Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.635 - Mengadu Domba


__ADS_3

Para Falak terhenti saat melihat Patriak mereka justru melarikan diri meninggalkan mereka. Tidak di sangka Patriak mereka akan menjadi begitu pengecut dan hanya peduli pada dirinya sendiri.


“Wah wah.. kalian sepertinya tidak menyangka kalau Patriak kalian itu pengecut ya.” Zhang Chun tersenyum mengejek. “Sekarang Patriak kalian sudah pergi artinya tidak ada yang bisa menandingi ku, lalu apa yang akan kalian lakukan berikutnya?”


Zhang Chun adalah Divine Beast ranah Dewa Sejati tingkat 7. Bahkan jika dia sendiri yang melawan mereka, para Falak itu tidak yakin bisa menang tanpa adanya Fal Sha.


Semua Falak itu tidak ada yang menjawab pertanyaan Zhang Chun. Mereka hanya diam dalam sikap waspada.


“Kalian sudah di pastikan mati jika menghadapi kami, jadi aku akan beri kalian satu tawaran.” Xiao-Xiao memikirkan sebuah ide.


Para Falak masih tidak ada yang bersuara tapi mereka terlihat ingin mendengar tawaran dari Xiao-Xiao.


“Sebenarnya seluruh area kediaman kalian sudah terisolasi oleh penghalang khusus, Patriak kalian tidak akan bisa melarikan diri. Jadi siapa pun yang bisa membunuh Fal Sha akan di biarkan untuk hidup.” Lanjut Xiao-Xiao.


Zhang Ziyi tersenyum tipis, paham apa yang di rencanakan Xiao-Xiao.


“Fal Sha sudah mengkhianati kalian jadi untuk apa kalian masih menaruh kesetiaan padanya. Lagi pula bukankah pengkhianat sudah seharusnya mati? Aku tidak akan memaksa kalian untuk menyetujui tawaran ku, tapi setelahnya kalian harusnya tau akhir yang akan kalian dapatkan.” Xiao-Xiao mengeluarkan aura membunuhnya sebagai tanda jika dirinya siap menghabisi mereka.


Semua Falak menatap ke arah Fal Wu yang paling senior di antara para mereka.


“Baiklah, kami akan mencari dan membunuh pengkhianat itu!” Fal Wu langsung memimpin pasukan mencari keberadaan Fal Sha.

__ADS_1


“Saudari Xiao-Xiao, apa kau benar-benar akan melepaskan siapa saja yang membunuh Fal Sha?” Zhang Chi bertanya.


“Tentu saja tidak, untuk apa melepaskan mereka?” Xiao-Xiao mengangkat bahunya. “Aku pikir akan menarik melihat mereka saling membunuh antar sesama ras. Jika pun Fal Sha berhasil di bunuh, kita tetap akan membunuh mereka semua. Siapa suruh mereka percaya pada musuh.”


***


Fal Sha kini menyadari ada dinding tidak terlihat yang menutupi seluruh area kediaman ras Falak. Artinya tidak ada jalan untuknya melarikan diri.


Sebelumnya dia sudah pergi meninggalkan para bawahannya sebagai umpan agar dirinya bisa melarikan diri. Sekarang para bawahannya sudah pasti tidak akan percaya lagi pada dirinya.


Lalu apa yang harus dia lakukan berikutnya? Apakah dia harus menjadi orang bermuka tebal yang tidak tau malu kemudian kembali menemui para bawahannya?


Fal Sha sudah berusaha menghancurkan kubus ruang namun ia sama sekali tidak bisa melakukannya.


“Bocah manusia! Kau pasti yang membuang penghalang ini kan? Biarkan aku keluar sekarang juga!” Fal Sha berkata dengan nada tinggi.


“Apakah begitu caranya meminta pertolongan? Tapi yah, meskipun kau sopan sekali pun, aku tidak berminat menolong pak tua seperti mu. Dari pada mengganggu waktu santai ku, lebih baik kau urus dulu orang-orang mu yang datang itu.” Xiang Zhu sama sekali tidak mengalihkan pandangan dari langit.


Fal Sha berbalik, melihat para bawahannya yang melesat terbang ke arahnya.


“Cih.” Fal Sha berdecak kesal. “Bagaimana mereka bisa terbang kemari? Bukankah seharusnya mereka akan bertarung melawan Hydra?”

__ADS_1


Fal Sha terkejut saat melihat beberapa dari para bawahannya itu malah melancarkan serangan. Ia bisa dengan mudah menghindari semua serangan tersebut.


“Kenapa mereka menyerang ku begitu saja?”


Meskipun Fal Sha tau dirinya salah karena telah meninggalkan mereka, tapi ia tau para bawahannya tidak mungkin akan begitu berani menyerangnya seperti itu.


Sesaat kemudian, serangan-serangan lainnya datang.


“Fal Sha! Kau pengkhianat! Jadi sekarang terima kematian mu!” Fal Wu berteriak sambil berubah ke wujud Ular Falak, diikuti oleh semua Falak lainnya.


Dalam wujud Falak, ukuran mereka tidak jauh berbeda dengan Uroboros, tapi mereka memiliki sisik merah kehitaman.


“Kalian berani menyerang ku! Apa kalian sudah lupa aku Patriak kalian?!” Fal Sha masih ragu untuk menyerang balik.


“Tidak usah berlagak menjadi pemimpin kami lagi! Kau sama sekali tidak pantas!’” Fal Wu menyemburkan nafas api merah kehitaman.


Fal Sha cukup mudah menghindari serangan tersebut hingga semburan api menghantam dinding ruang.


“Musuh kita adalah para Hydra!” Fal Sha masih tidak melawan.


Pada akhirnya ia terkena semburan api dari Falak lainnya. Ia terdorong sampai menghantam tanah.

__ADS_1


Tapi terlihat Fal Sha masih tidak mendapatkan luka, menunjukkan ketahanan tubuhnya yang luar biasa.


“Baiklah, kalian yang memaksa!” Fal Sha pun berubah ke wujud Beastnya.


__ADS_2