Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.75 - Dimensi Pedang III


__ADS_3

Satu serangan energi pedang membuat Xiang Shin terjatuh. Pemuda itu segera bangkit lalu memasang kuda-kuda siap.


“Bagaimana dia bisa mengeluarkan energi pedang di tempat ini? Bukankah seharusnya di Dimensi Pedang tidak bisa mengeluarkan energi apapun?” Xiang Shin mengerutkan keningnya, “apakah niat pedang bisa menjadi energi seperti itu?”


“Ada apa? Kau sudah menyerah hanya dengan sekali serangan seperti itu?” Yi Bei mengacungkan pedangnya.


“Jangan meremehkan ku!”


Teknik Pedang Pemutus Emosi!


Beberapa pedang Xiang Shin melesat bagaikan roket menyerang Yi Bei, bersamaan dengan ia juga ikut menyerang. Dengan santai sang jiwa pedang itu menangkis semua pedang tanpa bergeser sedikitpun dari posisinya.


Xiang Shin sudah tiba di depan Yi Bei, melancarkan serangan dengan semua pedangnya yang mengincar Yi Bei dari berbagai arah.


“Lumayan,” Yi Bei tersenyum tipis.


Yi Bei berjongkok membuat Xiang Shin hanya menebas udara. Dalam posisi ini Yi Bei mendapatkan kesempatan menendang Xiang Shin sampai terpental lalu menangkis semua pedang.


Yi Bei menangkap satu pedang yang terakhir kemudian melemparnya kearah Xiang Shin.


Xiang Shin yang berada dalam kondisi terpental tidak bisa menghindar ataupun menangkis, jadi ia mengendalikan salah satu pedangnya, melesat menangkis pedang yang dilempar Yi Bei.


Sebelum Xiang Shin mendapatkan momentumnya, Yi Bei sudah berada di belakangnya. Ia tentu menyadari hal itu, semua pedangnya melayang ke belakangnya, menahan serangan apapun dari Yi Bei.


Xiang Shin berbalik, melancarkan serangan balasan hingga Yi Bei melompat mundur.


“Gerakan mu sangat bagus, pola serangan acak dan berubah setiap waktu tapi tidak ada gerakan yang dibuat sia-sia. Serangan mu sulit di baca tapi karena aku lebih cepat dari mu, mudah sekali melihat arah serangan mu!” Yi Bei menebaskan pedang beberapa kali, mengeluarkan gelombang energi kuat.


Sementara Xiang Shin melancarkan serangan menggunakan pedang-pedangnya. Gelombang energi dan pedang beradu menyebabkan ledakan-ledakan hingga membuat kawah.


Pertarungan antara Xiang Shin dan Yi Bei terus berlanjut. Yi Bei bisa merasakan perubahan pada Xiang Shin seiring waktu.

__ADS_1


Pedang Xiang Shin memancarkan aura hingga setiap serangannya menjadi lebih kuat, bahkan tubuh pemuda itu juga mengeluarkan aura tipis hingga kecepatan dan kekuatannya bertambah.


“Dia berkembang dengan cepat, bahkan terlalu cepat. Pantas saja tuan Feng Lao memilihnya. Tapi kenapa kultivasinya masih sangat rendah di usianya saat ini?” Yi Bei tidak mengetahui kalau Xiang Shin berasal dari Alam Mortal.


Di Alam Mortal untuk mencapai tingkat Martial Lord umumnya membutuhkan puluhan sampai ratusan tahun, namun Xiang Shin mencapai tingkat Martial Lord di usia 20-an.


Pemahaman niat pedang Xiang Shin semakin mendalam seiring pertarungan. Ia sekarang paham bagaimana niat pedang bisa menjadi energi pedang, namun untuk saat ini ia tidak bisa menggunakan energi pedang, ia hanya bisa membuat aura pedang.


Meskipun aura pedang tingkatannya lebih rendah dari energi pedang, tapi itu membuat kemampuan Xiang Shin meningkat.


Sampai saat ini Xiang Shin tau kalau Yi Bei belum menggunakan seluruh kekuatan dan kemampuannya. Pria itu bisa dibilang melatihnya, menunggu sampai dirinya cukup mampu untuk membuatnya menggunakan kekuatan penuh.


Untuk melawan Yi Bei dengan kekuatan penuhnya, Xiang Shin setidaknya harus sepenuhnya menguasai aura pedang.


Xiang Shin yang awalnya terdesak kini bisa berimbang dengan Yi Bei, bahkan sesekali membuat pria itu terpukul mundur.


