
Pertarungan Yang Yin melawan Teng En berlangsung sengit. Para peserta lain yang menonton bahkan merasa antusias melihat pertarungan mereka. Terlebih Yang Yin terlihat mengeluarkan cukup banyak usaha melawan Teng En, meskipun Teng En masih belum mampu memaksa Yang Yin melakukan penyatuan dengan Jiwa Bela Dirinya.
“Aku pikir kau bisa mengeluarkan lebih, ternyata hanya sampai di sini batasan mu.” Yang Yin sudah merasa bosan bertarung melawan Teng En yang sudah mengeluarkan seluruh kemampuan yang dimilikinya.
Yang Yin mengeluarkan pedangnya. Seolah berteleportasi, ia seketika muncul di samping Teng En. Satu tebasan pedang Yang Yin memotong lengan kiri Teng En.
Sebelum Teng En berteriak kesakitan, sebuah tendangan menghantam wajahnya hingga ia menghantam tanah.
“Apakah sudah cukup?” Yang Yin berdiri di samping Teng En dengan pedang yang di arahkan ke depan wajahnya.
“Aku.. menyerah.” Teng En pada akhirnya menyerah karena ia memang tidak memiliki kesempatan lagi.
Yang Yin pun di umumkan sebagai pemenang dan mendapatkan semua token peserta yang Teng En miliki.
“Membosankan!” Yang Yin terbang menuju tempat duduknya.
***
Tidak hanya Yin Litian yang berhasil lolos ke babak berikutnya namun juga Xiang Shin dan Xiang Shui.
Sama seperti Yang Yin, Xiang Shin melakukan pertarungan dengan cepat, ia menggunakan kemampuan yang paling efektif untuk melawan musuh tanpa berniat menyembunyikan kemampuan miliknya.
Tidak hanya penampilan Xiang Shin yang memukau namun juga penampilan Xiang Shui. Mereka berdua kini di kenal sebagai Dua Bersaudara tak terkalahkan.
Ya, orang-orang berpikir kalau Xiang Shin dan Xiang Shui adalah saudara karena wajah mereka sangat mirip. Sama sekali tidak ada yang berpikir kalau mereka berdua adalah salah dan anak karena kultivasi mereka yang sama.
__ADS_1
Xiang Lan juga berhasil lolos. Penampilannya menarik banyak perhatian terutama para pria yang tertarik dengan kekuatan dan kecantikannya.
Banyak pria yang menjadi lawan Xiang Lan mengajaknya untuk berkencan jika bisa menang melawannya namun mereka semua di hajar oleh gadis itu. Hal yang sama terjadi pada Li Yiren.
Kini masing-masing dari kelima arena sudah mendapatkan 20 peserta hingga sekarang hanya 100 peserta saja yang tersisa.
Babak berikutnya akan di mulai 2 hari lagi, para peserta di berikan waktu untuk istirahat dan memulihkan diri setelah melakukan banyak pertarungan.
Kelompok Xiang Shin kini sedang dalam perjalanan kembali ke penginapan.
“Baguslah, kita semua berhasil maju ke babak berikutnya.”
“Saudara Shin, jika kita bertemu di arena nanti, meskipun aku tau tidak mungkin bisa menang melawan mu tapi aku akan mengeluarkan seluruh kemampuan ku untuk menghadapi mu.” Yin Litian berharap bisa bertemu dengan Xiang Shin di arena.
“Ya, aku menantikan pertarungan kita.” Xiang Shin mengangguk pelan.
Setidaknya di penginapan, mereka masuk ke kamar masing-masing. Xiang Shin merebahkan dirinya di ranjang.
“Hah.. akan lebih menyenangkan jika ada Evrilia atau Xiao Ling yang menemani ku.” Xiang Shin merindukan istri-istrinya.
Xiang Shin mengeluarkan 3 kristal yang memancarkan cahaya.
“Setidaknya mereka bertiga baik-baik saja.” Xiang Shin menghela nafas lega.
Ketiga kristal itu merupakan kristal kehidupan Huo Cai’er, Yun Yihua dan Luo Xian Lin. Ketiga kristal itu masih menyala artinya mereka bertiga masih hidup.
__ADS_1
***
“Yang Yin, kau sama sekali tidak pernah belajar. Selalu dan selalu menjadi pengganggu, seperti serangga yang selalu muncul di mana pun aku berada.”
Sosok pria tampan dengan rambut panjang memiliki 20 sayap putih di punggungnya, berdiri di hadapan sosok Yang Yin yang berlutut dengan luka parah.
“Apa sebenarnya kau ini? Bagaimana kau bisa selalu muncul di setiap kehidupan ku?”
Sosok pria itu menciptakan pedang cahaya, mengarahkannya ke depan wajah Yang Yin.
“Kau.. kau yang selalu mengganggu ku, kau yang selalu mengacaukan tujuan ku, kau yang selalu saja muncul di setiap kehidupan ku. Kau.. kenapa aku tidak bisa menang melawan mu.. kenapa kau selalu saja berada di atas ku..” Yang Yin menatap tajam sosok pria yang menatapnya dengan datar.
“Kau akan ku bunuh!” Yang Yin berniat menyerang pria itu namun seketika ia melihat dunia berputar.
Ia menyadari jika kepalanya baru saja terpenggal.
Saat itulah Yang Yin melihat dirinya berada dalam sebuah kamar. Nafasnya tidak beraturan.
Yang Yin bangun, duduk di tepi ranjang sambil memegang wajahnya dengan sebelah tangan.
“Sial! Aku sama sekali tidak bisa menghilangkan mimpi buruk ini!”
Mata Yang Yin melotot, ekspresinya benar-benar buruk.
“Xiang Shin, setelah 9 kehidupan, kali ini akulah yang akan membunuh mu!”
__ADS_1