
Setelah memberikan Huo Cai’er sebuah pil, Xiang Shin membantu gadis itu mencerna manfaatnya karena ia tau dengan kondisi gadis itu saat ini sangat tidak memungkinkan untuk bisa mengendalikan energinya.
Jika bukan karena identitas gadis itu sebagai Nona Muda Sekte Racun Selatan, Xiang Shin pasti akan langsung meninggalkannya karena kondisi gadis itu sangat parah, akan memerlukan sumber daya kualitas tinggi untuk menyembuhkannya.
Jika ia hanya menginginkan tubuh seorang gadis maka Xiang Shin bisa mendapatkannya dengan mudah. Ia hanya tinggal pergi ke rumah bordil dan ia bisa sepuasnya bersenang-senang dengan mengeluarkan harga yang sangat murah. Atau mungkin ia bisa meminta Xu Lingling...
Yah.. Xiang Shin berpikir Huo Cai’er akan berguna nanti saat perang melawan Sekte Racun Selatan. Terlebih gadis itu memiliki bakat yang tinggi.
Xiang Shin menggunakan formasi sihir air suci, membuat ion-ion pada air suci masuk kedalam tubuh Huo Cai’er, menyaring darahnya dari racun.
Membutuhkan berjam-jam untuk Xiang Shin mengeluarkan semua racunnya. Barulah setelah itu ia kembali memberi Huo Cai’er pil penyembuh luka.
Kali ini Huo Cai’er sudah bisa mengendalikan energinya, gadis itu juga sudah bisa bergerak jadi Xiang Shin membiarkannya memulihkan diri sendiri.
Keesokan harinya luka Huo Cai’er sudah membaik meskipun belum pulih sepenuhnya namun ia sudah bisa bergerak bebas.
“Bagaimana kondisi mu sekarang?”
Huo Cai’er menoleh ke sumber suara, melihat seorang pemuda yang duduk bersila dengan tenang tidak jauh di sampingnya.
“Apa kau yang menyelamatkan ku?”
“Ya begitulah. Kau sangat beruntung bisa bertemu orang baik seperti ku.”
“Bagaimana dengan pak tua Cheng Du?”
Huo Cai’er masih mengingat bagaimana setelah ia berhasil menerobos, ia melihat Tetua Cheng Du sedang bertarung melawan Tetua Fang Mu yang terluka parah.
Sambil melawan Tetua Cheng Du dengan susah payah, Tetua Fang Mu menceritakan secara singkat kebusukan Tetua Cheng Du lalu menyuruhnya untuk melarikan diri dan jangan kembali ke Sekte Racun Selatan.
Huo Cai’er sadar dengan kondisi jadi ia langsung melarikan diri. Tapi ternyata Tetua Fang Mu terbunuh dan Tetua Cheng Du berhasil mengejarnya.
Huo Cai’er akhirnya melakukan pertarungan, dengan melakukan beberapa trik, Huo Cai’er berhasil kabur ke Hutan Monster dalam kondisi terluka sampai ia bertemu dengan Xiang Shin di gua ini.
__ADS_1
“Dia sudah aku bunuh,” Xiang Shin menjawab singkat.
“Kau.. seperti pernah aku lihat?” Huo Cai’er mengerutkan keningnya menatap Xiang Shin.
“Aku adalah buronan Sekte Formasi Dewa. Kenapa? Kau ingin mencoba menyerahkan ku pada Sekte Formasi Dewa?”
“Ah.. tidak, bagaimana mungkin aku melakukannya. Aku bukanlah orang yang tidak tau diri. Lagi pula.. aku sudah berjanji pada mu sebelumnya,” Huo Cai’er masih mengingat apa yang dia janjikan jika Xiang Shin menyelamatkannya.
“Oh ternyata kau mengingatnya. Baguslah kalau begitu,” Xiang Shin berdiri, berjalan pelan mendekati Huo Cai’er sampai ia berada di depan gadis itu, “jadi kau benar-benar rela menyerahkan jiwa dan raga mu?”
Xiang Shin mengangkat dagu Huo Cai’er, membuat wajah gadis itu menghadapnya.
Tatapan tajam Xiang Shin beradu dengan mata hijau bagaikan giok Huo Cai’er.
“Aku tidak akan menarik janji ku, kau bebas melakukan apapun pada ku, tapi aku memiliki satu permohonan,” Huo Cai’er sama sekali tidak berkedip menatap Xiang Shin.
