
Xiang Shin yang kini sudah melenyapkan semua konsep hingga mengembalikan alam semesta ke bentuk awalnya, hidup sendirian di sana, tanpa ada yang menemaninya.
Xiang Shin merasa tidak ada artinya hidup tanpa keluarga dan teman-temannya. Ia seolah tidak memiliki niatan lagi kecuali satu, terus hidup sesuai dengan apa yang diinginkan putrinya, hidup sebagaimana perjuangan panjang Xiang Fei.
Ia tidak akan mengecewakan harapan dan perjuangan putrinya itu.
Xiang Shin hanya tertidur di semesta kosong itu. Semua konsep sudah berada di dalam tubuhnya, terpusat hingga secara alami menciptakan alam semesta, tidak hanya satu alam semesta tapi banyak.
Bahkan setelah proses yang begitu lama, alam semesta di dalam tubuhnya sudah tidak bisa di ukur dengan nalar.
Jika setiap makhluk hidup tersusun dari susunan atom, sementara tubuh Xiang Shin, bisa di katakan setiap atom itu memiliki alam semesta yang tidak terbatas.
Kehidupan pun tercipta di setiap alam semesta, makhluk-makhluk yang baru serta makhluk-makhluk yang sudah pernah ada sebelumnya seperti manusia, iblis dan lainnya sudah hidup.
Para makhluk yang terus berkembang baik dari segi akal maupun yang lainnya menciptakan peradaban yang sesuai dengan wilayah mereka masing-masing.
Ada yang menciptakan peradaban modern, ada juga peradaban yang lebih maju. Namun peradaban yang mengandalkan teknologi hanya di sebagian kecil alam semesta saja, sementara di sebagian besar, mereka hidup dengan kekuatan supernatural seperti kultivator, penyihir dan lainnya.
Kehidupan yang penuh dengan kekerasan dan darah itu berkembang sangat pesat hingga tingkat kekuatan mereka menjadi semakin tinggi. Mereka berperang, memperebutkan kekuatan dan kekuasaan, menumpahkan darah di mana-mana.
Banyak dari mereka yang merasa menjadi makhluk agung paling tinggi, tanpa ada yang menyadari jika mereka hanya sekedar debu saja, mereka tidak menyadari diri mereka hidup di dalam tubuh entitas puncak.
Setelah begitu lama, tubuh Xiang Shin tiba-tiba mengeluarkan cahaya, cahaya terang yang memenuhi setiap sudut alam semesta kosong itu.
Kejadian itu membuat bencana di semua alam semesta di tubuhnya.
Cahaya yang memenuhi semesta pun menghilang perlahan, bersamaan dengan Xiang Shin yang membuka matanya.
“Jadi seperti inikah kekuatan puncak yang sesungguhnya?” Xiang Shin seperti baru mendapatkan pencerahan. “Tanpa batas yang sesungguhnya, mencapai kekuatan puncak, Kemahakuasaan.”
Xiang Shin menggerakkan tangannya, seketika semesta kosong itu ia ubah menjadi sebuah buku. Dia benar-benar membuatnya menjadi sebuah buku.
__ADS_1
Buku yang memuat semua kejadian-kejadian yang pernah terjadi. Singkatnya, Xiang Shin membuat semua yang terjadi menjadi sebuah buku cerita yang bisa di ubah sesuka hati.
“Baiklah, hanya kurang judulnya saja.” Xiang Shin melihat sampul buku yang tidak memiliki judul lalu menuliskan 3 kata sebagai judul.
“Penguasa Alam Semesta” begitulah judul buku yang Xiang Shin berikan.
“Berikutnya tinggal aku ubah beberapa hal.”
Xiang Shin membuka lembaran buku tersebut lalu menambahkan beberapa kalimat.
“Ternyata jiwa semua pasukan Aliansi 4 Dimensi Utama termasuk keluarga dan teman-teman Xiang Shin saat itu selamat dan sekarang di simpan di dimensi khusus olehnya.” Begitulah kalimat yang Xiang Shin tambahkan.
