Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.48 - Seni Adalah Ledakan


__ADS_3

Setelah menunggu selama beberapa jam, tubuh Duan Mu berhenti gemetar, menunjukkan jika mental dan jiwa Duan Mu sudah rusak.


Xiang Shin menghilangkan lingkaran sihir di dalam kepala Duan Mu hingga pria paruh baya itu membuka matanya, namun ia memiliki tatapan kosong seperti orang mati.


“Sekarang lepaskan segel apapun yang kau tanah di tubuh Zhiyun dan Qiaoyu!” Xiang Shin membuka akses keluar hingga Duan Mu bisa melepaskan segel saat berada di dalam Dimensi Perangkap Iblis.


Duan Mu tidak menjawab namun ia langsung melakukan segel tangan beberapa kali. Seketika tangannya bercahaya selama beberapa saat sebelum menghilang.


“Baiklah sekarang tugas mu sudah selesai, tapi sebelum kau mati..” Xiang Shin menyeringai kemudian menanamkan beberapa lingkaran sihir di dalam tubuh Duan Mu.


“Ah sepertinya diluar sangat heboh,” Xiang Shin bisa merasakan serangan demi serangan terus menghantam Dimensi Perangkap Iblis.


“Dimensi Perangkap Iblis terbuat dari ribuan lingkaran sihir serta harus mengorbankan setengah energi Qi ku untuk membuatnya tanpa celah. Jadi jangan harap bisa menghancurkannya meskipun kalian menyerang secara bersamaan,” Xiang Shin mengeluarkan sebuah kotak giok kecil.


“Menciptakan Dimensi Perangkap Iblis dan bertarung melawan Duan Mu menghabiskan banyak energi Qi. Sekarang di luar juga masih ada ratusan ribu musuh, jadi aku akan pulihkan energi Qi terlebih dahulu sebelum keluar,” Xiang Shin membuka kotak giok, melihat sebuah pil warna hijau muda yang mengeluarkan aroma harum.


Itu adalah salah satu pil tingkat 9 yang Xiang Shin dapatkan dari Sekte Pil Dewa. Pil yang dapat memulihkan energi Qi dengan cepat.


Xiang Shin mengkonsumsi pil tersebut, seketika ia merasakan energi kuat memenuhi seluruh tubuhnya.


Hanya membutuhkan beberapa menit, energi Qi Xiang Shin yang tadinya hampir habis kini telah terisi penuh bahkan ia merasakan energi Qi nya sedikit lebih banyak dari sebelumnya.


“Baiklah, sekarang aku sudah siap.”


Dengan jentikan jari, Dimensi Perangkap Iblis pun memudar dengan cepat hingga menghilang dalam waktu kurang dari 1 menit.


***


Para Tetua Utama Sekte Formasi Surga berusaha menghancurkan kubus energi yang melayang diatas sekte mereka.


Semua Tetua Utama Sekte Formasi Surga berada ditingkat Martial Lord.


*BOOOMMM!


*BOOOMMM!


*BOOOMMM!


Serangan demi serangan terus para Tetua lancarkan namun hasilnya sama sekali tidak sesuai harapan. Jangankan hancur, bahkan kubus energi itu tidak mengalami retakan sedikitpun.

__ADS_1


Para Tetua menggunakan berbagai macam susunan formasi untuk menyerang, bahkan mereka mengeluarkan serangan gabungan tapi hasilnya tidak berubah sama sekali.


“Siap! Bagaimana bisa kubus ini begitu kuat, bahkan serangan gabungan kita sama sekali tidak berarti!”


“Panggil semua Tetua biasa dan para murid inti, meskipun mereka berada ditingkat Martial Saint kebawah, namun dengan jumlah mereka dan gabungan kekuatan kita seharusnya tidak mungkin kubus ini tidak hancur!”


Salah seorang tetua mengirim sinyal untuk memanggil semua Tetua biasa dan para murid inti.


Tidak berselang lama, ratusan tetua tingkat Martial Saint serta ribuan murid inti tingkat Martial Ancestor langsung datang mengelilingi kubus energi dari segala arah.


“Ikuti aba-aba ku! Kita akan menyerang secara bersamaan!” Tetua Agung berseru, “siapkan teknik kalian masing-masing!”


Mereka semua mengeluarkan kertas formasi masing-masing, melakukan segel tangan, membuat formasi serangan terkuat yang mereka miliki.


