
*BAAMM!
Qin Qiaoyu mendaratkan tendangan pada dada Su Chi, membuat wanita itu terpental menghantam dinding formasi pembatas arena.
Su Chi sudah mendapatkan banyak sekali luka, terlihat banyak noda darah di pakaiannya serta di sudut bibirnya.
Setelah 2 hari bertarung tanpa henti, Qin Qiaoyu bisa membalikkan keadaan dari yang awalnya ia tidak bisa melakukan apa-apa, kini bisa mendesak lawannya.
Jika bukan karena Su Chi yang mengeluarkan serangan skala besar secara terus-menerus, berharap bisa melukai Qin Qiaoyu dengan serangan terkuatnya, pertarungan mereka mungkin masih akan semakin sengit sekarang.
Saat Su Chi baru saja menghantam dinding formasi pembatas arena, Qin Qiaoyu sudah berada di hadapannya. Gadis itu menebas leher Su Chi, namun hanya membuat tenggorokannya terpotong, tidak sampai benar-benar memotong lehernya.
Qin Qiaoyu tidak ingin membunuh Su Chi begitu saja, ia ingin membuat wanita itu mengalami penderitaan sebelum membunuhnya. Jadi Qin Qiaoyu memotong tenggorokannya agar dia tidak bisa berbicara.
*BAM! BAM! BAM!
Qin Qiaoyu terus menerus memukul wajah Su Chi tanpa henti. Hidung wanita itu patah, tulang tengkoraknya retak.
“Ini untuk semua anggota Istana Dewi Salju!”
*BAM!
“Ini untuk semua teman-teman ku yang terbunuh karena mu!”
*BAM!
“Ini untuk para senior yang mengorbankan diri demi menyelamatkan ku!”
*BAM!
__ADS_1
Qin Qiaoyu hanya bisa meneriakkan kata-katanya di dalam hati sambil terus menghantamkan pukulan tanpa henti pada tubuh Su Chi sang mantan senior yang ia hormati.
Tiba-tiba seseorang memegang lengan Qin Qiaoyu, menghentikannya memukul Su Chi.
Qin Qiaoyu tertegun sejenak, ia melihat orang itu ternyata adalah Tetua Gong Lang.
“Kenapa kau menghentikan ku, Tetua? Dia masih belum menyerah.”
“Memang benar tapi dia sudah tidak sadarkan diri.” Tetua Gong Lang menggunakan energinya agar Su Chi tidak jatuh.
Qin Qiaoyu terdiam, ia baru menyadari jika Su Chi telah pingsan. Ia terlalu terbawa suasana sampai tidak menyadari hal tersebut.
Qin Qiaoyu pun di umumkan sebagai pemenangnya. Gadis itu kembali ke tempat duduknya setelah mendapat token peserta milik Su Chi.
“Bagus, kau tidak sampai hilang kendali, Yu’er.” Xiang Shin memuji muridnya itu.
Xiang Shui menjadi yang berikutnya bertarung di kelompok Xiang Shin setelah Qin Qiaoyu.
Xiang Shui bertarung cukup sengit dengan lawannya. Tapi ia dapat mengalahkan lawannya, bahkan tanpa menggunakan Transportasi Malaikat.
Sementara Yin Litian, dia beruntung mendapatkan lawan yang cukup mudah dia kalahkan.
Setelah 24 putaran berlalu, akhirnya kini giliran Xiang Shin yang bertarung, dia berada di posisi paling akhir membuatnya menjadi kesal.
Xiang Shin tidak menahan diri untuk menunjukkan kekuatannya. Namun ia hanya menggunakan teknik-teknik yang sudah di ketahui oleh Yang Yin.
Xiang Shin masih waspada terhadap Yang Yin jadi ia menggunakan teknik yang biasa karena menyimpan kartu andalannya untuk nanti di pertarungan melawan Yang Yin.
Kini tersisa 25 peserta, angka dengan jumlah ganjil jadi nanti akan ada 1 peserta terakhir yang lolos ke putaran berikutnya tanpa melakukan pertarungan.
__ADS_1
Di kelompok Xiang Shin, yang tereliminasi hanya Li Yiren saja. Xiang Shin, Xiang Shui, Xiang Lan, Qin Qiaoyu dan Yin Litian berhasil masuk ke-25 besar.
“Peserta nomor 5 dan nomor 700!” Tetua Gong Lang menyebut nomor peserta yang akan bertarung di putaran pertama 25 besar.
Xiang Shin menaikkan alisnya mendengar nomor peserta yang akan dia lawan. Ia menoleh ke samping di mana Qin Qiaoyu duduk.
Ya, Qin Qiaoyu adalah pemilik nomor peserta 700.
“Sepertinya kita harus menjadi lawan untuk kali ini, Yu’er.”
Qin Qiaoyu tersenyum manis kemudian mengatakan dengan keras..
“Aku menyerah!”
Qin Qiaoyu langsung menyerah bahkan sebelum ia berada di atas arena.
“Yu’er, apa yang kau katakan! Bagaimana bisa kau langsung menyerah!”
“Aku tidak ingin bersaing dengan mu guru,” Qin Qiaoyu menggeleng pelan. “lagi pula aku sudah pasti akan kalah jika kita bertarung jadi kita tidak perlu membuang waktu.”
Qin Qiaoyu tidak ingin bertarung dengan gurunya. Ia lebih baik menyerah dari pada bertarung.
“Karena peserta nomor 700 menyerah maka peserta nomor 5 menjadi pemenangnya!” Tetua Gong Lang langsung mengumumkan kemenangan Xiang Shin.
Xiang Shin hanya bisa menghela nafas. Ia sama sekali tidak senang dengan kemenangannya kali ini.
“Maaf guru, aku benar-benar tidak ingin bertarung melawan mu.” Qin Qiaoyu merasa tidak enak melihat wajah kecewa Xiang Shin.
“Tidak perlu merasa bersalah Yu’er,” Xiang Shin menggeleng pelan.
__ADS_1