Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.238 - Undangan


__ADS_3

“Hanya satu saja, jangan menyakiti teman-teman ku.”


“Sangat sederhana, lagi pula tidak ada gunanya ayah menghancurkan semut jika mereka tidak mengganggu,” Luo Qi Hai secara tidak langsung mengatakan kalau dirinya tidak akan melakukan apapun pada teman-teman Luo Xian Lin selama mereka tidak menyinggungnya.


“Kalau begitu ayo kita pergi, ayah sudah cukup muak berada di tempat kumuh ini.”


“Apa? Mereka ingin pergi begitu saja setelah membuat kekacauan!”


“Benar, mereka menghancurkan salah satu wilayah besar di Planet Yun, menghancurkan formasi pertahanan yang sudah susah payah di bangun, dan bahkan membunuh rekan-rekan kita! Bagaimana bisa mereka pergi begitu saja!”


“Tidak bisa di maafkan!”


Para anggota Keluarga Yun tidak tahan dengan sikap sombong dan arogan para anggota Keluarga Luo.


“Sudah ku bilang untuk tidak bergerak sebelum aku perintahkan!” Xiang Shin berkata dengan suara keras.


“Tuan muda, bagaimana ini? Aku rasanya juga ingin memukul wajah mereka bahkan jika nyawa taruhannya!” salah satu anggota Sekte Pedang Dunia berbisik pada Meng Duan.


“Sayangnya kita memang tidak bisa melakukan apa pun saat ini. Jangan bertindak gegabah, jika hanya kita yang mati maka aku pun tidak akan ragu menyerang, tapi semua orang yang ada di sini, bahkan planet ini bisa hancur!” Meng Duan mengepalkan tangannya, merasa tidak berdaya dalam situasi ini.


“Keputusan yang sangat tepat bocah,” Tetua Gu tersenyum, jelas sekali ia merendahkan Xiang Shin, “jika tidak ingin di injak seperti semut maka memang seharusnya kalian merendahkan diri di bawah kaki seorang raja.”


Xiang Shin diam tidak menjawab hinaan Tetua Gu, meskipun ia sudah panas, dia benar-benar tidak berdaya.

__ADS_1


“Ah kau yang bernama Xiang Shin kan? Aku dengar kau memiliki hubungan baik dengan putri ku, kau juga sering menyelamatkannya, jadi aku ingin mengundang mu ke acar pertunangan putri ku dengan tuan muda Keluarga Yang.”


Xiang Shin diam mematung, nafasnya naik turun, ia berusaha sebisa mungkin untuk tidak mengeluarkan aura membunuhnya. Entah apakah itu benar atau itu hanya sebuah kata-kata untuk memancing emosinya, yang pasti dia tidak akan terima jika wanitanya di miliki oleh pria lain.


“Xiang Shin,” Yun Yihua memegang tangan Xiang Shin.


Ini pertama kalinya ia melihat Xiang Shin menahan amarah sampai seperti itu. Bahkan di kehidupan sebelumnya, ia tidak pernah melihat ekspresi Xiang Shin seperti itu.


“A-ayah, apa maksud mu? Pertunangan?” Luo Xian Lin tidak berkedip menatap ayahnya dengan ekspresi syok.


“Lin’er, kau tidak akan menolak kan?” Luo Qi Hai menepuk bahu Luo Xian Lin dengan senyum hangat.


Luo Xian Lin menahan nafasnya, ia tau maksud senyuman ayahnya. Jika dirinya menolak maka Xiang Shin dan yang lainnya kemungkinan akan di bunuh di tempat.


“Jadi bagaimana junior Xiang Shin? Apa kau ingin datang ke acara pertunangan putri ku? Kau tidak mungkin menolak undangan langsung dari ku kan?”


Sudah jelas sekali, Luo Qi Hai memberikan ancaman tersirat.


“Tentu saja, merupakan kehormatan menghadiri undangan langsung dari senior Luo Qi Hai,” Xiang Shin ingin melihat siapa sebenarnya yang akan menjadi tunangan Luo Xian Lin.


“Sayang, mungkin ini adalah jebakan, jangan pergi ke sana,” Yun Yihua berbicara lewat telepati.


“Aku tidak punya pilihan lain. Jika aku menolak, dia mungkin akan menghancurkan Planet Yun. Tenang saya Hua’er, aku memiliki banyak cara untuk melarikan diri jika dalam situasi terdesak!..

__ADS_1


Kau tunggulah di sini, jaga Planet Yun dan tunggu kepulangan ku!”


“En, kau harus berhati-hati!” Yun Yihua mengangguk pelan.


“Bagus, kalau begitu ayo kita segera pergi,” Luo Qi Hai terbang naik ke atas kapal bersama yang lainnya, termasuk Xiang Shin dan Luo Xian Lin.


Setelah semuanya naik, kapal angkasa melesat dengan kecepatan tinggi, dalam sekejap sudah tidak lagi terlihat mata.


“Putri ku, ayo kita masuk dulu, sudah lama kita tidak bertemu jadi ayah ingin berbicara banyak hal dengan mu,” Luo Qi Hai membawa Luo Xian Lin masuk ke dalam ruangan kapal.


Luo Xian Lin hanya menurut saja dengan kepala yang menunduk.


Xiang Shin berdiri di dek kapal dengan waspada, ia tiba-tiba merasakan firasat buruk.


Benar saja, sebuah tendangan menghantam keras pinggangnya hingga tulang rusuknya patah. Ia terlempar sampai keluar kapal, namun kapal terus melaju meninggalkannya.


“Sial!” Xiang Shin ingin melakukan teleportasi kembali ke Planet Yun.


Namun energi api mengikat kedua tangan dan kakinya kemudian sebuah serangan tapak berapi menghantam perutnya.


“Gouhk!” Xiang Shin memuntahkan darah.


“Hahaha, ini akan menjadi akhir untuk mu, bocah! Salahkan diri mu sendiri yang berani mendekati keponakan kesayangan ku,” Tetua Gu menyeringai lebar.

__ADS_1


__ADS_2