Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.204 - Satu Rencana


__ADS_3

Pertarungan melawan para Elang Api masih terus berlanjut.


Badai api tempat mereka bertarung semakin menyempit membuat ruang gerak mereka semakin terbatas. Hal ini tentu saja menguntungkan bagi para Elang Api sementara Xiang Shin dan yang lainnya di rugikan.


Badai api itu di buat oleh para Elang Api jadi mereka tidak merasakan dampak apa-apa. Berbeda dengan Xiang Shin dan Luo Xian Lin yang merasakan panas dan harus melapisi tubuh mereka dengan energi pedang.


Sementara Xuan sendiri, dia adalah boneka spiritual jadi sama sekali tidak merasakan dampak apa pun.


Xuan membuat 4 lengan tambahan di tubuhnya, membuatnya bisa melakukan serangan lebih lincah dan bervariasi.


Luo Xian Lin berhasil memukul salah satu Elang Api sampai terpental. Satu Elang Api lainnya berniat menyerangnya dari samping namun di tahan oleh puluhan Pedang Dao.


Luo Xian Lin mengangkat pedangnya ke atas, menghimpun energi pedang hingga pedangnya memancarkan energi seperti pilar cahaya.


Bersamaan dengan Luo Xian Lin menebaskan pedangnya, Elang Api menyemburkan nafas apinya. Namun nafas api tidak mampu menandingi kekuatan energi pedang Luo Xian Lin hingga Elang Api berakhir terbelah menjadi dua bagian.


Luo Xian Lin terengah-engah, ia sudah menghabiskan banyak energi pedang, serta staminanya terkuras karena melakukan penggabungan dengan jiwa bela diri.


“Sial, jika terus seperti ini maka energi pedang ku akan habis sebelum membasmi semua Elang Api!” Luo Xian Lin mengatur nafasnya.


Mereka bertiga sudah membunuh 8 Elang Api namun Elang Api masih berjumlah belasan, sementara dia dan Xiang Shin sudah mengalami penurunan dalam kekuatan dan kecepatan. Hanya Xuan sendiri yang masih bisa bertarung dengan seperti biasa.

__ADS_1


Saat masih mengatur nafas, Luo Xian Lin mendapatkan serangan tiba-tiba dari salah satu Elang Api hingga ia menabrak gunung batu. Elang Api tidak menyia-nyiakan kesempatan, dia menyemburkan nafas api ke arah gadis itu.


Tapi sayangnya salah satu Pedang Dao raksasa pasang badan di depan Luo Xian Lin, menahan semburan nafas api. Elang Api yang tidak hentinya menyemburkan api membuat Pedang Dao terdorong mundur sampai hampir menghimpit Luo Xian Lin.


Luo Xian Lin menahan Pedang Dao dengan tangan dan kakinya agar dirinya tidak terhimpit.


Seekor Elang Api tiba-tiba menyambar gagang Pedang Dao lalu membawanya pergi hingga tidak ada lagi yang menahan nafas api.


Luo Xian Lin melebarkan matanya, ia tidak bisa menghindar, membuat energi pertahanan juga tidak akan sempat jadi ia hanya bisa refleks menyilangkan lengan di depan wajahnya sambil memejamkan mata.


Namun setelah beberapa saat ia tidak merasakan apa-apa hingga ia merasakan seseorang menepuk pundaknya. Ia pun membuka mata dan melihat Xiang Shin di depannya.


“Terima kasih Xiang Shin.”


“Tidak masalah, sekarang kita harus fokus untuk melawan mereka,” Xiang Shin juga sudah terengah-engah.


*BOOMM!!


Xiang Shin dan Luo Xian Lin menoleh ke sumber ledakan, melihat Xuan sudah di tenggelamkan ke dalam danau lava.


“Apa kau tidak memiliki rencana Xiang Shin?”

__ADS_1


“Aku punya satu rencana, tapi ini pun cukup beresiko,” Xiang Shin pun menjelaskan rencananya pada Luo Xian Lin.


Luo Xian Lin mengangguk, rencana itu memang bagus meskipun memiliki resiko dan tidak jelas apakah rencana itu bisa berjalan lancar atau tidak. Itu akan bergantung pada apakah Xiang Shin masih memiliki sisa energi atau tidak di saat terakhir.


Mereka berdua pun kembali melanjutkan pertarungan melawan para Elang Api.


Pertempuran terus berlanjut sampai berjam-jam membuat gunung batu yang awalnya menjulang tinggi sampai menembus awan, kini puncaknya berada di bawah awan karena terus menerus hancur akibat terkena dampak pertarungan.


Badai api juga terus mengecil mempersempit jarak hingga sekarang seolah tidak ada lagi ruang gerak untuk Xiang Shin dan yang lainnya.


Para Elang Api kini terbang di dalam badai api seolah ikan yang berenang di dalam air, mereka sesekali menampakkan sayap dan kepala mereka seolah memberikan ejekan pada mereka bertiga.


“Jangan jauh-jauh dari ku,” Xiang Shin memegang tangan Luo Xian Lin dengan nafas terengah-engah.


Tiba-tiba para Elang Api mengeluarkan suara pekikan keras, bersamaan dengan badai api yang menyusut dengan cepat.


*BOOOMMM!!


Badai api pun meledak dengan keras, menghancurkan gunung batu menjadi setengah bagian.


Asap debu menyebar ke segala arah, bebatuan dari gunung yang hancur beterbangan ke segara arah dalam keadaan terbakar membuat seolah seperti hujan meteor yang jatuh ke danau lava.

__ADS_1


__ADS_2