari puluhan kali


"Ha! Sepertinya Lan' er memang keras kepala.." Liu Yan menghela nafas dan teringat ketika ia melawan Patriak long.


Beberapa Jam pun berlalu tapi tidak semenit pun dirinya . tidak terpukul tongkat Hu Tao bahkan Hu Tao mengulangi langkahnya Ratusan kali


Hu Tao sudah menggunakan lebih dari setengah Energi Qi nya karena bagaimanapun Teknik Transformasi Dewa merupakan teknik yang sangat menguras Energi Qi.


"Saudari Senior kenapa kamu begitu keras pada dirimu sendiri...." Ucap Hu Tao yang mulai terengah engah


"Saudara Junior Kekuatan bukanlah segalanya Tanpa Tekad yang kuat dan bulat. Kekuatan bukanlah apa apa..." Lan Xue Hua dengan kondisi yang masih memaksakan tubuhnya untuk berdiri

__ADS_1


Semua yang menonton itu menjadi takjub dengan Lan Xue Hua dan para tetua ingin menjadikannya murid nya tapi sayang sekali Liu Yan lebih dulu merekrut dirinya


"Tuan muda menurut mu siapa yang akan menang?.." Tanya Tetua agung dengan penasaran


"Tidak ada yang menang , Karena keduanya saling membimbing bukan bertarung.." Jawab Liu Yan dengan senyum yang bangga


"Sepertinya Kakak Senior benar , Semenjak aku di tinggalkan oleh kekasih ku aku selalu lari dari kenyataan. Terimakasih Kakak senior..."


Hu Tao Yang bangkit kemudian berdiri tegak dan memegang tongkatnya dengan tegap.


"Hahaha sudah lama sekali aku tidak Semangat Seperti ini. sepertinya kita harus mengakhiri ini Saudari senior...."Hu Tao yang tampak bersemangat


"Kemarilah Saudara Junior!!!. Lawanlah aku dengan kekuatan penuh mu..." Lan Xue Hua Yang begitu bersemangat


Meraka berdua melepas Teknik terkuat Meraka


"Pukulan Pemecah Gunung!!.....


"Sayatan Membelah langit!!...


Duarrrrrrrr............. Bzzzzzzzz............


Ketika serangan keduanya bertabrakan menghasilkan ledakan yang sangat dahsyat bahkan jika Ranah Penyucian Qi Tahap 2 Qi yang berada di tengah nya mungkin akan langsung mati.


Dibalik Asap yang sangat tebal Hu Tao berdiri tegak tapi tidak sadarkan diri . Sedangkan Lan Xue Hua mati karena serangan tersebut dan langsung keluar dari arena .


"Pertarungan yang sangat sengit...." Ucap Patriak long


Liu Yan yang pun menghampiri kedua muridnya terluka parah dan membawa keduanya ke kamar Zong Qian Qian dan menghilang dari hadapan Semuanya.


"Kakak Yan?..." Zong QianQian yang terkejut karena kedatangannya


Liu Yan pun membaringkan keduanya di atas kasur Zong QianQian. Dan bukan hanya mereka berdua , Tetapi disitu juga ada Qin Wuqing dan Zong QianQian yang merawat Wuqing


Kemudian Liu Yan mengeluarkan dua butir pil penyembuh tingkat 3 dan langsung memasukan kedalam mulutnya dan membantu menyerap khasiat obat.


"Qin'er tolong rawat mereka berdua karena aku harus segera kembali..." Ucap Liu Yan dengan nada yang lembut meminta


"Baiklah Kak, Tapi Kakak mau kemana?.." tanya QianQian dengan penasaran . karena murid yang masih terluka tapi dirinya harus pergi.


"Qin' er Kakak harus pergi karena itu kewajiban ku sebagai Tetua murid dalam.." Jawab Liu Yan sambil mengelus kepala nya


"Baiklah kakak ,Ingat kamu harus berhati hati...." Ucap QianQian yang seperti menasihati suaminya

__ADS_1


Setelah keluar dari kamar Zong QianQian. Liu Yan menggunakan Perpindahan Instan ke tempat kompetisi. karena dirinya harus berterima melawan Dong Za


Bersambung


__ADS_2