
Dalam perjalanan menuju ujung Dimensi Laut Mati menggunakan pelindung ruang yang sudah dipercepat dengan susunan formasi, elemen cahaya serta hukum waktu, kelompok Xiang Shin bergerak paling cepat, sangat cepat hingga meninggalkan peserta lain jauh di belakang mereka.
Yin Litian dan Li Yiren merasa tidak enak karena tidak pernah berkontribusi apa-apa sementara Xiang Shin selalu mempermudah urusan mereka.
Xiang Shin memang awalnya berencana menuju ujung Dimensi Laut Mati dengan melewati berbagai tantangan bersama supaya Yin Litian dan Li Yiren merasa lebih baik. Ia sadar mereka berdua akan merasa tidak enak jadi setidaknya ia ingin kedua temannya itu melakukan beberapa aksi hingga tiba di tujuan.
Namun ia berubah pikiran karena kepala dengan ulah kelompok sebelumnya yang mengejeknya. Untungnya beberapa kali Spirit Beast laut menyerang mereka dan Yin Litian dan Li Yiren langsung sigap menghabisi semua penghalang. Keduanya pun merasa sedikit lebih baik karena tidak hanya menjadi penumpang.
Mereka melewati banyak badai dan kabut aneh namun itu semua tidak memiliki dampak apa-apa bagi mereka karena pertahanan pelindung ruang sudah di perkuat hingga semua bencana itu tidak dapat menembus pertahanan kelompok Xiang Shin.
Para panitia tentu dapat menyaksikan aksi kelompok Xiang Shin. Mereka mengawasi melalui layar hologram di sebuah ruangan khusus.
Tetua Gong Lang juga berada di sana, bahkan Yang Yin juga terlihat di tempat tersebut. Yang Yin meminta agar diberikan izin menyaksikan bagaimana jalannya turnamen babak kedua ini. Tetua Gong Lang menyetujui permintaan Yang Yin kemudian membawa pria itu kemari.
“Dari awal kelompok ini bergerak paling cepat dan selalu berada di yang paling depan meninggalkan kelompok lainnya,” Tetua Gong Lang memperhatikan kelompok Xiang Shin, “apakah mereka menggunakan artefak khusus yang memungkinkan mereka bergerak secepat ini?”
Yang Yin menyipitkan matanya melihat Xiang Shin.
“Memang sudah seharusnya begini, jika kau kalah di babak kedua ini maka kau sudah tidak pantas bersaing dengan ku.” Yang Yin bergumam dalam hati.
__ADS_1
***
Setelah beberapa hari perjalanan, kelompok Xiang Shin akhirnya tiba di ujung Dimensi Laut Mati. Di sana terlihat sebuah lantai melayang yang sangat luas dengan tembok tinggi dan lebar.
Ada banyak token yang tersusun rapi di tembok tersebut, itu merupakan ***** untuk menuju babak berikutnya. Para peserta hanya perlu mengambil satu kemudian mereka bisa di nyatakan lolos.
“Kita yang pertama sampai, mari kita ambil satu token untuk masing-masing,” Xiang Shui mengibaskan tangannya.
6 token pun melayang dan jatuh ke tangannya.
“Ambil!” Xiang Shui melemparkan masing-masing satu untuk setiap orang.
“Sayang, bagaimana jika itu nanti hancur?” Li Yiren menghentikan Yin Litian.
“Tenang saja, masih banyak token yang tersisa.” Yin Litian menaikkan alisnya saat melihat Xiang Shin melayang ke dekat tembok.
“Ayah, jangan bilang kau...” Xiang Shui agaknya mengetahui apa yang ingin dilakukan Xiang Shin.
Benar saja, Xiang Shin mengibaskan tangannya hingga semua token tersebut masuk ke dalam cincin dimensinya.
__ADS_1
Sementara Xiang Shui tersenyum kecut, yang lainnya mengerutkan kening karena tidak tau apa yang ingin dilakukan Xiang Shin.
“Kita akan panen harta,” Xiang Shin tersenyum lebar, mendarat di dekat yang lainnya.
“Ayah, kau hanya akan membuat banyak orang membenci kita. Pasti akan banyak yang mengincar kita jika kau melakukan itu.”
“Tenang saja Shui’er, aku tau apa yang aku lakukan. Kita hanya perlu mengubah penampilan kita maka di babak berikutnya kita bisa aman!” Xiang Shin membuat susunan formasi kemudian mengubah penampilan mereka semua.
Sementara Qin Qiaoyu bisa dengan mudah mengubah penampilannya karena bantuan Xuan, sama sekali tidak memerlukan susunan formasi sihir.
“Saudara Shin, setidaknya jelaskan pada kami apa yang kau rencanakan. Jangan bilang kau ingin mengambil semua token itu seorang diri.” Yin Litian masih belum paham apa yang direncanakan Xiang Shin.
“Ayah ku ingin merampok semua peserta lainnya,” Xiang Shui menjawab pertanyaan Yin Litian, “dia mengambil semua token itu kemudian akan meminta para peserta lain untuk membayar jika ingin mendapatkan token.”
Xiang Shui menghela nafas. Ia pernah mendengar dari ibunya kalau ayahnya bisa menjadi orang licik di beberapa situasi. Sifat Xiang Lan yang memang cukup licik menurun dari ayahnya. Tidak di sangka ia akan melihat sisi licik ayahnya di sini.
“Saudara Shin, apakah tidak apa-apa melakukan itu? Bagaimana jika itu merupakan sesuatu yang terlarang?” Li Yiren merasa ragu.
“Tidak ada peraturan khusus dalam Dimensi Laut Mati ini, bahkan kita bisa membunuh peserta lainnya untuk mencapai garis akhir. Jadi melakukan perampokan tentu saja di perbolehkan.”
__ADS_1