“Selesai sudah.” Xiang Shin menutup buku tersebut lalu menyimpannya di dalam dimensi lain.
Xiang Shin sekarang sudah maha kuasa, ia bisa melakukan apa saja yang ia inginkan. Dia juga maha tau jadi ia bisa mengetahui semuanya tanpa ada yang bisa membatasi.
Karena sekarang tidak ada apa-apa lagi, Xiang Shin menciptakan semua konsep-konsep semesta, lalu menaruh alam semesta yang tidak terhitung jumlahnya di sana.
Dalam sekejap mata, Xiang Shin menciptakan tubuh baru untuk Han Shizu. Ia menghidupkan kembali wanita itu.
Han Shizu yang baru saja di bangkitkan, kebingungan melihat sekitarnya, hingga ia mendapatkan pelukan dari Xiang Shin barulah ia menjadi tenang dan memikirkan beberapa hal.
“Jadi begitu ya, apa kau juga akhirnya gagal dan menyusul ku di alam kematian, Xiang Shin?” Han Shizu berpikir Xiang Shin juga sudah mati.
“Haha dasar bodoh, kau pikir aku akan selemah itu hingga kalah dari para makhluk lemah itu?” Xiang Shin melepaskan pelukannya.
Tanpa aba-aba, tangan Han Shizu melesat menuju pipi Xiang Shin.
*PLAK!
Sayangnya tamparan itu justru mengenai wajahnya sendiri.
__ADS_1
“Aduh!” Han Shizu mengerang kesakitan, wajahnya merah bekas tamparannya sendiri.
“Sakit kan? Berarti kau tidak bermimpi.” Xiang Shin tersenyum mengejek.
“Xiang Shin, kau jahat!” Han Shizu mendengus kesal.
“Padahal kau yang menampar diri mu sendiri, kenapa malah aku yang jahat?” Xiang Shin mengangkat bahunya.
“Tapi apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa aku masih hidup? Lalu bagaimana dengan yang lainnya? Zhu’er! Bagaimana dengannya?” Han Shizu langsung memberi banyak pertanyaan.
Xiang Shin bisa saja memberi Han Shizu ingatan tentang apa yang terjadi tapi dia memilih untuk menceritakan semuanya perlahan.
Han Shizu begitu kagum setelah mendengar cerita dari Xiang Shin.
Tingkat Mahakuasa, itu merupakan sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
“Jadi kalau kau mengetahui segalanya, apa pun yang akan aku lakukan kedepannya kau akan mengetahuinya?” Han Shizu bertanya.
“Ya, seharusnya aku memang mengetahuinya. Aku maha tau jadi tidak ada yang bisa membatasi pengetahuan ku, tentu saja kecuali diri ku sendiri. Aku menutup semua pengetahuan yang berkaitan dengan kalian, jadi aku tidak mengetahuinya.”
Xiang Shin ingin menikmati kebersamaan dengan keluarganya. Tapi jika ia mengetahui semuanya maka itu tidak akan menarik lagi. Jadi ia menutup pengetahuan yang akan terjadi berikutnya antara dirinya dengan keluarganya.
Han Shizu diam sejenak sebelum tersenyum manis lalu, “kau menghidupkan ku pertama kali, apakah itu artinya aku menjadi istri yang paling kau cintai?”
“Sejak kapan kau menjadi istri ku?” Xiang Shin menaikkan alisnya.
“Kau..” Han Shizu mencubit perut Xiang Shin dengan ekspresi cemberut. “Aku tidak ingin berbicara dengan mu lagi.”
“Ahaha, ya aku menyayangi kalian semua. Aku menghidupkan mu lebih dulu karena aku ingin meminta maaf, dan tentu saja..” Xiang Shin memegang tangan kiri Han Shizu, menciptakan sebuah cincin lalu memasangnya di jari manis wanita itu. “Apa kau menyukainya?”
“Ya.. tentu saja aku menyukainya.” Han Shizu menahan agar air mata kebahagiaan tidak keluar. “Aku sangat menyukainya.”
__ADS_1
“Bagus kalau kau menyukainya.” Xiang Shin mengangguk puas.