Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.309 - Penderitaan Yang Sesungguhnya


__ADS_3

“Dia mampu menahan pukulan ku!” Jin Tang San melebarkan matanya saat Xiang Shin benar-benar bisa menahan pukulannya.


Ia bisa merasakan kultivasi Xiang Shin berada di tingkat Immortal Ancestor tahap awal. Kekuatannya sekarang memang sedang di tekan namun ia yakin kekuatannya tidak menurun sampai Immortal Ancestor tahap awal bisa setara dengan dirinya.


Teknik Pedang Asura! 6 Pedang Ilusi!


4 lengan tambahan muncul di tubuh Xiang Shin, masih-masing lengannya memegang Pedang Dao yang sangat kuat.


Jin Tang San merasakan bahaya, ia segera bergerak menjauh.


Teknik Pedang Indra! 4 Elemen Dewa!


Masing-masing dari 4 lengan Xiang Shin memancarkan elemen yang berbeda-beda. Dengan sekali tebasan itu mengeluarkan gelombang elemen padat yang sangat kuat seolah membuat gelombang tsunami dari 4 elemen.


Jin Tang San pun mengeluarkan serangan dengan intensitas yang tidak kalah kuatnya.


Serangan mereka berdua berbenturan menyebabkan gelombang ledakan kuat.


“Akulah lawan mu!” Yang Yin melesat ke arah Xiang Shin.


Ia dari awal sudah mengincar pemuda itu namun Xiang Shin menghilang begitu saja dengan menggunakan susunan formasi. Ia mencari keberadaan Xiang Shin dan akhirnya menemukannya sedang bertarung melawan ayahnya.


Yang Yin tidak membuang waktu untuk langsung melesat menyerang Xiang Shin.


Xiang Shin memancarkan kekuatan energi pedang, menciptakan banyak gelombang tebasan tak kasat mata.


Yang Yin dengan mudah menangkis semua serangan tersebut tanpa masalah.

__ADS_1


Xiang Shin mengeluarkan pedangnya kemudian melakukan gerakan menusuk, bersamaan dengan menciptakan lingkaran portal di depannya.


Lingkaran portal tercipta tepat di belakang kepala Yang Yin, mengeluarkan bilah pedang Xiang Shin.


Namun sayangnya Yang Yin menghindari serangan tersebut dengan memiringkan kepalanya, seolah ia sudah menebak arah serangan Xiang Shin.


“Trik seperti ini tidak akan mengenai ku!”


Kecepatan Cahaya Dewa!


Tubuh Yang Yin di selimuti energi cahaya hingga tubuhnya terlihat menjadi cahaya itu sendiri. Kecepatan Yang Yin pun bertambah berkali-kali lipat.


Tranformasi Malaikat Cahaya!


Xiang Shin tentu tidak ingin kalah. Ia ingin mencoba bagaimana jika dirinya beradu elemen cahaya dengan Jin Zhu Huang ini.


“Dia bisa menandingi kecepatan ku,” Yang Yin bergumam pelan sebelum mengeluarkan sebuah artefak menara.


Artefak menara itu tiba-tiba mengeluarkan lingkaran formasi yang luas hingga menjangkau area tempat Xiang Shin berada.


Tiba-tiba Xiang Shin merasakan kakinya seolah menempel di udara, tidak bisa di gerakkan sama sekali.


“Kena Kau!” Yang Yin melesat cepat hingga ia tiba di hadapan Xiang Shin dalam sekejap mata.


Yang Yin langsung melancarkan tebasan tunggal, berniat mengakhiri hidup Xiang Shin.


Namun lingkaran formasi dari artefak Yang Yin tiba-tiba hancur dan Xiang Shin pun bisa bergerak. Di saat-saat terakhir Xiang Shin menunduk kemudian melancarkan satu tebasan balasan.

__ADS_1


Yang Yin tentu saja terkejut karena Xiang Shin bisa lepas dari kekangan artefaknya dengan mudah.


Tebasan Xiang Shin baru saja mengenai dada Yang Yin sebelum tubuh pemuda itu berubah menjadi pecahan cahaya kemudian bergerak menjauh.


“Sial! Dia sengaja terkena formasi artefak ku hingga membuat ku mendekat, untung saja aku tidak lengah,” Yang Yin bergumam setelah tubuhnya kembali terbentuk.


Di sisi lain, peperangan semakin memanas. Huo Cai’er, Yun Yihua dan Luo Xian Lin juga sedang bertarung melawan para kultivator tingkat Immortal Ancestor.


Huo Cai’er melawan satu kultivator tingkat Immortal Ancestor tahap akhir. Dia cukup kerepotan melawan pria tua bernama Jin Guang itu.


Selain elemen air, elemen cahaya merupakan elemen yang memiliki efek penolak dan lenetral dampak negatif paling kuat. Jadi racun Huo Cai’er sangat sulit menjangkaunya.


Namun di sisi lain, Jin Guang juga tidak mudah melawan Huo Cai’er. Ia tidak bisa terlalu mendekat. Meskipun elemen cahaya miliknya bisa menetralkan racun, namun jika ia terlalu dekat, bisa saja Huo Cai’er mengeluarkan racun dalam jumlah yang akan membuatnya kesulitan menghadapinya.


Sementara jika ia menjaga jarak, Huo Cai’er akan menahan diri dari menggunakan racun dengan jangkauan luas karena itu bisa saja melukai pasukannya sendiri.


Selain itu Jin Guang kesulitan melawan Huo Cai’er karena kecepatan mereka tidak jauh berbeda.


Jin Guang harus memperhitungkan banyak hal untuk melakukan serangan.


Dalam satu kesempatan, Jin Guang berhasil melancarkan serangan jauh yang menggores pipi Huo Cai’er.


Huo Cai’er menyentuh pipinya, ia pun menyadari ada darah yang mengalir.


“Kau.. akan ku buat merasakan penderitaan yang sesungguhnya!” Huo Cai’er menatap dingin Jin Guang.


Jin Guan entah kenapa tiba-tiba merasakan tekanan kuat.

__ADS_1


“Tekanan apa ini? Tubuh ku gemetar,” Jin Guang melebarkan matanya saat menyadari tekanan ini berasal dari wanita yang ia lawan.


__ADS_2