Penguasa Alam Semesta

Penguasa Alam Semesta
Ch.469 - Xiang Shui VS Yang Yin II


__ADS_3

Satu serangan dari Xiang Shui menyebabkan area Koloseum bergetar hebat. Banyak dari para penonton yang terkejut dengan efek dari ledakan itu karena tidak pernah ada satupun yang bisa membuat Koloseum bergetar seperti ini.


Pedang Dao Xiang Shui kembali pecah menjadi ribuan pedang kemudian melesat ke dalam kepulan debu. Ia masih bisa merasakan keberadaan Yang Yin di dalam sana.


Tiba-tiba semua Pedang Dao itu terlempar keluar dari kepulan debu. Yang Yin dalam bentuk kilatan cahaya melesat keluar dengan kecepatan tinggi.


Yang Yin seketika berada di depan Xiang Shui, menebaskan pedangnya yang diselimuti energi Yin-Yang.


Xiang Shui sigap melancarkan serangan untuk menangkis tebasan lawannya. Sesaat sebelum pedang mereka berbenturan, Xiang Shui menghilang kemudian muncul di belakang Yang Yin.


Tanpa Xiang Shui duga, Yang Yin bereaksi dengan cepat seolah ia sudah memperkirakan Xiang Shui akan berteleportasi ke belakangnya.


Yang Yin berputar dengan tebasan pedang yang mengarah pada leher Xiang Shui.


Xiang Shui langsung menunduk menghindari tebasan kemudian bergerak mengambil jarak.


“Refleks dan kecepatannya sangat luar biasa, dia juga seolah dapat memperkirakan gerakan ku berikutnya.” Xiang Shui bergumam pelan.


“Trik mu itu sudah pernah ada orang yang melakukan itu saat bertarung melawan ku, jadi aku tidak akan pernah tertipu,” Yang Yin menyeringai, “trik itu sama dengan apa yang Xiang Shin gunakan. Apa kau ini kakaknya? Atau mungkin adiknya?”


“Tidak keduanya!”


Teknik Pedang Asura! Armor Dewa Asura!

__ADS_1


Tubuh Xiang Shui di lapisi armor semi transparan. Ia pun melesat menyerang Xiang Shui.


Keduanya kembali melakukan pertarungan intens dalam jarak dekat. Serangan demi serangan mereka lancarkan, menangkis dan menghindari serangan lawan. Tapi sampai sekarang belum ada yang bisa membuat satu pun luka di tubuh lawan masing-masing.


Keduanya seolah bertarung setara tanpa ada yang berada di atas atau pun di bawah.


Kali ini Xiang Shui menggunakan gaya bertarung yang berbeda. Ia terlihat lebih memusatkan pada kecepatan dari pada kekuatan serangan.


Xiang Shui memperkirakan jika Yang Yin pernah bertarung dengan ayahnya, jadi menggunakan gaya bertarung ayahnya tidak akan menguntungkan. Karena itulah ia menggunakan gaya bertarung ibunya yang lebih mengandalkan kecepatan.


Dalam satu kesempatan, Xiang Shui membuat Yang Yin kehilangan keseimbangan, ia dengan kuat menusukkan pedangnya mengincar jantung lawan.


Tapi ujung pedang Xiang Shui menghantam aura Yin-Yang yang sangat keras. Hal itu membuat Yang Yin terdorong ke belakang.


Ia langsung menepis pedang Xiang Shui kemudian bergerak menjauh.


“Dia memusatkan Dao Ruang di ujung pedangnya hingga membuat struktur ruang menjadi bengkok hingga Aura Yin-Yang ku juga terpengaruh. Aku harus lebih waspada.” Yang Yin bergumam dalam hatinya.


Yang Yin memutar tubuhnya saat merasakan aliran energi di belakangnya. Benar saya, Xiang Shui berteleportasi ke belakangnya.


Mereka berdua pun beradu tebasan pedang dengan kecepatan tinggi. Berbeda dari sebelumnya saat mereka bergerak ke sana kemari, kini mereka berada di satu tempat dan terus menerus beradu pedang.


Setiap tebasan mereka saling menghantam, membuat gelombang angin tipis yang menyebar membelah tanah.

__ADS_1


Yang Yin menyadari sesuatu, ia pun membuat celah untuk bergerak mundur, namun sudah terlambat. Susunan ruang menjadi keras, jauh lebih keras dari sebelumnya hingga ia benar-benar tidak bisa bergerak.


Saat mereka beradu pedang, Xiang Shui mencampur hukum ruang di setiap serangannya hingga hukum ruang itu menyebar, membuatnya kini dapat membuat ruang menjadi lebih keras.


Xiang Shui memusatkan hukum ruang di kepalan tangannya kemudian memukul perut Yang Yin.


Pukulannya menghantam aura Yin-Yang lawan, tapi itu langsung terpecah karena hukum ruang.


Alhasil pukulan Xiang Shui benar-benar menghantam perut Yang Yin dengan sangat keras, merobek pakaian pada bagian perut.


“GOUHK!”


Yang Yin memuntahkan banyak darah sebelum terpental jauh.


Xiang Shui tentu tidak berniat menyia-nyiakan kesempatan itu. Ia berteleportasi ke samping Yang Yin yang belum mendapatkan momentumnya.


Dengan satu tebasan, ia berniat mengakhiri pertarungan ini. Tapi sayangnya dua ular Yin-Yang yang sangat besar keluar dari tubuhnya, melingkari tubuh Yang-Yin menjadi seperti bola pelindung.


“Ah, tidak ku sangka dia benar-benar akan bisa membuat Yang-Yin mengeluarkan Jiwa Bela Diri miliknya.”


“Ya, ini akan semakin menarik. Akhirnya Yang Yin bisa menemukan lawan yang setara.”


Dua Tetua Istana Dewa Es semakin tertarik dengan si Serigala Merah. Mereka mulai berpikir jika Serigala Merah ini bukan berasal dari kelompok mana pun maka mereka akan merekrutnya masuk ke dalam Istana Dewa Es.

__ADS_1


__ADS_2