Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.427 - Kepergian Xiang Fei


__ADS_3

Xiang Fei yang berusaha mati-matian untuk menghentikan ayahnya, berakhir pingsan karena terlalu memaksakan diri serta energi Qi Surgawinya yang telah terkuras habis.


Di sana yang bersamaan, Xiang Shui dan Xiang Lan seolah terkena dampak dari kekuatan altar hingga membuat mereka berdua mendapatkan berbagai macam pengetahuan dan pemahaman.


Namun berbeda dengan Xiang Shin yang tidak merasakan efek samping, Xiang Shui dan Xiang Lan merasa kepalanya sakit seolah akan meledak kapan saja.


Mereka berdua berteriak kesakitan, berusaha menolak kekuatan dari altar namun usaha mereka tidak membuahkan hasil.


Jadi mereka hanya bisa pasrah menahan rasa sakit untuk mendapatkan berbagai pemahaman dan pengetahuan baru.


Dalam waktu yang tidak di ketahui berapa lama, altar berhenti memancarkan energi, Xiang Shin jatuh pingsan begitu juga dengan Xiang Shui dan Xiang Lan yang sudah tidak kuat menahan sakit di kepala mereka.


Mereka tidak ada yang paham kenapa ini bisa terjadi namun yang pasti mereka mendapatkan sebuah keberuntungan.


Di samping pengetahuan dan pemahaman yang mereka dapatkan, kultivasi mereka meningkat drastis.


Xiang Shin menerobos ke tingkat Demi-God tahap akhir, begitu juga dengan Xiang Shui dan Xiang Lan. Kultivasi mereka kini serta.


Tidak berapa lama, Xiang Shin membuka matanya, ia melihat sekitar. Pandangannya terhenti saat melihat Xiang Shui, Xiang Lan dan Xiang Fei yang pingsan. Ia segera menghampiri kemudian memeriksa kondisi mereka.


Xiang Shin bernafas lega setelah mengetahui mereka bertiga baik-baik saja, hanya pingsan karena kelelahan. Sama sekali tidak ada yang membahayakan nyawa mereka.


Xiang Fei membuka matanya, saat ia melihat ayahnya, gadis itu langsung melompat memeluknya dengan erat.


“Ayah!”

__ADS_1


Xiang Shin tersenyum lembut sambil mengelus kepala putrinya.


“Ayah.. syukurlah ayah tidak apa-apa, Fei’er benar-benar takut kehilangan ayah,” Xiang Fei menangis di dalam pelukan Xiang Shin.


“Fei’er, memangnya apa yang terjadi?” Xiang Shin tidak terlalu mengingat apa yang terjadi.


Ingatan terakhirnya adalah saat dia berteleportasi kemudian kesadarannya seolah berada di dalam kegelapan tidak berujung.


Setelah ia energi kuat masuk ke dalam tubuhnya serta banyak pemahaman dan pengetahuan baru. Ia tidak tau apa yang terjadi pada tubuhnya.


“Tadi.. tadi..” Xiang Fei mulai bercerita secara blak-blakan sambil menangis.


Tidak terlalu jelas apa yang Xiang Fei ceritakan namun Xiang Shin setidaknya mulai paham. Entah kenapa itu semua terjadi, tapi karena semuanya selamat itu semua tidak menjadi masalah.


Tiba-tiba Xiang Fei berhenti menangis membuat Xiang Shin menaikkan alisnya.


“Ada apa Fei’er? Apakah ada sesuatu di wajah ayah?”


“T-tidak mungkin.. bagaimana bisa itu semua... Tidak...” Xiang Fei melangkah mundur, ia seperti baru saja melihat sesuatu yang sulit di percaya.


“Fei’er, ada apa dengan mu?” Xiang Shin mulai mengerutkan keningnya.


“Ayah, maafkan Fei’er. Fei’er mungkin tidak bisa terus menemani ayah,” Xiang Fei menundukkan kepalanya.


“Fei’er, kau membuat ayah bingung. Jika ada masalah maka ceritakan saja pada ayah!”

__ADS_1


“Ayah, Fei’er harus pergi,” Xiang Fei mengusap air matanya.


“Pergi? Pergi ke mana? Ayah akan menemani mu.”


Xiang Fei menggeleng keras, “tidak, Fei’er benar-benar harus pergi sendiri, jadi Fei’er ingin minta maaf sekaligus mengucapkan perpisahan dengan ayah.”


Xiang Fei mencoba untuk tersenyum, meskipun senyuman itu terlihat berat.


Xiang Shin semakin tidak paham dengan putri kecilnya ini.


Xiang Shin tiba-tiba memeluk Xiang Fei dengan erat, “baiklah, kalau begitu ayah tidak akan melepaskan mu sampai kau menceritakan semuanya pada ayah.”


Xiang Fei tiba-tiba kembali menangis namun itu hanya sejenak. Ekspresi gadis itu kembali teguh di penuhi tekad yang kuat.


Xiang Fei dengan mudah melepaskan pelukan Xiang Shin karena ia menghentikan gerakan ayahnya itu.


“Fei’er minta maaf karena tidak bisa menepati janji terus menemani mu, ayah,” Xiang Fei mencium pipi Xiang Shin.


Xiang Shin hanya bisa terdiam di tempat, tidak bisa bergerak ataupun bersuara, hanya bisa melihat dan mendengar apa yang di katakan putrinya.


“Ayah, kita akan bertemu lagi nanti,” Xiang Fei tersenyum lembut kemudian langsung menghilang di tempatnya.


Entah ke mana ia akan pergi, entah masalah apa yang ia rahasiakan hingga harus menyembunyikan hal itu dari ayahnya.


Xiang Shin berusaha bergerak namun tidak bisa. Bahkan meskipun ia mencoba menolak kekuatan Xiang Fei dengan Dao Waktu yang ia kuasai, tetap percuma.

__ADS_1


Meskipun pemahaman Dao Waktunya sudah meningkat pesat, ia masih berada di bawah Xiang Fei.


“Fei’er, apa sebenarnya maksud mu? Kenapa kau malah meninggalkan ayah begitu saja?” batin Xiang Shin.


__ADS_2