Tatapan teguh tanpa keraguan itu, Xiang Shin baru pertama kali melihat seorang gadis yang memiliki mata seperti itu.
“Aku mohon biarkan aku hidup sampai aku membalaskan dendam ku, menghancurkan Sekte Racun Selatan dan Sekte Demon Beast.”
“Tidak masalah, lagi pula Sekte Racun Selatan dan Sekte Demon Beast kemungkinan akan menjadi musuh ku juga,” Xiang Shin tidak keberatan dengan permintaan Huo Cai’er, lagi pula ia tidak berniat membunuhnya.
Xiang Shin sudah mendengar tentang hubungan Sekte Demon Beast dengan Sekte Racun Selatan dari Tetua Cheng Du. Kedua sekte itu memiliki rencana yang sama jadi otomatis keduanya akan menjadi musuh.
“Huo Cai’er, nona muda Sekte Racun Selatan. Biasanya orang dengan status tinggi seperti mu memiliki harga diri yang sama tingginya, apa kau tidak masalah jika menjadi budak ku?”
“Asalkan kau menepati janji mu untuk tidak membunuh ku, aku juga akan menepati janji ku. Kau bisa memperlakukan ku sesuka mu, entah kau akan menjadikan ku samsak tinju atau menjadikan ku budak *3** mu, kau bebas melakukannya.”
Huo Cai’er saat ini hanya memiliki satu tujuan yaitu membalas dendam. Ibunya tewas di tangan Ketua Sekte Demon Beast dan ayahnya tewas oleh para pengkhianat sekte. Ia tidak peduli dengan dirinya asalkan tujuannya bisa tercapai.
“Uh.. aku tidaklah sejahat itu, jika kau tidak melakukan kesalahan, aku tidak akan memukul mu. Untuk menjadikan mu budak...” Xiang Shin menaikkan sudut bibirnya, “itu terdengar cukup menarik, hahaha!”
Saat Xiang Shin masih tertawa, Huo Cai’er tiba-tiba mulai membuka pakaiannya atas hingga bagian atasnya terlihat jelas oleh Xiang Shin.
__ADS_1
“Uhuk! Uhuk! Apa yang kau lakukan? Pasang kembali pakaian mu!” Xiang Shin tidak menduga Huo Cai’er akan melakukan ini.
“Bukankah tadi kau bilang menginginkannya?” Huo Cai’er berkata dengan ekspresi datar. Ia seolah menganggap hal ini adalah sesuatu yang tidak ada artinya.
Yah.. ekspresinya memang selalu datar dari awal, sama sekali tidak pernah berubah.
“Jangan membantah perintah ku!” Xiang Shin tidak ingin dirinya melampaui batas.
“Baiklah,” Huo Cai’er pun memasang kembali pakaiannya di depan Xiang Shin dan di lihat jelas oleh pemuda itu.
“Tubuh mu masih di penuhi darah, kau juga terlihat berantakan.” Xiang Shin menciptakan formasi sihir di bawa kaki Huo Cai’er.
Air keluar dari formasi sihir, membersihkan seluruh tubuh Huo Cai’er. Air itu pun menghilang setelah tubuh Huo Cai’er bersih bahkan tubuh dan pakaian gadis itu tidak basah.
Xiang Shin menaikkan alisnya saat melihat Huo Cai’er setelah bersih, kecantikannya tidak kalah dengan Xu Lingling dan kedua muridnya.
Jika ia belum pernah melihat Qin Zhiyun, Qin Qiaoyu dan Xu Lingling, Xiang Shin pasti sudah mematung karena kagum.
“Kau ternyata sangat cantik.”
“Terima kasih,” ekspresi Huo Cai’er tidak berubah.
Pembicaraan berakhir dan suasana menjadi hening, tidak ada yang berbicara.
“Gadis ini sangat membosankan,” Xiang Shin bergumam.
“Pulihkan dulu kondisi mu sepenuhnya, kita akan masuk ke kedalaman Hutan Monster, jika kau tidak dalam kondisi prima maka kau hanya akan merepotkan ku!”
“Baik,” Huo Cai’er mematuhi perintah Xiang Shin tanpa bertanya untuk apa masuk kedalam Hutan Monster.
Beberapa jam berlalu, Huo Cai’er pun pulih sepenuhnya.
“Ayo kita berangkat,” Xiang Shin langsung melesat terbang menuju pusat Hutan Monster bersama Huo Cai’er.
__ADS_1