Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.62 - Feng Lao


__ADS_3

“Hahahaha...!” Pria tua tertawa keras, “luar biasa, siapa sangka aku akan kalah dengan seorang pemuda dari dunia bawah ini.”


Dia tidak pernah berpikir akan mendapati situasi seperti ini. Selama hidupnya baru kali ini dia dikalahkan oleh seorang dengan kultivasi di bawahnya.


Orang-orang pasti tidak akan percaya dirinya dikalahkan oleh seorang bocah belaka.


Ekspresi dingin Xiang Shin kembali seperti semula, matanya juga kembali cerah, senyum tipis terlihat jelas di bibirnya.


“Jadi pak tua, siapa kau ini sebenarnya?” Xiang Shin cukup senang karena telah mendapatkan sebuah teknik baru.


Teknik ini Xiang Shin akan menyebutkan Teknik Pedang Pemutus Emosi. Itu karena saat ia menggunakan teknik ini, keinginan, hasrat serta apapun itu yang berkaitan dengan nafsu akan menghilang. Itu membuat insting Xiang Shin meningkat pesat hingga gerak dan refleks bisa dimaksimalkan bahkan ketingkat yang sulit dibayangkan.


Biasanya para kultivator membaca pergerakan lawan dari menatap mata lawan. Mata menunjukkan hasrat dan keinginan tertentu hingga mudah membaca pergerakan musuh dengan menatap matanya.


Namun karena emosi Xiang Shin terputus, lawan akan menjadi sulit membaca pergerakannya, auranya juga tidak akan bisa dirasakan kecuali untuk orang-orang dengan kultivasi jauh diatasnya.


Xiang Shin sadar pria tua itu memiliki kultivasi jauh diatasnya, hingga tidak mungkin ia bisa mengalahkannya jika menggunakan energi. Karena itulah ia tidak menggunakan energi sebab itu satu-satunya kesempatannya untuk menang.


Memang Xiang Shin tidak benar-benar bisa mengalahkan pria tua meskipun tidak menggunakan energi, namun karena pria tua itu menggunakan energi Qi untuk menangkis serangannya, secara otomatis pria tua itu telah dikalahkan.


“Kau bisa memanggil ku Feng Lao,” Feng Lao tersenyum sederhana, “di dunia rendah ini ternyata masih ada jenius seperti mu, bahkan kau sudah bisa di sandingkan dengan para jenius teratas.”


“Senior Feng Lao, aku Xiang Shin,” Xiang Shin menangkupkan tangannya, “jika boleh tau apa maksud senior Feng tadi? Dunia bawah?”


“Junior Xiang Shin, dunia ini sangat luas, Benua Chenwu ini mungkin besar di mata mu, tapi bagi ku, Benua Chenwu bahkan tidak bisa dibandingkan dengan sebutir pasir di padang gurun.”


Xiang Shin tertegun mendengar itu. Bahkan Benua Chenwu tidak bisa dibandingkan sebutir pasir di padang gurun? Seberapa luas sebenarnya pria tua ini pernah melihat dunia?


“Itu masih tidak menjawab pertanyaan ku, senior.”


“Haha ya, dunia bawah maksud ku adalah tempat kita berada sekarang ini hanya dunia rendah saja. Masih ada dunia yang lebih tinggi.”

__ADS_1


“Dunia yang lebih tinggi?” Xiang Shin memiliki semakin banyak pertanyaan di kepalanya.


“Tidak perlu memikirkan tentang dunia atas,” Feng Lao menggeleng pelan, “lebih dari itu, karena kau bisa mengalahkan ku, aku memiliki hadiah untuk mu.”


Feng Lao menunjuk Xiang Shin dengan telunjuk kanannya. Sesaat kemudian bola cahaya muncul di ujung telunjuknya kemudian ditembakkan.


Xiang Shin tidak bisa menghindari kecepatan bola cahaya itu yang seketika masuk kedalam kepalanya.


“Aaaarrrrggghhh!!” Xiang Shin berteriak keras saat merasakan sakit yang teramat sangat dari kepalanya.


Berbagai informasi mengenai pedang muncul di kepala Xiang Shin, namun ia tidak punya waktu untuk memikirkan dari mana informasi itu muncul karena kepalanya yang terasa mau meledak.


