Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.494 - Sudah Biasa Terjadi


__ADS_3

Pertarungan antara Yu Ruo Yi melawan Ming Fan berlangsung sengit. Keduanya pengguna elemen petir yang sangat handal, terlebih dalam hal kecepatan.


Bahkan banyak sari para penonton yang kesulitan melihat gerakan kedua peserta tersebut, hanya bisa melihat kilatan petir yang muncul di titik-titik yang berbeda secara acak.


Xiang Shin sendiri sekarang setidaknya memiliki gambaran tentang kekuatan Yu Ruo Yi. Gadis itu akan terus bertambah kuat dan cepat seiring intensitas petir yang dia keluarkan.


Kekuatannya mungkin tidak jauh berbeda dengan Yu Ren yang merupakan adiknya namun Yu Ruo Yi memiliki keahlian dan pengendalian yang berada di atas adiknya itu.


Pertarungan itu pada akhirnya di menangkan oleh Yu Ruo Yi. Ming Fan sudah terkapar tidak berdaya di tanah sementara Yu Ruo Yi tidak terlihat kelelahan, bahkan tidak mengeluarkan setetes pun keringat.


“Menurut ayah, jika Yu Ruo Yi bertarung dengan Tang Yong, siapa yang akan menang?” Xiang Shui ingin mengetahui pendapat ayahnya.


“Aku tidak bisa memastikannya. Tang Yong memiliki pertahanan yang sangat kuat dengan Teknik 7 Jalur Reinkarnasi, dia juga bisa meningkatkan kekuatan serangan dari perwujudan reinkarnasi yang dia keluarkan!..


Sementara Yu Ruo Yi dapat terus meningkat kekuatan dan kecepatan seiring intensitas petir yang dia keluarkan. Aku yakin mereka berdua juga memiliki kartu tersembunyi masing-masing jadi sulit menentukan siapa yang akan menang.”


“Tang Yong memang kuat tapi aku yakin kakak ku tidak akan kalah,” Yu Ren berkata dengan penuh keyakinan. “Lalu bagaimana dengan mu, senior Shin? Apa kau memiliki keyakinan bisa mengalahkan Tang Yong?”


“Bagaimana menurut mu, Shui’er?” Xiang Shin justru melemparkan pertanyaan Yu Ren pada Xiang Shui.


“Jika ayah mengeluarkan semua yang ayah miliki, aku yakin Tang Yong akan kalah. Tapi kau tidak mungkin melakukan itu.”

__ADS_1


Xiang Shin memiliki 2 Cosmic Orb jadi dia pasti bisa menang melawan Tang Yong jika menggunakannya. Namun jelas tidak mungkin itu di gunakan di turnamen.


Yu Ren menaikkan alisnya mendengar pendapat Xiang Shui. Memangnya sekuat apa Xiang Shin jika menggunakan kekuatan penuhnya? Apa dia benar-benar lebih kuat dari Xiang Shui?


Yu Ren hanya bisa bertanya-tanya dalam hatinya.


Setelah kemenangan Yu Ruo Yi di umumkan, gadis itu tidak kembali ke tempat duduknya yang semula namun ia justru melompat ke tribun kelompok Xiang Shin berada.


Yu Ruo Yi sebelumnya melihat adiknya itu malah pergi ke tempat kelompok lain membuatnya penasaran. Biasanya Yu Ren memperhatikan sesuatu yang membuatnya tertarik, lalu apa yang menarik dari kelompok Xiang Shin?


Di babak ketiga, Yu Ruo Yi berada di arena nomor 4 jadi dia sama sekali tidak mengetahui satu pun kelompok Xiang Shin kecuali Xiang Lan yang tadi sudah bertarung di arena.


“Seharusnya aku yang bertanya begitu, apa yang kau lakukan di sini?” Yu Ruo Yi menatap kelompok Xiang Shin satu persatu, ia tidak melihat ada yang menarik dari mereka.


“Sebelumnya aku di kalahkan oleh Xiang Shui, jadi aku menemuinya untuk menantangnya bertarung!” Yu Ren menjawab cepat.


“Oh jadi dia yang mengalahkan mu sebelumnya.” Yu Ruo Yi menatap Xiang Shui.


“Nona Yu Ruo Yi, aku sudah melihat penampilan mu tadi. Aku jadi ingin bertarung melawan mu.” Xiang Shui menangkupkan tangannya.


“Aku juga ingin melihat bagaimana kekuatan orang yang bisa mengalahkan adik ku.” Yu Ruo Yi menangkupkan tangannya, “kalau begitu aku akan pergi. Xiang Shui, jangan kalah sampai kita bertarung di arena nanti.”

__ADS_1


“Aku kembalikan kata-kata mu.”


Yu Ruo Yi pun pergi setelahnya. Xiang Shin dari tadi hanya diam, menatap kepergian Yu Ruo Yi, hingga ia akhirnya merasakan sebuah tangan yang menarik telinganya.


“Apa yang kau lihat hah?” Xiang Lan menarik tekinga ayahnya yang dari tadi terus menatap Yu Ruo Yi.


“Lan’er, lepaskan! Kenapa kau menarik telinga ku tiba-tiba? Apa salah ku?”


“Kau dari tadi terus menatap nona Ruo Yi.”


“Memang apa salahnya? Dia berdiri di depan ku dan aku punya mata.”


“Hmph!” Xiang Lan mendengus lalu melepaskan telinga Xiang Shin.


“Lan’er, kau sungguh tega,” Xiang Shin mengelus telinganya yang terasa sedikit panas.


Yin Litian dan Li Yiren menahan agar tidak tertawa. Xiang Shin sepertinya hanya memiliki satu kelemahan yaitu putrinya.


“Jangan heran saudari Yu Ren, ini sudah biasa terjadi.” Xiang Shui berkata sebelum Yu Ren mengeluarkan pertanyaannya.


Pertarungan putaran berikutnya terus berlanjut, satu demi satu kelompok Xiang Shin mendapatkan giliran bertarung, mereka semua dapat memenangkan pertarungan tersebut hingga akhirnya berhasil masuk ke 50 besar.

__ADS_1


__ADS_2