
Karena penyerangan yang tiba-tiba, acara pesta di hentikan dan para tamu di minta untuk pulang. Semua tamu paham akan situasi jadi mereka segera pergi.
Tidak ada yang mengetahui kalau penyebab kekacauan ini ada di antara para tamu.
Chi Min cukup kecewa karena Keluarga Luo tidak langsung mengirim pasukan menyerang Keluarga Shu. Namun ia sudah cukup puas melihat kematian Shu Qi Man.
Xiang Shin beserta rombongannya pergi dari Pusat Galaksi menggunakan kapal angkasa masing-masing. Mereka tentu tidak langsung kembali ke Tata Surya Hou, mereka terlebih dahulu menjemput para tahanan yang sebelumnya mereka selamatkan.
Sebagian naik ke kapal angkasa Keluarga Chi, sebagian lagi naik ke kapal angkasa keluarga Yu. Sementara untuk para raksasa semuanya menaiki kapal angkasa Keluarga Chi bersama Xiang Shin.
Xiang Shin mengobati semua luka para raksasa tersebut lalu menjelaskan tentang situasi dan rencananya menghancurkan Keluarga Luo.
Para Raksasa akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Xiang Shin. Mereka ingin membalaskan dendam mereka pada Keluarga Luo yang telah membuat saudara-saudara mereka tewas.
Pemimpin di antara para Raksasa itu bernama Gang Ba yang berada di tingkat Immortal Emperor tahap awal.
Mereka menceritakan tentang masa lalu mereka yang sebelumnya berasal dari luar Galaksi Tou. Mereka berasal dari Galaksi Gargan yang di dominasi oleh para Raksasa. Manusia hanya sebagai ras kecil di sana.
Gang Ba menceritakan kalau sektenya berkonflik dengan salah satu sekte kuat di Galaksi Gargan. Awalnya perang berlangsung sengit namun sekte Gang Bo terus di tekan hingga mereka terpaksa pergi meninggalkan Galaksi Gargan.
Mereka secara tidak sengaja memasuki Galaksi Tou dan kini akhirnya mereka bisa bebas dari Keluarga Luo.
Saat Xiang Shin masih membahas beberapa hal dengan Gang Ba di dalam ruangan tertutup, pintu tiba-tiba terbuka dan Huo Cai’er berjalan masuk.
Gang Ba langsung terdiam, ia menahan agar tubuhnya tidak gemetar. Karena sebelumnya ia di buat tidak berkutik di hadapan Huo Cai’er, ada rasa takut dan trauma yang tumbuh di dalam dirinya.
Huo Cai’er berjalan tanpa mengatakan apa-apa, duduk di samping Xiang Shin, menyandarkan kepalanya pada pundak suaminya dan sama sekali tidak mengatakan apa-apa.
__ADS_1
Xiang Shin juga hanya diam, ia kadang memang sulit menanggapi tingkah Huo Cai’er.
“Ah kalau begitu Tuan Shin, aku akan pergi dulu,” Gang Ba berdiri lalu menangkupkan tangannya, “selamat menikmati waktu mu, Tuan Shin.”
Gang Bo pun pergi setelahnya, meninggalkan Xiang Shin dan Huo Cai’er di dalam ruangan tersebut.
“Bagaimana dengan Lin’er, Cai’er? Apa kalian sudah berbicara?”
“Ya, dia..”
Sebelum Huo Cai’er menjawab, pintu di buka dan Luo Xian Lin masuk. Dengan ekspresi cemberut ia berjalan lalu duduk di samping Xiang Shin, memeluk lengannya lalu menyandarkan kepalanya di bahu pemuda tersebut.
“Ada apa dengan kalian?”
Entah kenapa Xiang Shin merasa canggung karena keberadaan Huo Cai’er dan Luo Xian Lin di sisi kiri dan kanannya.
“Apa kau akan melarang ku jika aku berniat menghancurkan Keluarga Luo?”
“Setelah berusia 8 tahun di mana saat itu Jiwa Bela Diri ku bangkit, aku selalu di pandang rendah oleh semua anggota Keluarga Luo, bahkan mereka menganggap ku seperti sampah.
Setelah di usir, aku tidak lagi menganggap Keluarga Luo sebagai keluarga ku. Apa lagi setelah mengetahui pak tua itu ingin membunuh mu. Jika kau memang ingin menghancurkan mereka maka biarkan aku membantu mu.” Luo Xian Lin juga memiliki dendam tersendiri pada Keluarga Luo.
“Baguslah jika itu keputusan mu,” Xiang Shin tersenyum lalu mengelus kepala Luo Xian Lin.
Melihat itu Huo Cai’er meraih tangan Xiang Shin lalu menaruhnya di kepalanya, masih tidak mengatakan apa-apa.
“Lin’er, dalam situasi ini kau bisa menegakkan sesuatu tapi bukan keadilan.”
__ADS_1
“Apa maksud mu?” Luo Xian Lin bertanya dengan ekspresi polos.
“Kakak Shin, apa perlu aku pergi?” Huo Cai’er tau ke mana arah maksud Xiang Shin.
“Kau tidak ingin bergabung bersama?” Xiang Shin tersenyum penuh makna.
“Tidak masalah untuk ku tapi aku tidak yakin dengan saudari Xian Lin. Lagi pula apa dia mau melakukannya?”
“Tenang saja, aku bisa mengatasinya .”
“Apa yang sebenarnya kalian bicarakan?” Luo Xian Lin semakin bingung.
Xiang Shin menatap Luo Xian Lin sambil memegang pundak gadis itu, dengan ekspresi Jojo ia mengatakan.
“Lin’er, mulai sekarang kau adalah istri ku.”
Meskipun agak bingung dengan ekspresi aneh Xiang Shin, namun Luo Xian Lin tetap tersenyum manis.
“Tentu saja, aku tidak akan menyangkal hal itu.”
“Sekarang kita berada di luar angkasa yang sudah pasti malam. Ehem! Sebagai seorang istri, kau seharusnya tau apa tugas istri ketika malam hari,” ekspresi Jojo Xiang Shin semakin menjadi.
Luo Xian Lin pun menyadari arah pembicaraan Xiang Shin. Pantas saja pemuda itu memasang ekspresi aneh.
“E-eh.. t-tapi.. di sini kan..” Luo Xian Lin menatap Huo Cai’er.
“Lin’er, kau tidak bisa menolak!”
__ADS_1
Akhirnya pergulatan pun terjadi di dalam ruangan tersebut. Dan tentu saja Huo Cai’er ikut ke dalam pergulatan tersebut.