Sebuah tanda pedang bercahaya muncul diantara alis Xiang Shin. Tanpa pedang itu lenyap bersama rasa sakit yang ia rasakan.


Feng Lao menoleh kearah tertentu saat merasakan gelombang energi melesat kearahnya.


Dengan jari telunjuk yang mengeluarkan energi unik, gelombang energi biru itu hancur seketika.


Kedua gadis itu tidak lain adalah murid Xiang Shin, Qin Zhiyun dan Qin Qiaoyu. Mereka berdua masih belum sepenuhnya memulihkan energi Qi namun saat mendengar teriakan Xiang Shin, mereka bergegas mencari keberadaan guru mereka dan menemukan guru mereka sedang berteriak berguling-guling di tanah dengan seorang pria tua berdiri tenang tidak jauh darinya.


Mereka berdua tidak memiliki dugaan lain selain pria tua itu yang melakukannya jadi mereka langsung menyerang Feng Lao.


Sekarang mereka melihat Xiang Shin masih terkapar lepas dengan mata setengah terbuka.


Marah? Tentu saja mereka sangat marah. Mereka bahkan belum pernah merasa semarah ini sebelumnya. Emosi mereka tidak bisa dikendalikan hingga ledakan energi meluap keluar dari tubuh mereka berdua, membekukan area sampai ratusan meter.


“APA YANG KAU LAKUKAN PADA GURU KAMI?!” Qin Zhiyun berteriak marah.


Qin Qiaoyu sendiri masih diam hanya namun tatapannya begitu dingin seolah akan memakan Feng Lao kapan saja.


Keduanya tidak menyadari satu hal. Karena luapan emosi yang membuat energi mereka meledak tidak terkendali membekukan area ratusan meter, Xiang Shin yang masih berbaring tidak jauh di belakang mereka juga ikut membeku.

__ADS_1


Xiang Shin masih sadar, ia bisa melihat jelas kedatangan kedua muridnya namun ia tidak bisa bergerak maupun mengatakan apa-apa setelah yang dia alami. Dan sekarang ia telah membeku meskipun kesadarannya masih belum hilang.


Xiang Shin tidak tau harus terharu atau menangis karena kedua gadis itu.


Setidaknya jika kalian marah, jangan buat aku dalam masalah seperti ini. Itulah yang dipikirkan Xiang Shin di dalam es batu sebelum kesadarannya hilang.


Feng Lao sendiri melebarkan matanya melihat aura kedua gadis itu. Ia tidak terkejut dengan area yang membeku maupun kobaran aura keduanya, namun ia bisa merasakan jelas kedua gadis ini tidaklah biasa.


“Tubuh ilahi!” Feng Lao tidak pernah merasa begitu terkejut sampai sekarang ini, “benar-benar tubuh ilahi! Siapa sangka di dunia bawah ini tidak hanya menemukan bakat tertinggi tapi juga dua pemilik tubuh ilahi!”


Qin Zhiyun dan Qin Qiaoyu berniat menyerang namun tiba-tiba tubuh mereka terasa kaku tidak bisa digerakkan.


“Apa yang kau lakukan pada kami?!” Qin Zhiyun tidak tau apa yang terjadi namun yang pasti ini perbuatan pria tua di depannya.


Feng Lao menghela nafas, “kalian berdua memiliki tubuh ilahi, dan tubuh ilahi kalian adalah jenis yang sangat bermasalah.”


Qin Zhiyun dan Qin Qiaoyu terkejut hingga tidak bisa berkata-kata. Mereka berusaha menggerakkan tubuh mereka namun percuma saja.


“Tenanglah aku tidak memiliki niat buruk apapun pada kalian,” Feng Lao sama sekali tidak berencana menyakiti kedua gadis ini meskipun sudah tau mengenai tubuh ilahi mereka.


“Aku ingin bertanya, apakah junior Xiang Shin adalah guru kalian?”


“Memangnya kenapa?”


Qin Zhiyun dan Qin Qiaoyu masih tidak percaya pada Feng Lao.


“Apa kau menyayanginya?”


“Tentu saja kami bahkan lebih dari sekedar sayang pada guru kami!” Keduanya menjawab dengan tegas.


“Kalau begitu kalian harus meninggalkannya.”

__ADS_1


__ADS_2