
Setelah di tinggalkan oleh ayahnya, Xiang Zhu hanya berbaring di pandang rumput yang luas itu, menatap langit biru yang cerah tanpa ada awan yang menutupi.
Xiang Zhu bangun saat merasakan fluktuasi energi. Seketika sosok Xiang Shin muncul bersama Qin Qiaoyu di sampingnya.
“Akhirnya kau selesai juga, kenapa kalian sangat lama? Padahal itu hanya kutukan dari ranah Dewa Sejati tingkat 3, seharusnya air mata Phoenix sejati bisa langsung menghilangkan kutukannya dalam sekejap.”
“Diamlah, jangan banyak bertanya, yang penting Yu’er sudah sembuh.” Xiang Shin tidak mungkin menceritakan alasan kenapa mereka sangat lama.
“Tidak biasanya kau memberi jawaban seperti itu ayah, pasti ada sesuatu yang terjadi di antara kalian.”
“Sial, bocah ini terlalu teliti!” Xiang Shin bergumam dalam hati.
“Saudari Qiaoyu, apa yang terjadi?”
Qin Qiaoyu memalingkan wajahnya. Pipinya yang sedikit merah langsung membuat Xiang Zhu memiliki spekulasi yang sangat ia yakini.
“Heheh, ayah kau ini sungguh terlalu.” Xiang Zhu menepuk bahu ayahnya dengan senyum aneh lalu mengacungkan jempol. “Ayah, kau memang panutan ku.”
“Apa maksud mu, bukankah memang seharusnya ayah menjadi panutan anaknya.”
“Baiklah kalau begitu.” Xiang Zhu berbalik, berjalan beberapa langkah kemudian mengangkat kepalan tangan kanannya. “Aku akan melampaui mu, ayah. Kemudian aku juga akan melampaui saudara Xiao Zhou!”
“Aku lebih kuat dari Xiao Zhou, kenapa kau malah menjadikannya target utama?”
“Ayah, kau tidak perlu berpura-pura tidak paham.” Xiang Zhu menggeleng kemudian menatap Qin Qiaoyu. “Benar kan sauda.. ah, mungkin aku harus memanggil mu ibu mulai sekarang?”
Qin Qiaoyu menunduk, tidak tau harus bereaksi seperti apa terhadap perkataan Xiao Zhou.
“Muahaha! Melihat reaksinya ini sudah jelas sekali. Tapi ayah, bagaimana jika ya jika Kakak Lan mengetahui hal ini?” Xiang Zhu tersenyum aneh seolah mengatakan akan membeberkan rahasia ini jika ayahnya tidak memenuhi syarat darinya.
__ADS_1
Xiang Shin mengibaskan tangannya, seketika sebuah dimensi tercipta dan Xiang Zhu terkurung di dalamnya.
“Nak, masih terlalu cepat 1000 tahun untuk mu mengancam ayah mu ini.”
“Kau.. kultivasi mu telah menerobos satu tingkat!” Xiang Zhu awalnya berpikir untuk mengancam ayahnya agar memenuhi beberapa syarat.
Ia tidak takut karena keahliannya dalam hukum ruang dan waktu membuatnya bisa melarikan diri dengan mudah jika ayahnya berniat menghajarnya. Namun sekarang kultivasi ayahnya berada dua tingkat di atasnya jadi ia bisa langsung di kurung dalam sebuah dimensi buatan.
“Zhu’er, sekarang kau hanya memiliki dua pilihan.” Xiang Shin menghimpun energi spiritual di tangan kanannya. “Aku menghapus ingatan mu dengan rasa sakit yang akan kau terima atau kau akan diam tentang masalah ini.”
“A-a-aku akan diam.” Xiang Zhu sedikit gemetar.
“Bagus.” Xiang Shin pun melepaskan putranya itu.
***
Xiao Zhou di bawa ke markas Zhang Chun yang berada di sebuah asteroid raksasa. Asteroid itu memiliki rongga di dalamnya hingga di jadikan sebagai markas mereka.
“Kakak, kau sudah kembali. Kenapa ayah tiba-tiba memanggil mu?”
Suara halus seorang gadis terdengar. Terlihat sosok gadis cantik dengan penampilan dan kecantikan yang tidak jauh berbeda dengan Zhang Ziyi berjalan ke arah mereka. Dia adalah adik tertua Zhang Ziyi, Zhang Chi.
“Adik Chi, panggil semua saudari yang lainnya, kakak ingin membicarakan sesuatu yang penting.”
“Baiklah.” Zhang Chi menuruti permintaan kakaknya tanpa bertanya.
Kini 8 Hydra bersaudari sudah berada dalam satu ruangan. Zhang Chi, Zhang Li, Zhang Yan, Zhang Chu, Zhang Xiao, Zhang Xia, Zhang Yue dan Zhang Ning.
Kedelapan Hydra dalam wujud manusia memiliki paras yang cantik. Semuanya memiliki kulit putih kecuali Zhang Li yang memiliki kulit coklat eksotis.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, Zhang Ziyi masuk ke dalam ruangan itu bersama Xiao Zhou yang merasa gugup.
Semua adik Zhang Ziyi menyapanya, begitu juga dengannya yang membalas sapaan.
“Kakak, apakah ada sesuatu yang ayah sampaikan hingga kakak meminta kami berkumpul?” Zhang Ning bertanya, dia yang paling muda di antara saudarinya.
“Begitulah.” Zhang Ziyi menatap Xiao Zhou.
“Halo Nona Zhang, aku Xiao Zhou..”
“Saudara Xiao Zhou, tidak perlu terlalu gugup.” Zhang Ziyi tertawa kecil.
Zhang Ziyi menjelaskan pada semua adik-adiknya tentang Xiao Zhou dan kesepakatan yang sudah terjalin antara mereka.
“Jadi dia akan menjadi suami kita!”
“Aku pikir kita tidak akan bisa menikah karena tidak ada Hydra pria yang tersisa kecuali ayah.”
Semua saudari Zhang Ziyi terlihat bersemangat.
“Kalau begitu tunggu apa lagi, bawa dia ke kamar!”
“Eh?” Xiao Zhou tertegun sejenak, ia melihat semua gadis itu menghampirinya dengan senyum di wajah masing-masing.
Xiao Zhou langsung di tangkap dan di bawa menuju sebuah kamar.
“T-tunggu dulu, bukankah ini terlalu tiba-tiba? Mari kita berbicara baik-baik dulu.”
“Nanti kita berbicara setelahnya!”
__ADS_1
“TUAN! TOLONG AKU...!”