
Mengetahui jumlah Pil Kebangkitan Dewa ada 22, para peserta menjadi semakin antusias.
“Untuk para peserta yang kehilangan token peserta mereka makan secara otomatis akan tereliminasi. Dan yang masih memiliki token peserta mereka akan otomatis melaju ke babak berikutnya.”
Para peserta mulai berdiskusi. Jika mereka mengetahui cukup hanya dengan mempertahankan token peserta maka mereka bisa lolos ke babak berikutnya maka mereka tidak akan mengambil resiko untuk merebut token peserta milik orang lain.
Sepertinya Sekte Kuil Surga hanya mempermainkan psikologis para peserta, membuat mereka berpikir mendapatkan token peserta lain untuk melaju ke babak berikutnya agar mereka tidak perlu repot-repot mengurangi jumlah peserta.
“Tentu saja bagi kalian yang sudah terlanjur mengambil token peserta lain, kalian bisa menyimpan token tersebut karena itu akan memiliki fungsi tersendiri nanti. Selain itu, untuk satu peserta yang memiliki token paling banyak tidak perlu mengikuti babak kedua dan akan langsung melaju ke babak ketiga.”
“Siapa kira-kira yang mendapatkan token peserta paling banyak?” Yin Litian bertanya-tanya.
“Yang pasti bukan salah satu dari kita,” jawab Xiang Shin.
Mereka hanya berburu token peserta selama 1 bulan saja dan mendapatkan 40 token dalam jumlah keseluruhan. Dengan jumlah seperti itu, Xiang Shin yakin bukan salah satu dari mereka yang akan mendapat peringkat pertama.
__ADS_1
“Peserta yang mendapat token paling banyak adalah seorang jenius dari Istana Dewa Es yang merupakan salah satu kekuatan besar di Dimensi Manusia, Yang Yin yang berhasil memperoleh 2371 token!” Tetua Gong Lang memanggil nama yang membuat Xiang Shin mengepalkan tangannya.
“Jadi ternyata dia, dia benar-benar bersemangat merampas barang milik orang lain hingga memiliki ribuan token,” Xiang Shin bergumam pelan dengan suara yang di tekan.
Sosok Yang Yin pun terbang, mendarat di lantai melayang tepat di depan 3 Tetua Sekte Kuil Surga.
“Salam Tetua yang terhormat!” Yang Yin menangkupkan tangannya dengan penuh hormat.
“Junior Yang Yin, aku mendengar cukup banyak tentang mu dari Tetua Bing Du.” Tetua Gong Lang menepuk bahu Yang Yin. “Kau adalah jenius tertinggi dalam sejarah Istana Dewa Es, kau pasti bisa menjadi kultivator kuat yang akan melindungi Dimensi Manusia nanti!”
Hampir semua wanita di sana menatap Yang Yin dengan kagum, banyak yang berpikir untuk mendekatinya. Sementara para pria menatapnya dengan iri.
Yang Yin menatap para peserta dengan senyum ramah. Senyum itu terlihat asli meskipun nyatanya itu palsu. Di balik senyuman itu, Yang Yin menganggap para peserta di bawahnya itu adalah sampah yang hanya menjadi batu loncatannya.
Hingga pandangan Yang Yin terhenti saat menatap sosok yang ia kenal. Siapa lagi kalau bukan Xiang Shin. Yang Yin ingin sekali memasang senyum merendahkan namun ia harus menjaga citranya di depan semua orang.
__ADS_1
Ia sedikit mengerutkan keningnya melihat ada satu sosok lain yang mirip Xiang Shin. Sejenak ia bingung namun ia kini paham. Orang yang ia hajar sebelumnya pasti bukan Xiang Shin melainkan hanya seseorang yang mirip Xiang Shin.
“Baiklah, untuk babak kedua turnamen adalah Dimensi Laut Mati.” Tetua Gong Lang mulai menjelaskan tentang turnamen babak kedua.
Dimensi Laut Mati merupakan sebuah dimensi tertutup yang luas. Seluruh areanya merupakan lautan. Tantangan dalam turnamen ini adalah para peserta harus bisa mencapai ujung dimensi dan mengambil sebuah tiket untuk melaju ke babak ketiga.
Tidak ada batas waktu untuk mencapai ujung dimensi namun jumlah tiket babak ketiga itu terbatas. Hanya berjumlah 1 juta saja, jadi hanya akan ada 1 juta peserta yang melaju ke babak berikutnya.
Para peserta tentunya sangat terkejut. Mereka semua saat ini berjumlah miliaran dan hanya 1 juta yang akan melaju ke babak berikutnya. Jadi mereka harus sebisa mungkin mencapai ujung Dimensi Laut Mati agar bisa mendapatkan tiket.
Bukan hanya itu yang menjadi tantangan para peserta. Akan ada banyak Spirit Beast di Laut Mati, cuaca di Laut Mati juga sangat buruk, hukum dunia di sana kacau jadi kadang akan ada badai besar, kabut ilusi, tribulansi ruang dan berbagai macam bencana lainnya.
“Baiklah, itu saja aturan dan detail turnamen babak kedua. Semua peserta bersiaplah, aku akan mengirim kalian ke Dimensi Laut Mati!” Tetua Gong Lang membuat segel tangan.
Seketika area tempat mereka berdiri mengeluarkan cahaya dari ukiran-ukiran formasi. Beberapa saat kemudian, mereka semua menghilang di tempat.
__ADS_1
Mereka semua kini berdiri di atas lantai melayang berdasarkan kelompok masing-masing. Masing-masing kelompok berjauhan dengan kelompok lainnya.