
“Hahaha! Dengan berhasil mengendalikan boneka monster ini, aku memiliki penjaga kuat yang tidak bisa hancur bahkan energinya tidak bisa habis,” Xiang Shin tertawa puas.
“Tapi kekuatan boneka monster ini sepertinya bukan kekuatan aslinya. Mungkinkah kultivasi boneka monster ini bisa di tingkatkan?”
Tubuh boneka monster ini sangat keras, bahkan serangan kekuatan penuh Xiang Shin tidak meninggalkan goresan sedikitpun di tubuhnya. Sudah pasti bahan pembuatannya bukan berasal dari dunia ini. Jika boneka monster ini di buat oleh orang-orang dari dunia atas maka tidak mungkin kultivasinya berada ditingkat Martial Overlord tahap akhir.
Jadi kekuatan boneka monster ini sudah di atur sebelum di letakkan di Hutan Monster untuk menjaga herbal aneh itu. Artinya kultivasinya bisa di tingkatkan, tapi bagaimana caranya? Apakah dia bisa berkultivasi selayaknya kultivator?
“Akan aku pikirkan itu nanti, sekarang aku harus pergi dari Hutan Monster karena pasti akan ada banyak orang berdatangan karena pertarungan yang aku sebabkan,” Xiang Shin melayang turun, mendarat di tanah dengan nafas sedikit tidak beraturan.
Boneka monster juga turun, mendarat di depan Xiang Shin.
“Agar lebih mudah, akan aku beri kau nama Xuan,” Xiang Shin berpikir perlu memberinya nama agar tidak terlalu merepotkan menyebutnya boneka monster, “sekarang ambilkan aku herbal yang kau jaga sebelumnya!”
Xuan langsung terbang menuju tempat dimana herbal yang ia jaga berada, sementara Xiang Shin duduk bersila mengonsumsi Eliksir untuk memulihkan energi dan luka-lukanya.
Beberapa menit kemudian Xuan kembali dengan membawa pohon warna abu-abu setinggi setengah meter yang memiliki 2 buah sebesar kelereng, bentuknya sama seperti buah herbal aneh yang Xiang Shin miliki.
Xuan menggunakan energi Qi untuk membawa pohon itu, membuat pohonnya melayang di sampingnya. Lengan Xuan berbentuk bilah pedang, tidak memiliki jari jadi tidak ada cara lain membawa sesuatu kecuali dengan menggunakan energi Qi.
Xuan mendarat di depan Xiang Shin yang baru saja membuka matanya. Pandangan Xiang Shin langsung tertuju pada pohon yang melayang di samping Xuan.
Semua bagian pohon itu mengeluarkan aura energi ruang yang sangat pekat, terutama 2 buahnya yang mengeluarkan aura lebih kuat.
“Bagus Xuan, kau menjalankan tugas pertama mu dengan baik,” Xiang Shin memasukkan pohon herbal tersebut ke dalam dimensi penyimpanannya.
“Xuan, kita harus keluar dari Hutan Monster. Karena pertarungan kita sebelumnya pasti akan ada banyak kultivator yang datang. Akan sangat merepotkan jika mereka menemukan kita!”
Xuan melayang beberapa meter di udara, Xiang Shin melompat berpegang di kaki Xuan kemudian sang boneka monster melesat cepat keluar dari Hutan Monster.
“Xuan, gunakan kecepatan penuh mu!” Xiang Shin tidak ingin membuang waktu.
Xuan pun menggunakan kecepatan penuhnya, hingga ia tiba di luar Hutan Monster hanya dalam waktu setengah jam saja.
__ADS_1
***
Singa Bulan yang masih menunggu di luar Hutan Monster bersama Huo Cai’er, tiba-tiba berdiri, melihat ke arah tertentu sambil menggeram.
“Apakah manusia itu telah kalah?” Singa Bulan membocorkan auranya, “bajingan itu tidak mungkin meninggalkan wilayahnya dan pergi sampai keluar dari wilayah pusat Hutan Monster. Apa yang sebenarnya terjadi?”
Tidak berselang lama, Singa Bulan melihat Xuan sang boneka monster yang melesat dengan kecepatan tinggi. Ia mengerutkan keningnya saat melihat Xiang Shin bergelantungan di kaki Xuan.
Tidak sampai 1 menit, Xuan sudah Tian, Xiang Shin melompat turun, mendarat tidak jauh dari Singa Bulan dan Huo Cai’er.
