Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.236 - Pertemuan


__ADS_3

“Hm, membuang-buang waktu ku saja!” Luo Qi Hai mendengus pelan kemudian kembali naik ke dek kapal angkasa.


“Patriak, anda seharusnya tidak turun tangan hanya untuk berurusan dengan para semut rendahan itu,” Tetua Gu menangkupkan tangannya, “lain kali jika ada semut yang berani menghadang jalan kita, biar aku yang menghancurkannya.”


Luo Qi Hai sama sekali tidak menjawab, menunjukkan jika ia memang setuju dengan perkataan Tetua Gu.


“Bergerak dengan kecepatan penuh!”


Aliran energi seketika menyelimuti kapal angkasa, kemudian kapal angkasa bergerak terbang dengan kecepatan yang sangat tidak terbayangkan.


“Ada susunan formasi yang yang melindungi Planet Yun. Planet kecil ini ternyata memiliki formasi raksasa seperti ini,” Tetua Gu berjalan sedikit ke depan, “tapi tetap saja ini hanya sekedar formasi rendahan. Patriak, biarkan aku yang mengurusnya!”


Tetua Gu mengangkat tangan kanannya, menciptakan kobaran api yang memadat membentuk pedang besar. Api terus membesar dan terus memadat hingga pada titik tertentu, Tetua Gu melesatkan pedang api tersebut.


Pedang Api menghantam susunan formasi pertahanan Planet Yun sampai hancur begitu saja. Pedang api terus melesat, jatuh ke salah satu benua.


*BOOOMMM!!


Salah satu Benua di Planet Yun seketika hancur terkena serangan tersebut. Entah berapa nyawa yang hilang di dalam satu benua itu namun hal tersebut sama sekali tidak menjadi beban untuk Tetua Gu.


Baginya yang seorang kultivator tingkat Immortal Emperor tahap menengah, membunuh berapa pun semut sama sekali tidak ada artinya.


“Tetua Gu, kau terlalu berlebihan, bagaimana jika kau tadi menghancurkan planet Yun,” meskipun berkata demikian, Tetua Tsu justru tersenyum tipis.


“Hahaha, aku sepertinya terlalu berlebihan menilai formasi pertahanan planet ini. Hanya sedikit kekuatan ku saja sudah bisa menghancurkannya,” Tetua Gu tertawa, meskipun nyatanya ia memang sengaja melakukan hal tersebut.


***


Xiang Shin terbang menghampiri Luo Xian Lin yang terlihat duduk di atas atap sebuah bangunan.

__ADS_1


“Kenapa kau melamun?” Xiang Shin mendarat di samping Luo Xian Lin.


Luo Xian Lin melirik Xiang Shin sekilas sebelum kembali menatap langit malam.


“Kenapa kau menemui ku? Bukankah seharusnya kau bersenang-senang dengan istri mu itu saat malam seperti ini.”


“Lalu kenapa kita tidak bersenang-senang seperti apa yang kau maksud?” Xiang Shin tersenyum penuh makna.


Luo Xian Lin tertegun sejenak menyadari apa yang di maksud Xiang Shin.


“Aku bukanlah istri mu!”


“Oh, apakah itu artinya kau tidak mau menjadi istri ku?”


Luo Xian Lin tidak langsung menjawab, “apakah kau masih perlu bertanya?”


Luo Xian Lin ragu-ragu sejenak sebelum mulai menjawab.


“Aku...”


*DUUURRRR!!!


Sebelum Luo Xian Lin menjawab, getaran kuat terjadi mengejutkan mereka, gempa berkekuatan yang sangat tinggi membuat beberapa bangunan dan bahkan jalanan sampai retak.


Semua orang yang sedang tidur ataupun berkultivasi segera terbangun, dan keluar dari kamar.


Luo Xian Lin sendiri langsung berdiri, ia melihat wajah Xiang Shin yang memasang ekspresi buruk seolah ada bencana yang akan datang.


“Apa itu tadi, Xiang Shin?”

__ADS_1


“Formasi pertahanan Planet Yun telah di hancurkan, serangan itu sangat kuat hingga formasi pertahanan yang aku buat bisa langsung hancur begitu saja. Setidaknya itu adalah kultivator tingkat Immortal King paling rendah,” Xiang Shin memperkirakan serangan yang menembus formasi pertahanannya itu menghantam Planet Yun hingga menyebabkan gempa sebesar tadi.


“Memangnya siapa...” Luo Xian Lin terdiam saat melihat sebuah kapal besar tiba-tiba sudah berada beberapa kilometer di atas kediaman Keluarga Yun.


Matanya melebar mengenali lambang di kapal tersebut.


“Apa-apaan ini? Ada banyak kultivator tingkat Immortal King di dalam kapal itu, bahkan ada juga yang tidak bisa aku rasakan tingkat kultivasinya. Siapa mereka? Seharusnya aku tidak pernah menyinggung kekuatan sebesar ini,” Xiang Shin bersiap siaga.


Jika saja orang-orang ini datang sebagai musuh maka ia tidak akan bisa melakukan banyak hal untuk melawan.


Tidak lama kemudian, beberapa orang melompat turun dari kapal tersebut. Tubuh Luo Xian Lin gemetar melihat orang-orang itu, ia sangat mengenali mereka, terutama pria paruh baya yang berada di paling depan, dia adalah Luo Qi Hai, ayahnya sendiri.


“Siapa kalian?” Xiang Shin menatap tajam Luo Qi Hai.


“Lin’er, akhirnya aku menemukan mu,” Luo Qi Hai mendarat tidak jauh di depan Luo Xian Lin sambil tersenyum hangat.


“Dia mengabaikan ku,” Xiang Shin bergumam kesal dalam hati.


“A-ayah.”


“Apa? Ayah!” Xiang Shin terkejut, “Lin’er, apa dia benar-benar...”


Xiang Shin menghentikan kata-katanya karena sebuah pancaran energi api melesat melewati pipinya, memberikan goresan hingga darahnya menetes.


“Sangat cepat, aku bahkan tidak bisa merasakan dia melakukan serangan!” Xiang Shin melirik ke arah Luo Qi Hai yang baru saja mengeluarkan serangan dari jari telunjuknya.


“Siapa kau berani memanggil putri ku dengan panggilan seperti itu?” Luo Qi Hai menatap dingin Xiang Shin.


“Ayah, hentikan! Jangan menyerangnya!”

__ADS_1


__ADS_2