Xiang Shin terus menyerang bersama 9 pedang yang sudah ia kalahkan sebelumnya, masih menggunakan Teknik Pedang Pemutus Emosi.


Yi Bei mulai kerepotan, jika terus seperti ini maka ia akan kalah. Yi Bei pun menggunakan aura pedang membuatnya bisa membalikkan keadaan.


Tiba-tiba tanah di bawah Yi Bei retak, sebuah pedang melesat keluar bagaikan anak panah. Yi Bei menyadarinya jadi ia melompat mundur. Secara bersamaan sebuah pedang kembali meluncur dari bawah tanah di belakang Yi Bei.


Yi Bei tersenyum tipis, memutar tubuhnya kemudian menangkis pedang tersebut.


“Baiklah dia pedang lagi yang tersisa. Di mana itu akan muncul?” Yi Bei bergumam melihat kesegala arah.


Tepat di sebelah kiri dan kanan Yi Bei tanah terlihat retak. Ia langsung bersiap menangkis pedang yang akan meluncur. Tapi apa yang keluar tidak sesuai perkiraan Yi Bei. Ia terkejut karena yang keluar adalah rantai energi yang meliuk kemudian mengikat kedua lengannya.


“Apa ini?!” Yi Bei tentu saja terkejut karena di dalam Dimensi Pedang ini seharusnya tidak ada senjata lain kecuali pedang.


Lalu bagaimana disini ada rantai? Bagaimana Xiang Shin bisa membuat sebuah rantai sementara dia tidak bisa menggunakan energi Qi ataupun energi spiritual?

__ADS_1


Xiang Shin tidak membuang waktu, semua pedang ia arahkan menembus tubuh Yi Bei.


“Bagaimana kau...?”


Ekspresi Xiang Shin kembali normal, ia pun tersenyum lebar.


“Jangan meremehkan formasi sihir.”


Formasi sihir memang berbeda dengan susunan formasi maupun lingkaran sihir. Jika susunannya sudah terbentuk maka formasi sihir bisa diaktifkan menggunakan energi apapun, termasuk energi pedang.


Xiang Shin tidak hanya terus menyerang ataupun bertahan selama melawan Yi Bei, tapi ia juga secara diam-diam membuat susunan formasi sihir kemudian mengaktifkannya menggunakan sedikit energi pedang yang bisa ia gunakan, mengubah dua pedang miliknya menjadi rantai.


“Formasi sihir?” Yi Bei tidak pernah mendengar tentang formasi sihir sebelumnya.


“Tidak perlu ku jelaskan lebih jauh. Tapi maaf saja Yi Bei, kau tidak sempat menggunakan kekuatan penuh mu sebelum aku kalahkan.”


“Hahaha, kau memang pemuda yang menarik. Aku sekarang paham kenapa Tuan memilih mu,” tubuh Yi Bei perlahan pudar, “Xiang Shin, aku akan menunggu pertemuan kita berikutnya.”


Sebelum Xiang Shin menanyakan maksud Yi Bei, pria itu sudah menghilang kemudian pedangnya masuk kedalam tubuh Xiang Shin.


Xiang Shin bisa merasakan sesuatu yang berbeda dari kekuatan Yi Bei. Aura pedang di tubuhnya semakin kuat serta Xiang Shin bisa merasakan energi pedang.


“Inikah rasanya energi pedang? Jika energi pedang di kombinasikan dengan energi Qi, aku rasa ini bisa membelah gunung dengan mudah.”


Sesaat kemudian Xiang Shin melihat seluruh tubuhnya mengeluarkan cahaya, ia tiba-tiba merasakan kantuk berat kemudian tertidur begitu saja.


Tidak berselang lama Xiang Shin bisa merasakan seluruh tubuhnya kembali. Ia pun membuka mata dan menemukan dirinya sudah berada di kamarnya di Aula Dewa Obat.


***


Di suatu tempat di Alam Surgawi, terlihat seorang pria duduk bersila di tepi sebuah tebing gunung yang tinggi.

__ADS_1


Pria itu membuka matanya dengan senyum tipis. Dia tidak lain adalah Yi Bei.


“Xiang Shin kah. Bakatnya sangat tinggi, kultivasinya yang rendah mungkin saja karena dia berasal dari Alam Mortal,” Yi Bei berdiri sambil menatap kearah tertentu, “aku akan menunggu kedatangan mu di Alam Surgawi, Xiang Shin.”


__ADS_2