“SERANG!”


Padat Tetua serta para murid inti langsung melancarkan serangan secara bersamaan. Semuanya terarah pada satu target yaitu kubus energi.


Serangan-serangan kuat membombardir kubus energi selama belasan menit sebelum mereka semua berhenti menyerang.


Suasana menjadi hening, pandangan para anggota Sekte Formasi Surga tidak teralihkan dari kepulan asap akibat ledakan.


“Yare yare, disini begitu ramai, apakah ada suatu acara tertentu yang sedang berlangsung?” Xiang Shin sama sekali tidak panik melihat banyaknya musuh dari segala arah.


Mereka semua melebarkan mata karena terkejut, terutama para Tetua. Bukan karena melihat Xiang Shin namun karena seseorang yang berada di samping pemuda itu.


Xiang Shin memegang keraj baju Duan Mu yang sedang dalam keadaan pingsan.


“Ketua Sekte!”


Mereka semua berniat menyerang namun Xiang Shin segera menjadikan Duan Mu tameng daging dengan pedang yang sudah siap menebas leher Ketua Sekte Formasi Surga tersebut.


Para Tetua langsung menghentikan gerakan, mereka bisa merasakan Duan Mu masih hidup jadi mereka tidak bertindak gegabah atau mungkin saja Xiang Shin akan benar-benar memenggal kepala Duan Mu.


“Kenapa kalian malah berhen? Ayo cepat Serang aku!” Xiang Shin memasang senyum provokasi.


“Lepaskan Ketua Sekte kami!”


“Bajingan kecil! Jangan bertindak macam-macam jika kau tidak ingin mati!”

__ADS_1


“Bocah! Siapa sebenarnya kau? Apa kau tidak takut dengan hukuman langit hingga kau berani mengacau di Sekte Formasi Surga kami?!”


Para Tetua mulai berteriak dengan segala ancaman kosong mereka.


“Hukuman langit kah? Jujur aku ingin melihat seperti apa hukuman langit yang kau maksud itu,” Xiang Shin masih tetap tenang, jujur ia sebenarnya tidak peduli dengan apa yang dikatakan para Tetua itu.


Para anggota Sekte Formasi Surga menjadi semakin marah, mereka ingin sekali mencabik-cabik Xiang Shin namun tidak mereka lakukan karena Ketua Sekte mereka masih berada ditangan Xiang Shin.


“Kalian menginginkan orang ini kan? Maka ambillah ini!” Xiang Shin melemparkan tubuh Duan Mu kearah para Tetua Utama.


Tetua Agung langsung menangkap tubuh Duan Mu, para Tetua Utama lainnya segera mendekat melihat kondisi Ketua Sekte mereka, sementara para Tetua biasa pasang badan didepan jika saja Xiang Shin menyerang.


“Ketua Sekte!”


“Bagaimana kondisi Ketua?”


“Ketua Sekte masih hidup kan?”


Para Tetua mengkhawatirkan kondisi Ketua Sekte mereka.


Sementara para Tetua Sekte Formasi Surga terlihat gelisah, Xiang Shin menyeringai kemudian mengibaskan tangannya.


“Matilah!”


Tiba-tiba para Tetua merasakan lonjakan energi pada tubuh Duan Mu.


“Gawat!”


*BOOOOMMMM!!


Sebelum semua Tetua benar-benar menyadari apa yang akan terjadi, tubuh Duan Mu meledak dengan sangat keras.


Tidak diketahui bagaimana kondisi para Tetua yang berjarak sangat dekat dengan ledakan tersebut. Sementara kebanyakan para murid inti harus terhempas jauh dengan luka bakar parah, tapi tidak sedikit juga yang harus tewas.


Para murid dalam dan murid luar hanya bisa melongo melihat ledakan keras diatas Sekte sampai membuat seluruh sekte menjadi terang sekali lagi.


Mereka menyadari kalau lawan yang menyerang Sekte Formasi Surga pastinya memiliki kekuatan diatas rata-rata. Ledakan sebesar itu sudah bisa membunuh belasan ribu diantara mereka.


Namun meskipun mereka tau situasi saat ini berbahaya, mereka tidak beralih dari tempat mereka.

__ADS_1


“Ah.. kembang api di malam hari memang sangat indah. Apakah ini yang disebut sebagai ‘seni adalah ledakan’?”.


__ADS_2