“Kau tidak apa-apa, Xiang Shin?” Huo Cai’er menghampiri Xiang Shin.
Gadis itu melihat tubuh Xiang Shin masih penuh luka, pakainya sobek di banyak bagian. Memang luka Xiang Shin belum pulih, ia juga belum mengganti pakaiannya.
Xiang Shin menaikkan alisnya, tidak biasanya Huo Cai’er memberikan kesan peduli terhadap dirinya. Sebelum Xiang Shin menjawab, ia merasakan aura kuat dikeluarkan Singa Bulan.
Xiang Shin melihat tubuh Singa Bulan mulai membesar.
“Tunggu dulu Singa Bulan! Dia bukanlah musuh, sekarang dia sudah menjadi bawahan ku.”
“Apa maksud mu?”
“Dia sebenarnya bukan Spirit Beast atau makhluk hidup jenis apapun. Dia adalah sebuah boneka dan aku berhasil mengendalikannya sekarang.”
“Apa boneka?” Singa Bulan melihat Xuan yang masih melayang di udara.
“Aku tidak perlu menjelaskan lebih lanjut, sekarang kita harus pergi dari sini sebelum para kultivator lain datang!” Xiang Shin melompat naik ke punggung Singa Bulan yang sudah sebesar gajah dewasa, “Cai’er, kau juga naik, kita harus segera pergi.”
Huo Cai’er mengangguk kemudian naik di posisi paling depan.
“Ya kita memang harus pergi lalu apa maksudnya kalian menunggangi ku?” Singa Bulan tidak suka di tunggangi seperti hewan peliharaan seperti ini, “kau memiliki boneka itu sekarang, kenapa kau tidak terbang bersamanya seperti yang kau lakukan tadi?”
“Sudahlah, lebih kau sekarang terbang atau aku akan memerintahkan Xuan untuk memotong leher mu.”
__ADS_1
Tanpa Singa Bulan sadari, Xuan ternyata sudah menempelkan salah satu lengannya di lehernya, bersiap untuk memotongnya.
Xiang Shin tidak ingin banyak berdebat dalam situasi ini, ia juga merasa menunggangi Singa Bulan akan terasa lebih nyaman dari pada harus bergelantungan di kaki Xuan.
“Baiklah-baiklah tidak perlu memberikan ancaman seperti ini!” Singa Bulan langsung terbang dengan kecepatan tinggi meninggalkan Hutan Monster.
Xiang Shin meminum Eliksir untuk memulihkan luka-lukanya. Sementara Singa Bulan terus waspada pada Xuan yang terbang tidak jauh di sampingnya.
Singa Bulan masih mengingat bagaimana ia di kalahkan dengan begitu mudahnya dulu. Jika bukan karena ia terlempar sampai keluar wilayah yang di jaga Xuan maka ia pasti sudah tewas.
***
Sekte Racun Selatan.
Di sebuah ruangan yang berada jauh di bawah tanah Sekte Racun Selatan, terlihat sebuah kristal ungu sebesar gajah dewasa yang mengeluarkan aura ungu pekat.
Aura itu membentuk siluet ular yang melilit kristal tersebut. Aura itu adalah perwujudan dari jiwa yang berada di dalam kristal itu.
“HAHAHAHA....!!”
Siluet ular itu tiba-tiba mengeluarkan suara tawa yang menggelegar sampai membuat kerikil langit-langit ruangan berjatuhan.
Siluet ular terus tertawa bahkan setelah 10 menit suara tawanya justru semakin keras.
Tidak berselang lama, beberapa orang memasuki ruangan, mereka adalah 3 Tetua Sekte Racun Selatan.
“Tuan Orochi, apa yang terjadi?” Ketiganya langsung berlutut.
“Dimensi Demonic Beast telah terbuka kembali. Entah siapa yang membukanya tapi dengan ini aku bisa memulihkan kekuatan ku lebih cepat,” siluet ular yang merupakan perwujudan Dewa Orochi itu kembali tertawa.
“Apakah yang anda katakan benar, Tuan Orochi?” tanya salah satu Tetua.
“Kau meragukan ku?” suara Orochi seolah memberikan ancaman tersirat yang membuat ketiga Tetua berkeringat dingin.
__ADS_1
“Kami tidak berani Tuan Orochi,” ketiganya bersujud untuk memohon ampun.
“Segera siapkan pasukan untuk menyambut para Demonic Beast!”