
Tang Yong yang dari awal pertarungan selalu memejamkan matanya kini akhirnya membuka mata saat Mu Xan menciptakan puluhan Golem raksasa.
Tang Yong mengentakkan tongkatnya ke tanah yang seketika memancarkan dua energi yang berbeda.
Reinkarnasi Dewa dan reinkarnasi Asura tiba-tiba menjadi lebih besar dengan aura yang juga lebih pekat. Reinkarnasi Dewa yang sedang di tahan oleh satu Golem memancarkan gelombang api kuat hingga Golem terdorong mundur beberapa langkah.
Reinkarnasi Dewa mengangkat pedangnya ke atas, energi api terpusat hingga pedangnya semakin panjang. Dengan satu tebasan dari reinkarnasi Dewa, Golem itu langsung terbelah dua.
Mu Xan terkejut melihat Golemnya hancur begitu saja dengan satu serangan. Padahal ketahanan Golemnya itu dapat bertahan dari ledakan sebuah bintang. Namun itu terbelah dengan mudah.
Melihat reinkarnasi Dewa yang bergerak ke arahnya, Mu Xan akhirnya membagi pasukan Golemnya menjadi dua untuk melawan reinkarnasi Dewa sekaligus reinkarnasi Asura, sementara dirinya melesat ke arah Tang Yong.
Mu Xan menciptakan puluhan Tombak Penghancur Bintang namun kali ini lebih padat hingga ukurannya sebesar orang dewasa.
7 Jalur Reinkarnasi! Jalur Ketiga! Binatang!
Salah satu bola tasbih milik Tang Yong memancarkan energi angin kemudian membentuk sosok harimau putih.
Harimau putih mengeluarkan badai angin sebagai pertahanan. Semua Tombak Penghancur Bintang menghantam badai angin, namun sama sekali tidak bisa menembusnya. Puluhan Tombak Penghancur Bintang itu justru hancur berkeping-keping.
Sebelum Mu Xan kembali melancarkan serangan, ia baru menyadari jika semua pasukan Golemnya sudah habis di hancurkan oleh dua reinkarnasi. Mu Xan terdiam saat reinkarnasi Dewa sudah mengarahkan pedang ke arahnya sementara reinkarnasi Asura mengarahkan tinjunya.
Badai angin pertahanan Tang Yong menghilang, sosok harimau putih itu kembali menjadi bola tasbih.
__ADS_1
“Apa kau masih ingin melanjutkan pertarungan ini?”
Mu Xan menarik nafas dalam kemudian membuangnya.
“Aku sudah tidak memiliki kesempatan menang. Meskipun aku kalah, aku cukup puas kau sampai mengeluarkan 3 jalur reinkarnasi untuk melawan ku.” Mu Xan mengakui kekalahannya, “aku menyerah.”
Mu Xan hanya bisa menghela nafas, ia mengutuk nasib buruknya yang harus berhadapan dengan Tang Yong di pertarungan pertama.
“Pemenangnya Tang Yong!” Tetua Gong Lang mengumumkan kemenangan Yang Yong.
“Kau memiliki murid yang sangat luar biasa saudara Liao.” ucap Bing Huang.
“Dia memang luar biasa, bakatnya melebihi ku saat masih muda dulu. Aku yakin pencapaian masa depannya akan lebih tinggi dari ku.” Tang Liao mengangguk. “Aku dengar kau juga sudah mengangkat seorang murid, saudara Huang. Bagaimana murid mu itu?”
“Ho, aku tidak sabar ingin melihatnya.” Tang Liao selama ini belum pernah melihat ada yang bisa setara dengan muridnya di tingkat kultivasi yang sama, jadi ia ingin melihat bagaimana penampilan dari murid Bing Huang.
“Lalu bagaimana dengan cucu mu itu, Yu Luan?” Bing Huang memasang senyum provokasi.
“Hm! Cucu ku bisa mengalahkan kedua murid kalian sekaligus!” Yu Luan menatap tajam Bing Huang.
Di sisi lain, tempat kelompok Xiang Shin berada. Xiang Shin cukup kagum dengan kekuatan Tang Yong. Ia yakin dirinya pun tidak akan mudah mengalahkannya.
Pertarungan putaran berikutnya pun di lanjutkan namun tidak ada satupun dari kelompok Xiang Shin yang mendapat giliran.
__ADS_1
Hingga akhirnya setelah putaran ke-17, nomor peserta Xiang Lan di panggil. Dia menjadi yang pertama di antara kelompok Xiang Shin.
Dalam pertarungan tersebut, Xiang Lan bertarung dengan sengit. Namun ia tidak sampai menggunakan Transformasi Malaikat untuk mengalahkan lawannya.
Setelah pertarungan Xiang Lan yang memukau banyak orang, pertarungan berikutnya membuat banyak orang bersorak saat sosok gadis cantik melompat ke arena.
Dia adalah Yu Ruo Yi yang merupakan cucu dari Yu Luan.
“Yu Ruo Yi dari Sekte Phoenix Petir, bukankah kau juga dari sekte itu, saudari Yu Ren? Marga mu juga sama dengannya.” Xiang Shui menatap Yu Ren.
“Ya, dia memang adalah kakak ku, dia lebih tua 3 tahun dari ku.”
***
Lawan Yu Ruo Yi juga merupakan salah satu dari murid Sekte Kuil Surga yang bernama Ming Fan.
“Tidak ku sangka aku malah akan bertarung melawan mu, senior Ruo Yi.” Ming Fan terlihat sedikit canggung.
Ming Fan tidak ingin bertarung melawan Yu Ruo Yi karena dulu ia pernah di kalahkan secara telak olehnya. Sebagai seorang pria, tentu ia juga memiliki ketertarikan pada Yu Ruo Yi yang merupakan salah satu kecantikan di Sekte Phoenix Petir. Namun ia sadar akan posisinya yang tidak pantas untuk Yu Ruo Yi.
Sekarang Ming Fan ingin menyerah saja tapi ia tau jika dirinya menyerah, saat kembali ke sekte nanti, Yu Ruo Yi akan menghajarnya.
“Ming Fan, keluarkan seluruh kemampuan mu, aku tidak ingin kau menahan diri!” Yu Ruo Yi menatap tajam Ming Fan.
__ADS_1